6 Perbedaan Asam Urat dan Rematik, Apa Saja?

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit sendi bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Adapun penyakit sendi yang umum dialami banyak orang, yakni asam urat dan rematik atau reumatisme.
Banyak orang sering kali keliru membedakan antara asam urat dan rematik karena gejalanya berupa nyeri pada persendian. Namun, kedua kondisi ini sebenarnya memiliki penyebab dan pengobatan yang berbeda.
Oleh karena itu, mengenali perbedaan asam urat dan rematik akan membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat. Apa saja perbedaan di antara keduanya? Simak informasinya di bawah ini.
Apa Itu Asam Urat?
Mengutip Mayo Clinic, asam urat adalah kondisi ketika terjadi penumpukan kristal asam urat di dalam sendi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah.
Kristal asam urat dapat menyebabkan peradangan dan rasa nyeri yang sangat intens dan biasanya menyerang secara tiba-tiba. Gejala asam urat, antara lain:
Nyeri sendi mendadak dan parah, terutama di malam hari.
Sendi membengkak, terasa hangat, dan kemerahan.
Umumnya menyerang sendi jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut.
Serangan bisa hilang-timbul dan sering berulang.
Penyebab utama asam urat biasanya terkait pola makan tinggi purin (misalnya daging merah, jeroan, seafood), konsumsi alkohol, obesitas, dan gangguan ginjal yang menghambat pembuangan asam urat.
Pengobatan asam urat biasanya menggunakan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), colchicine, serta pengatur kadar asam urat seperti allopurinol. Diet rendah purin juga sangat disarankan bagi penderita.
Baca Juga: Kadar Asam Urat Normal, Ini Batasan dan Cara Menjaganya
Apa Itu Rematik?
Masih dikutip dari Mayo Clinic, rematik atau reumatisme adalah istilah untuk menggambarkan berbagai gangguan yang menyerang sistem sendi dan otot.
Salah satu bentuk reumatisme yang paling dikenal adalah rheumatoid arthritis (RA), yaitu penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi sendiri. Gejala reumatisme, antara lain:
Nyeri sendi yang menetap dan simetris (misalnya, kedua pergelangan tangan terasa sakit bersamaan).
Kekakuan pada sendi, terutama di pagi hari.
Pembengkakan sendi yang berlangsung lama.
Kelelahan dan penurunan berat badan.
Berbeda dengan asam urat, reumatisme bukan disebabkan oleh makanan, tetapi oleh gangguan sistem imun. Penyakit ini bersifat kronis dan bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen jika tak ditangani dengan baik.
Reumatisme memerlukan pendekatan jangka panjang dengan obat DMARDs (disease-modifying antirheumatic drugs), kortikosteroid, dan fisioterapi. Pola hidup sehat juga membantu memperlambat progresi penyakit.
Perbedaan Asam Urat dan Rematik
Meskipun sama-sama menyerang sendi, menurut WebMD, perbedaan asam urat dan reumatisme dapat dirincikan sebagai berikut.
Asam Urat
Penyebab: Kadar asam urat tinggi.
Pemicu: Makanan tinggi purin.
Lokasi: Jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki.
Kondisi: Rasa nyeri yang tajam disertai kemerahan dan pembengkakan.
Durasi: Beberapa hari, hilang timbul.
Simetri: Biasanya unilateral (satu sisi).
Rematik
Penyebab: Penyakit autoimun.
Pemicu: Gangguan sistem kekebalan tubuh.
Lokasi: Pergelangan tangan, jari, dan siku.
Kondisi: Rasa nyeri yang tumpul disertai kaku dan bengkak, tanpa kemerahan.
Durasi: Terjadi dalam jangka panjang dan progresif.
Simetri: Sering bilateral (dua sisi tubuh).
(NDA)
