Konten dari Pengguna

Cedera Kepala Ringan: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami cedera kepala ringan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami cedera kepala ringan. Foto: Pixabay

Berdasarkan nilai Glasglow Coma Scale (GCS), cedera kepala terbagi menjadi tiga kelompok, yakni cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), dan cedera kepala berat (CKB). Di antara ketiganya, yang paling banyak dialami oleh masyarakat adalah cedera kepala ringan.

Diperkirakan sebanyak 75-80 persen kasus cedera kepala tergolong dalam kategori cedera ringan. Cedera kepala ringan adalah kondisi cedera kepala yang terjadi akibat benturan, kecelakaan, atau dipukul dengan benda keras.

Cedera kepala jenis ini dapat mengakibatkan trauma kepala dan kehilangan kesadaran selama kurang dari 30 menit. Mengutip buku Panduan Praktis Diagnosis dan tata Laksana Penyakit Saraf terbitan Egc, cedera kepala ringan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • GCS > 13

  • Tidak terdapat kelainan pada CT scan otak

  • Tidak memerlukan tindakan operasi

  • Lama dirawat di rumah sakit kurang dari 48 jam

Gejala Cedera Kepala Ringan

Ilustrasi mengalami cedera kepala ringan. Foto: Pixabay

Selain mengakibatkan trauma di kepala serta kehilangan kesadaran selama 30 menit, ada juga beberapa gejala lain yang akan dialami ketika cedera kepala ringan. Disadur dari laman Johns Hopkins Medicine, gejala akibat cedera kepala ringan adalah:

  • Bagian kepala yang cedera terasa bengkak karena ada benjolan atau memar;

  • Terdapat luka kecil dan dangkal di kulit kepala;

  • Akan mengalami sakit kepala ringan;

  • Sensitif pada suara bising dan cahaya;

  • Suasana hati menjadi kacau;

  • Mudah merasa cemas dan depresi;

  • Bingung antara merasa sakit kepala ringan atau pusing;

  • Mengalami gangguan keseimbangan dan susah konsentrasi;

  • Mual dan muntah;

  • Sulit berbicara;

  • Pola tidur terganggu;

  • Pandangan sedikit kabur;

  • Telinga berdenging;

  • Badan lemas atau lesu.

Diagnosis Cedera Kepala Ringan

Dalam mendiagnosis, biasanya dokter akan bertanya terkait gejala yang dialami dan apakah ada riwayat benturan di kepala. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik untuk mengetahui tingkat keparahan cedera kepala yang dialami pasien.

Pemeriksaan fisik tersebut mengacu pada nilai Glasgow Coma Scale (GCS). Penilaian yang diberikan GCS berupa kemampuan pasien dalam menggerakkan mata dan tungkai, serta respons pasien dalam mengikuti instruksi yang diberikan.

Dalam GCS, kemampuan pasien nantinya akan diberi nilai dari 3 sampai 15. Semakin tinggi nilai yang diberikan, maka semakin ringan tingkat keparahannya. Selain GCS, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lain, dikutip dari buku Panduan Praktis Diagnosis dan tata Laksana Penyakit Saraf terbitan Egc, yakni:

Ilustrasi mengalami cedera kepala ringan. Foto: Pixabay

1. CT Scan Kepala

CT scan kepala merupakan standard baku untuk mendeteksi perdarahan intrakranial. Semua pasien dengan GCS kurang dari 15 sebaiknya menjalani pemeriksaan CT scan, sedangkan pada pasien dengan GCS 15, CT scan dilakukan hanya dengan indikasi tertentu, seperti:

  • Nyeri kepala hebat.

  • Adanya tanda-tanda fraktur basis kranii.

  • Adanya riwayat cedera yang berat.

  • Muntah lebih dari 1 kali.

  • Penderita lansia (usia > 65 tahun) dengan penurunan ke sadaran atau amnesia.

  • Kejang.

  • Riwayat gangguan vaskuler atau menggunakan obat-obat antikoagulan.

  • Amnesia, gangguan orientasi, berbicara, membaca, dan menulis.

  • Rasa baal pada tubuh.

  • Gangguan keseimbangan atau berjalan.

2. MRI Kepala

MRI adalah teknik pencitraan yang lebih sensitif dibandingkan dengan CT scan; kelainan yang tidak tampak pada CT scan dapat dilihat oleh MRI. Namun, dibutuhkan waktu pemeriksaan lebih lama dibandingkan dengan CT scan sehingga tidak sesuai dalam situasi gawat darurat.

3. PET dan SPECT

Positron Emission Tomography (PET) dan Single Photon Emission Computer Tomography (SPECT) mungkin dapat memperlihatkan abnormalitas pada fase akut dan kronis meskipun CT Scan atau MRI dan pemeriksaan neurolo gis tidak memperlihatkan kerusakan.

Namun, spesifisitas penemuan abnormalitas tersebut masih dipertanyakan. Saat ini, penggunaan PET atau SPECT pada fase awal kasus CKR masih belum direkomendasikan.

Pengobatan Cedera Kepala Ringan

Ilustrasi mengalami cedera kepala ringan. Foto: Pixabay

Pada kasus cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat dan meresepkan obat parasetamol agar meredakan sakit kepala.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan kepada pasien untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memperburuk gejala, misalnya seperti aktivitas yang memerlukan banyak gerak atau konsentrasi tinggi.

Meski begitu, pasien tidak disarankan untuk istirahat total dan sebaiknya melakukan aktivitas ringan sesekali. Hal ini agar dapat diketahui apakah ada gejala yang memburuk atau muncul gejala lain. Apabila ada, maka periksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan.

Untuk membantu proses pemulihan cedera kepala ringan, ada beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi obat yang mengandung aspirin dan ibuprofen.

  • Jangan mengonsumsi obat tidur atau obat golongan sedatif, misalnya seperti alprazolam, kecuali telah diresepkan oleh dokter.

  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Jangan berkendara, mengoperasikan mesin atau melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik sebelum benar-benar sembuh.

Baca Juga: Cedera Tulang Belakang: Klasifikasi, Gejala, hingga Cara Memeriksanya

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Berapa lama cedera kepala ringan sembuh?

chevron-down

Pada kasus cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat dan meresepkan obat parasetamol agar meredakan sakit kepala.

Apa efek benturan di kepala?

chevron-down

Bagian kepala yang cedera terasa bengkak karena ada benjolan atau memar, terdapat luka kecil dan dangkal di kulit kepala, sakit kepala ringan, hingga sulit berbicara.

Apa pantangan dalam pemulihan cedera kepala ringan?

chevron-down

Jangan mengonsumsi obat yang mengandung aspirin dan ibuprofen, jangan mengonsumsi obat tidur atau obat golongan sedatif, misalnya seperti alprazolam, kecuali telah diresepkan oleh dokter, jangan mengonsumsi minuman beralkohol, dan jangan berkendara.