Konten dari Pengguna

Batas Kreatinin untuk Cuci Darah yang Diwaspadai

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi batas kreatinin untuk cuci darah. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batas kreatinin untuk cuci darah. Foto: Pexels.com

Salah satu indikator utama untuk mengukur fungsi ginjal adalah kadar kreatinin. Ketika jumlahnya dalam darah meningkat, hal ini bisa menjadi tanda bahwa ginjal tak lagi bekerja dengan optimal.

Namun, kapan sebenarnya kadar kreatinin dianggap tinggi hingga seseorang perlu menjalani cuci darah? Hal ini menjadi perhatian, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis.

Mengetahui batas aman kreatinin bisa menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit ginjal agar tak berubah menjadi kondisi yang lebih parah. Simak pembahasan selengkapnya pada informasi berikut.

Batas Kreatinin untuk Cuci Darah

Ilustrasi batas kreatinin untuk cuci darah. Foto: Pexels.com

Kemampuan fungsi ginjal dihitung dari kadar kreatinin di dalam darah. Kreatinin sendiri adalah produk sisa metabolisme yang dihasilkan oleh pemecahan otot.

Kadar kreatinin menunjukkan keseimbangan antara produksi dan ekskresi oleh ginjal. Jika fungsi ginjal menurun, kadar kreatinin di dalam darah akan meningkat.

Dalam kondisi normal, kadar kreatinin dalam darah sebesar 0,6 hingga 1,2 mg/dL. Peningkatan kadar kreatinin bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal kronis atau mengindikasikan kerusakan ginjal akut.

Berdasarkan buku berjudul Gagal Ginjal karya Syamsil Alam dan Iwan Hadibroto, berikut konsentrasi kadar kreatinin yang menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.

  1. Gangguan ginjal ringan: 1—3 hingga 1,9 mm/dL (pria) dan 1 hingga 1,9 mm/dL (wanita)

  2. Gangguan ginjal sedang: 2 hingga 4 mm/dL

  3. Gangguan ginjal berat: lebih dari 4 mm/dL.

Kadar kreatinin tinggi mencerminkan bahwa tubuh tak mampu lagi membuang limbah secara efisien. Akibatnya, racun dan cairan menumpuk dalam darah yang bisa mengganggu fungsi organ lainnya.

Jika kadar kreatinin melewati batas normal dan disertai gejala kerusakan atau gangguan ginjal berat, dokter biasanya mulai mempertimbangkan tindakan hemodialisis atau cuci darah.

Pada tahap ini, fungsi ginjal telah menurun drastis, biasanya di bawah 15 persen dari kapasitas normal. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai stadium 4 penyakit gagal ginjal.

Prosedur hemodialisis melibatkan mesin cuci darah atau dialiser yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Proses hemodialisis dimulai dengan membuat akses untuk keluar-masuknya darah dari tubuh.

Selanjutnya, darah dipompa keluar dari tubuh, masuk ke dalam mesin dialiser untuk dibersihkan, kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh. Cuci darah dapat membutuhkan waktu selama 2 hingga 5 jam per tindakan.

Baca Juga: Kadar Asam Urat Normal, Ini Batasan dan Cara Menjaganya

(SA)