Apa Itu Episode Manik? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Episode manik merupakan salah satu hal yang dialami oleh penderita bipolar disorder. Lantas, apa itu episode manik?
Sebelum mengetahui apa itu episode manik, pengertian dari bipolar disorder perlu dipahami. Gangguan bipolar adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati, seperti senang, bahagia, energik, berubah menjadi sedih, depresi, dan suram.
Penderita bipolar biasanya akan merasakan beberapa episode atau tahapan tertentu. Salah satunya adalah episode manik.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai episode manik. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Episode Manik?
Episode manik merupakan salah satu hal yang dialami oleh penderita gangguan bipolar. Menurut Jefferey S. Nevid dalam buku Psikologi: Konsep dan Aplikasi, episode manik adalah kondisi ketika terjadinya peningkatan suasana hati yang luar biasa dan kegelisahan ekstrem.
Episode manik ditandai dengan periode berkelanjutan dari suasana hati yang meningkat atau mudah tersinggung secara tidak normal, energi yang intens, pikiran yang berpacu, dan perilaku ekstrem lainnya. Pengidap bipolar disorder juga bisa mengalami psikosis, termasuk halunisasi dan delusi yang menujukkan pemisahan dari kenyataan.
Gejala-gejala mania dapat dapat berlangsung selama seminggu atau lebih. Episode manik biasanya diselingi dengan periode depresi yang mana penderitanya bisa mengalami kelelahan, kesedihan, dan merasa putus asa.
Berbeda dengan episode manik, penderita gangguan bipolar menyebabkan adanya perubahan secara ekstrem dalam perilaku dan suasana hati.
Selama episode manik, penderita bipolar mungkin menjadi merasa amat gembira atau amat tidak tenang energi yang ekstrem dan lain-lain.
Apa Penyebab Episode Manik?
Episode manik umum terjadi pada orang dengan gangguan bipolar, tetapi episode ini juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain dan kondisi kesehatan, termasuk:
Cedera otak tertentu
Tumor otak tertentu
Pukulan tertentu
Demensia
Ensefalitis
Lupus
Efek samping obat
Penyalahgunaan narkoba atau alkohol
Gangguan skizoafektif
Apa Itu Gejala Manik dalam Bipolar?
Gejala manik atau biasa disebut sebagai episode manik dalam bipolar adalah suatu episode yang ditandai dengan perasaan senang dan energi yang tinggi sekali.
Mengutip dari Very Well Health, ada beberapa gejala dari penderita bipolar saat berada di episode manik. Berikut beberapa gejalanya.
1. Delusi atau Halusinasi
Ini adalah salah satu gejala yang dirasakan oleh penderita bipolar saat berada di episode manik. Biasanya, penderita bipolar akan memiliki halusinasi berupa pendengaran atau visual (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada di sana) atau menunjukkan perilaku paranoid atau delusi lainnya.
2. Kualitas Tidur Memburuk
Selain halusinasi atau delusi, penderita bipolar juga mengalami penurunan kualitas tidur. Penurunan kualitas tidur ini berupa tidur jam 4 pagi dan bangun jam 8 pagi.
Terganggunya kualitas tidur ini adalah gejala umum selama munculnya gejala mania.
3. Terlalu Banyak Aktivitas dalam Satu Waktu
Selama episode manik, penderita bipolar gelisah mencari cara untuk melatih energi ekstra. Gejala ini sering digambarkan sebagai "multitasking steroid".
Orang dengan gejala ini biasanya mengambil banyak pekerjaan atau melakukan banyak aktivitas dalam satu waktu.
4. Mudah Tergangggu dan Sulit Fokus
Pada episode manik, penderita bipolar akan susah untuk fokus kepada satu hal dan mudah terdistraksi. Hal ini disebabkan oleh adanya energi yang ekstrem yang mengakibatkan penderita bipolar tidak bisa fokus.
5. Peningkatan Libido
Hiperseksualitas adalah gejala manik atau hipomanik yang umum dan mungkin termasuk perilaku seksual yang tidak seperti normal atau berisiko.
6. Terlibat dalam Aksi Berisiko
Seseorang yang mengalami episode manik mungkin terlibat dalam perilaku yang lebih berisiko, terutama dengan uang, seperti pengeluaran berlebihan, belanja besar-besaran, atau perjudian.
7. Banyak Berbicara atau Berbicara dengan Keras
Berbicara dengan keras dan cepat adalah gejala umum pada awal episode manik atau hipomanik. Penting untuk dicatat bahwa gejala ini berupa cara berbicara yang sangat cepat.
Beberapa orang berbicara lebih cepat daripada yang lain, tetapi jika seseorang yang biasanya dengan hati-hati memilih kata-kata mereka dan berbicara perlahan-lahan mulai berbicara dengan cepat, itu bisa menjadi penanda episode manik.
Itulah beberapa gejala yang biasanya terjadi pada penderita bipolar dalam episode manik. Penderita bipolar juga akan merasakan hal berikut saat episode manik:
Memiliki tingkat aktivitas atau energi yang sangat tinggi.
Merasa sangat bahagia atau bersemangat, bahkan euforia.
Tidak tidur atau hanya tidur beberapa jam tetapi masih merasa istirahat.
Memiliki harga diri yang meningkat, berpikir diri tidak terkalahkan.
Menjadi lebih banyak bicara dari biasanya. Berbicara begitu banyak dan begitu cepat sehingga orang lain tidak dapat menyela.
Memiliki pemikiran yang membludak, memiliki banyak pemikiran tentang banyak topik pada saat yang sama.
Menjadi mudah terganggu oleh hal-hal yang tidak penting atau tidak terkait.
Terobsesi dan benar-benar terserap dalam suatu kegiatan.
Menampilkan gerakan tanpa tujuan, seperti mondar-mandir di sekitar rumah atau kantor atau gelisah saat duduk.
Menunjukkan perilaku impulsif yang dapat menyebabkan pilihan yang buruk, seperti membeli foya-foya, seks sembrono, atau investasi bisnis yang bodoh.
Pengobatan Episode Manik
Meskipun episode manik tidak bisa diobati secara keseluruhan, terdapat cara pengobatan, terapi, dan perubahan gaya hidup yang membantu penderitanya mengelola gejala. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh penderita bipolar untuk menghindari munculnya pemicu episode manik:
Konsumsi obat-obatan, seperti antipsikotik yang diresepkan oleh dokter.
Psikoterapi untuk melatih mental, seperti terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektis, dan lain-lain.
Mengubah gaya hidup dengan rajin berolahraga, menjaga pola makan, menjaga pola tidur, mulai membiasakan untuk menulis jurnal, dan lain-lain.
Itulah beberapa informasi mengenai episode manik. Kesimpulannya, episode manik adalah episode dalam gangguan bipolar yang membuat seseorang merasa sangat bersemangat secara fisik dan mental.
Baca Juga: Mengenal Mental Block, Gangguan Psikologis yang Menghambat Produktivitas
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko episode manik?

Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko episode manik?
Episode manik umum terjadi pada orang dengan gangguan bipolar, tetapi episode ini juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain dan kondisi kesehatan, termasuk cedera otak, tumor otak, demensia, hingga lupus.
Halusinasi seperti apa yang dirasakan pengidap bipolar disorder?

Halusinasi seperti apa yang dirasakan pengidap bipolar disorder?
Biasanya, penderita bipolar akan memiliki halusinasi berupa pendengaran atau visual (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada di sana) atau menunjukkan perilaku paranoid atau delusi lainnya.
Bagaimana mengatasi episode manik?

Bagaimana mengatasi episode manik?
Konsumsi obat-obatan, seperti antipsikotik yang diresepkan oleh dokter, psikoterapi untuk melatih mental, dan mengubah gaya hidup dengan rajin berolahraga, menjaga pola makan, menjaga pola tidur, mulai membiasakan untuk menulis jurnal.
