Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Rematik secara Medis dan Alami

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penderita rematik yang dapat diatasi secara medis maupun mencoba bahan-bahan alami. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penderita rematik yang dapat diatasi secara medis maupun mencoba bahan-bahan alami. Foto: Pexels

Dalam dunia medis, rematik adalah penyakit yang menyerang bagian persendian dan sekitarnya. Biasanya, gejala rematik timbul di daerah tangan, kaki, dan sekitar pergelangan. Agar gejalanya tidak semakin parah, pengidap rematik perlu mempelajari cara mengatasi rematik.

Rematik adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh, justru menyerang balik persendian yang sehat. Akibatnya, persendian menjadi nyeri, kaku, bengkak, dan timbul gejala rematik lainnya.

Penyakit rematik memang tidak dapat disembuhkan total. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan gejala, serta memperlambat perkembangan penyakit dan kerusakan sendi, serta meningkatkan fungsi gerak persendian yang berdampak pada peningkatkan kualitas hidup.

Secara umum, upaya mengatasi rematik dapat berwujud tindakan medis maupun dengan cara alami. Hal ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit, usia, serta kondisi kesehatan penderitanya secara keseluruhan.

Berikut cara mengatasi rematik untuk meredakan peradangan dan gejala lain yang patut dicoba penderitanya.

Ilustrasi mengatasi rematik melalui tindakan medis. Foto: Pexels

Cara Mengatasi Rematik secara Medis

Melalui tindakan medis, dokter akan memberikan pengobatan yang bertujuan untuk meredakan gejala nyeri yang dirasakan penderitanya. Abdul Muhith melalui buku Pendidikan Keperawatan Gerontik menyebutkan pengobatan rematik yang direkomendasikan secara medis, yakni:

1. Obat-obatan Rematik

Berikut ini adalah daftar obat yang biasanya diberikan dokter untuk mengatasi gejala rematik:

  • Kortikosteroid. Obat kortikosteroid seperti prednison mampu mengurangi peradangan, meredakan nyeri dan kekakuan, serta memperlambat kerusakan sendi. Dokter umumnya meresepkan obat ini untuk meredakan gejala rematik akut pada jangka pendek atau ketika kambuh (flare).

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat NSAID berfungsi untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri pada persendian akibat rheumatoid arthritis. Sebagai contoh, obat NSAID generik yang bisa dibeli di apotik, yaitu ibuprofen dan naproxen.

  • Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARD). Obat DMARD dapat memperlambat perkembangan penyakit rematik dan membantu menyelamatkan sendi dan jaringan lainnya dari kerusakan permanen. Jenis obat ini bekerja dengan cara memblokir efek dari zat kimia yang dilepaskan, ketika sistem kekebalan menyerang sendi penderita rematik.

2. Terapi

Selain obat-obatan, dokter juga mungkin menyarankan penderita rematik untuk menjalani terapi, seperti terapi fisik dan okupasi.

Pada terapi fisik, terapis akan membantu pengidap rematik untuk meningkatkan kebugaran dan kekuatan otot, serta melatih persendian agar lebih fleksibel. Sementara pada terapi okupasi, terapis akan melatih tentang cara menjalankan aktivitas sehari-hari.

3. Operasi

Jika obat dan terapi fisik gagal mencegah atau memperlambat kerusakan sendi, kemungkinan besar dokter akan menyarankan pembedahan sebagai cara mengobati rematik lainnya. Pembedahan dilakukan untuk mengurangi gejala serta memperbaiki sendi yang rusak.

Operasi radang sendi pada rematik biasanya melibatkan satu atau lebih prosedur pembedahan. Adapun prosedur pembedahan yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • Synovectomy: Pembedahan untuk menghilangkan sinovium (lapisan sendi) yang meradang. Prosedur ini bisa dilakukan pada lutut, siku, pergelangan tangan, jari-jari, dan pinggul.

  • Perbaikan tendon: Peradangan dan kerusakan sendi dapat menyebabkan tendon di sekitar sendi putus atau kendur. Melalui prosedur ini, dokter akan memperbaiki tendon yang mengalami kerusakan di sekitar sendi.

  • Penggantian sendi total: Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan bagian sendi yang rusak dan menggantinya dengan prostesis yang terbuat dari logam dan plastik.

  • Penggabungan sendi: Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan menstabilkan kembali sendi yang rusak. Cara ini dilakukan, jika penggantian sendi total tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Ilustrasi jahe yang diduga bisa mengobati gejala rematik secara alami. Foto: Pexels

Cara Mengatasi Rematik secara Alami

Selain menjalani perawatan medis, tak sedikit penderita rematik mencoba memanfaatkan bahan-bahan alami untuk membantu meredakan peradangan dan gejala lainnya.

Merangkum dalam buku Solusi Sehat Mengatasi Asam Urat & Rematik terbitan Tim Agro Media, berikut ini sederet obat rematik alami yang mungkin bisa membantu meredakan gejala:

1. Jahe

Jahe merupakan salah satu rempah yang diyakini memiliki sifat antiradang karena kandungan gingerol-nya. Kandungan inilah yang diduga dapat mencegah terjadinya kerusakan tulang akibat penyakit rematik, seperti rheumatoid arthritis.

2. Teh Hijau

Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol yang diketahui mampu meredakan peradangan dan nyeri sendi yang disebabkan oleh rematik. Teh hijau banyak dijual di pasaran dan tergolong sangat mudah untuk dikonsumsi. Hal ini membuat teh hijau semakin ideal untuk dimanfaatkan sebagai obat rematik alami.

3. Bawang Putih

Tak hanya digunakan sebagai bumbu masakan, bawang putih juga dipercaya mampu menghambat produksi sitokin yang menjadi pemicu terjadinya peradangan di dalam tubuh. Ini membuat bawang putih diklaim sebagai obat rematik alami.

4. Kayu Manis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kayu manis secara rutin dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan sendi pada penderita rematik rheumatoid arthritis.

Ini berkat kandungan antioksidan di dalam kayu manis yang diduga mampu menghambat kerusakan sel akibat efek radikal bebas dan meredakan peradangan di dalam tubuh.

Berbagai bahan alami di atas memang dipercaya berkhasiat untuk meredakan gejala penyakit rematik. Namun, efektivitas dan tingkat keamanan berbagai bahan tersebut sebagai obat rematik alami masih perlu diteliti lebih lanjut.

Baca Juga: Tepis Mitos Rematik, Mandi Malam Punya Manfaat Baik untuk Tubuh

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa ciri-ciri penyakit rematik?
chevron-down

Rematik adalah kondisi peradangan yang membuat area persendian terasa nyeri, bengkak, serta kaku. Serangan inilah yang menyebabkan penderitanya sulit melakukan aktivitas harian seperti memakai baju, membawa barang, menulis, hingga membuka botol.

Apa yang harus dilakukan ketika rematik?
chevron-down

Pengidap rematik perlu memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pengobatan secara medis, seperti mengonsumsi obat-obatan rematik,terapi, hingga operasi.

Rematik disebabkan karena apa?
chevron-down

Rematik disebabkan oleh gangguan autoimun, yaitu ketika kekebalan menyerang jaringan-jaringan sendi yang tidak semestinya, sehingga muncul peradangan pada area sendi.