Efek Samping Cuci Darah yang Wajib Diketahui Pasien

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang dengan gangguan ginjal, cuci darah atau hemodialisis adalah terapi yang harus dijalani secara rutin. Prosedur medis ini berfungsi sebagai pengganti kerja ginjal yang sudah tidak lagi mampu membersihkan darah dengan optimal.
Proses ini menggunakan mesin dialisis untuk menyaring dan mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi pada darah pasien.
Meski sangat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal, cuci darah bukan tanpa risiko. Prosedur ini dapat memunculkan efek samping dalam berbagai bentuk, mulai dari ringan hingga serius.
Apa Itu Cuci Darah?
Cuci darah adalah prosedur medis untuk menyaring limbah, garam, dan cairan ekstra dari darah sehingga tubuh dalam keseimbangan yang sehat.
Prosedur ini biasanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu untuk merawat pasien dengan gagal ginjal kronis atau kondisi medis lainnya yang memerlukan fungsi ginjal tambahan.
Proses cuci darah melibatkan serangkaian langkah untuk membersihkan darah dari limbah, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengendalikan kadar asam dan basa dalam tubuh.
Mengutip buku Gagal Ginjal karya Syamsir Alam dan Iwan Hadibroto, dijelaskan bahwa dalam proses hemodialisis, darah akan dipompa keluar dari tubuh, kemudian dialirkan ke dalam mesin dialiser untuk dibersihkan.
Pembersihan ini berlangsung melalui mekanisme difusi dan ultrafiltrasi menggunakan cairan khusus untuk dialisis. Darah yang telah dibersihkan akan dikembalikan ke tubuh pasien melalui saluran yang sama yang digunakan untuk menghubungkan pasien ke mesin dialisis.
Umumnya, prosedur cuci darah dilakukan sebanyak 1 hingga 3 kali dalam seminggu, dengan durasi setiap sesi selama 2 hingga 5 jam.
Baca Juga: 5 Efek Samping Vitamin D3 yang Perlu Diwaspadai Jika Dikonsumsi Berlebihan
Efek Samping Cuci Darah
Dalam buku berjudul Strategi Efektif Menghadapi Depresi pada Pasien Hemodialisa melalui Logoterapi dan TKP karya Buntar Handayani, prosedur cuci darah dapat menyebabkan efek samping. Beberapa dampaknya meliputi:
1. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)
Salah satu efek samping paling umum dari cuci darah adalah hipotensi. Penurunan tekanan darah biasanya terjadi akibat pengeluaran cairan berlebih dari tubuh selama proses hemodialisis.
2. Anemia
Pasien cuci darah kerap mengalami anemia, yaitu kondisi tubuh kekurangan sel darah merah. Ini bisa terjadi karena pasien kehilangan banyak sel darah merah yang sehat selama proses filtrasi darah berlangsung. Gejala anemia meliputi kelelahan ekstrem, sakit kepala, sesak napas dan kulit pucat.
3. Kram Otot
Sebagian pasien mengalami kram otot, terutama di kaki atau tangan saat sesi cuci darah atau setelah prosedur dilakukan. Penyebabnya bisa karena penurunan kadar elektrolit dalam tubuh, seperti penurunan kadar kalium.
4. Peningkatan Risiko Infeksi
Risiko infeksi meningkat selama cuci darah, terutama infeksi di tempat masuknya jarum atau kateter. Infeksi ini rentan terjadi pada saluran kemih atau tempat-tempat lain karena penurunan daya tahan tubuh.
5. Gangguan Elektrolit
Hemodialisis dapat menyebabkan perubahan dalam kadar elektrolit dalam tubuh, seperti natrium, kalium, dan kalsium. Ketidakseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk aritmia jantung dan kelemahan otot.
(SA)
