Konten dari Pengguna

Fatty Liver: Definisi, Penyebab, dan Gejalanya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasien yang menderita fatty liver. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasien yang menderita fatty liver. Foto: Pexels.com

Fatty liver sering kali menjadi masalah kesehatan yang jarang mendapat perhatian karena gejalanya berkembang secara diam-diam. Padahal, kondisi ini bisa memicu berbagai penyakit serius jika tidak ditangani dengan tepat. Lalu, apa sebenarnya fatty liver itu?

Dalam dunia medis, fatty liver merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di dalam sel-sel hati. Meski keberadaan lemak di hati adalah hal normal, jumlah yang terlalu banyak bisa menganggu fungsi hati.

Masalah pada hati ini bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki pola makan tinggi lemak, gaya hidup tak sehat, hingga konsumsi alkohol berlebihan. Simak pembahasan lebih lengkap mengenai fatty liver di artikel berikut.

Apa Itu Fatty Liver?

Ilustrasi fatty liver. Foto: Unsplash.com

Fatty liver dinamakan juga sebagai perlemakan hati. Penyakit fatty liver adalah kondisi ketika terdapat terlalu banyak lemak di dalam hati, yakni lebih dari lima persen dari total berat organ tersebut.

Terlalu banyak lemak di hati dapat menyebabkan reaksi radang yang dapat merusak hati dan menimbulkan jaringan parut. Selanjutnya jaringan parut atau fibrosis ini akan menjadi sirosis hati, keadaan gagal hati yang tak dapat diperbaiki lagi.

Ada dua jenis utama dari fatty liver, yaitu:

  • Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD): Jenis penyakit hati berlemak yang tak terkait dengan konsumsi alkohol yang berlebihan. Biasanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Alcoholic Fatty Liver Disease: Disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka waktu panjang.

Masalah fatty liver bisa berkembang ke kondisi yang lebih serius, seperti peradangan, pengerasan hati (sirosis), kegagalan hati, bahkan kanker. Selain itu, penyakit ini juga berkaitan erat dengan sindrom metabolik, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan lemak darah yang tinggi.

Baca Juga: Apa Itu Diabetic Foot? Ini Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Penyebab Fatty Liver

Ilustrasi pasien yang menderita fatty liver. Foto: Pexels.com

Fatty liver bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi alhokol yang berlebihan dapat mengganggu metabolisme lemak di hati dan merusak sel-selnya sehingga memicu peradangan.

2. Obesitas

Timbunan lemak berlebih cenderung mengendap di hati dan dapat menyebabkan penyakit fatty liver.

3. Diabetes

Penderita diabetes tipe 2 memiliki kecenderungan tinggi mengalami fatty liver karena memiliki gangguan dalam pengendalian gula darah.

4. Gaya Hidup Tak Sehat

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori, gula, dan lemak jenuh dapat menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga memperbesar risiko penumpukan lemak di hati.

Gejala Fatty Liver

Ilustrasi pasien yang menderita fatty liver. Foto: Pexels.com

Umumnya perlemakan hati tak menimbulkan gejala apa-apa. Ketika timbul komplikasi jaringan parut di hati atau fibrosis, berbagai keluhan baru akan muncul.

Mengutip buku Dari Diabetes Menuju Mata, Hati, dan Seks karya Hans Tandra, berikut beberapa gejala yang muncul karena adanya fatty liver.

  • Kelelahan

  • Mudah berdarah atau memar

  • Kehilangan selera makan

  • Mual

  • Bengkak di tungkai, kaki, atau pergelangan kaki (edema)

  • Penurunan berat badan

  • Kulit yang gatal

  • Warna kuning pada kulit dan mata (ikterus)

  • Banyak cairan di dalam perut (asites)

  • Kemerahan di telapak tangan (liver palm)

  • Pembuluh darah seperti laba-laba tepat di bawah permukaan kulit (spider nevus).

(SA)