6 Rekomendasi Makanan untuk Hipotensi

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan untuk hipotensi perlu dikonsumsi untuk menaikkan tekanan darah menjadi normal. Apabila tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, hipotensi dapat mengganggu kondisi kesehatan seseorang.
Masalah kesehatan yang biasanya muncul akibat hipotensi adalah kesulitan untuk mendapat oksigen yang cukup. Akibatnya, muncul berbagai gejala hipotensi, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, pusing, pingsan, dan gejala lainnya.
Disadur dari laman Verywell Health, tekanan darah rendah atau hipotensi adalah sebuah kondisi di mana darah mengalir melalui pembuluh darah pada tekanan yang lebih rendah dari biasanya atau di bawah 90/60 mmHg.
Meski tidak termasuk golongan penyakit berbahaya, tekanan darah rendah dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi penderitanya. Salah satu cara mengontrol gejalanya adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu.
Makanan untuk Hipotensi
Dirangkum dari laman Medical News Today dan beberapa sumber lainnya, berikut ini adalah daftar rekomendasi makanan yang sebaiknya dikonsumsi bagi penderita hipotensi agar dapat menstabilkan tekanan darah:
1. Makanan yang mengandung banyak air
Penderita darah rendah disarankan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari. Pasalnya, dehidrasi bisa menurunkan volume darah dan menyebabkan tekanan darah turun, sehingga dapat memperburuk keadaan.
Selain memperbanyak minum air putih, para penderita darah rendah juga dianjurkan pula untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Beberapa makanan yang diyakini mengandung banyak air, di antaranya semangka, timun, selada, tomat, belimbing, dan kembang kol.
2. Garam
Garam merupakan bagian dari mineral yang diketahui mampu mengontrol keseimbangan air dalam tubuh sehingga dapat memengaruhi hormone. Karena itu, menurut National Institute of Health, asupan garam yang tinggi bisa meningkatkan tekanan darah.
Pengidap hipotensi, bisa memperbanyak kadar garam dalam makanannya. Misalnya seperti menambahkan sejumput garam ke segelas air, membumbui makanan dengan lebih banyak garam, serta mengonsumsi makanan asin; seperti zaitun, ikan teri, hingga kacang asin.
3. Makanan tinggi vitamin B12
Makanan dengan kandungan vitamin B12 yang tinggi juga bisa dimanfaatkan untuk menaikkan tekanan darah. Dijelaskan dalam laman American Heart Association, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, sehingga berujung pada tekanan darah rendah.
Maka dari itu, orang dengan riwayat hipotensi sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12. Beberapa makanan yang tinggi vitamin B12, di antaranya seperti daging, telur, ikan, susu, dan keju.
4. Makanan kaya akan folat
Tidak hanya makanan tinggi vitamin B12, menurut American Heart Association, kekurangan folat juga dapat menyebabkan hipotensi. Karena itu, makanan yang mengandung folat juga dipercaya dapat membantu menaikkan tekanan darah.
Beberapa makanan yang diyakini memiliki kandungan folat tinggi di antaranya adalah brokoli, kacang polong, telur, bit, jeruk, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, dan hati.
5. Kafein
Makanan dan minuman yang mengandung kafein juga diketahui dapat membantu meningkatkan tekanan darah, sehingga bisa mengatasi hipotensi. Kafein dipercaya dapat menaikkan tekanan darah dengan menstimulasi sistem kardiovaskular dan meningkatkan detak jantung.
Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi kafein secara berlebihan karena dapat menimbulkan keluhan jantung berdebar. Selain itu, pastikan untuk tidak mengonsumsi kafein pada malam hari karena bisa mengganggu waktu tidur dan memperburuk keadaan.
Ada pun beberapa makanan dan minuman yang umumnya mengandung kafein dalam pembuatannya, di antaranya seperti kopi, coklat, teh, dan kakao.
6. Kurangi karbohidrat
Bagi para penderita hipotensi, penting juga untuk mengurangi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Sebab, makanan yang tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat olahan, cenderung sangat cepat dicerna dibandingkan dengan makanan lain.
Sebagai informasi, makanan yang terlalu cepat dicerna dapat menyebabkan hipotensi, karena aliran darah akan menuju ke saluran pencernaan untuk membantu proses mencerna makanan. Akibatnya, jantung dan otak pun akan kekurangan tekanan darah.
Beberapa penelitian pun telah membuktikan bahwa diet rendah karbohidrat mampu membantu mengatasi hipotensi, terutama pada orang dewasa yang telah berusia lanjut. Hal ini juga telah dibuktikan pada studi di Journal of the American Medical Association.
Itulah beberapa makanan untuk hipotensi yang dapat dikonsumsi. Kendati untuk memastikan beberapa makanan tersebut benar bermanfaat atau tidak untuk tubuh, pastikan juga melakukan konsultasi ke ahli gizi atau dokter terlebih dahulu.
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Hipotensi dengan Obat dan Langkah Sederhana
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang terjadi ketika hipotensi?

Apa yang terjadi ketika hipotensi?
Hipotensi merupakan istilah medis dari penyakit darah rendah. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg.
Apa saja faktor risiko hipotensi?

Apa saja faktor risiko hipotensi?
Ada banyak faktor risiko hipotensi, seperti faktor usia, efek samping pengobatan, dehidrasi, hingga kondisi cuaca.
Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat hipotensi?

Apa komplikasi yang bisa terjadi akibat hipotensi?
Apabila tidak segera ditangani, hipotensi dapat menyebabkan komplikasi hampir di seluruh tubuh, seperti jantung, otak, dan organ vital lain yang tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup.
