Fungal Acne: Pengertian, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Menghilangkannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jerawat adalah masalah kulit yang tak pernah habis untuk dibahas, khususnya bagi kaum perempuan. Sejak remaja hingga dewasa, sebagian besar orang pasti pernah mengalami masalah jerawat. Mulai dari jerawat hormon, jerawat batu, kistik, sampai fungal acne.
Berkaitan dengan fungal acne, tak sedikit orang yang masih belum familiar dengan istilah yang satu ini. Padahal, banyak remaja hingga orang dewasa yang secara tak sadar pernah mengalami kondisi ini.
Lantas, apa yang dimaksud dengan fungal acne? Artikel di bawah ini akan memberikan ulasan lengkap mengenai fungal acne hingga cara menghilangkannya yang menarik untuk diketahui.
Pengertian Fungal Acne
Menurut situs WebMD, fungal acne adalah jenis infeksi pada folikel rambut pada kulit. Ini paling sering muncul sebagai jerawat kecil yang tidak banyak memiliki variasi bentuk atau ukuran, tapi sering kali disertai dengan rasa gatal.
Dalam istilah medis, fungal acne kerap disebut dengan Pityrosporum folikulitis atau Malassezia folikulitis. Ini merupakan jenis jamur yang memang kerap tumbuh di bahu, punggung, serta leher dan masih terbilang wajar.
Namun, jika jumlah jamur pada kulit mulai banyak hingga tidak terkontrol, hal ini akan menyebabkan infeksi pada folikel rambut. Sehingga, dapat menimbulkan gejala mirip seperti jerawat yang dinamakan fungal acne.
Fungal acne ini biasanya juga disertai dengan masalah kulit lainnya, di antaranya seperti rambut berketombe hingga psoriasis. Namun, perlu diingat, fungal acne bukanlah sebuah jerawat. Sebab jerawat adalah infeksi akibat bakteri, sedangkan fungal acne karena infeksi jamur.
Ciri-Ciri Fungal Acne
Secara kasat mata, fungal acne dan jerawat memang terlihat mirip. Namun, ada beberapa kondisi di mana fungal acne berbeda dengan jerawat biasa. Menghimpun laman Healthline, berikut beberapa ciri-ciri fungal acne:
1. Ukuran
Umumnya, fungal acne berbentuk seperti benjolan berisi nanah. Hal ini disebabkan oleh jamur jerawat yang semuanya cenderung hampir berukuran sama. Sementara jerawat akibat bakteri dan komedo dapat memiliki berbagai ukuran.
2. Lokasi
Fungal acne sering kali muncul di bagian lengan, dada atau payudara, hingga punggung. Bahkan, terkadang fungal acne ini juga bisa muncul di wajah, di mana tempat jerawat bakteri paling sering terjadi.
3. Terasa gatal
Kondisi yang kerap dialami penderita fungal acne adalah sering merasakan gatal di benjolan dan area sekitarnya. Sementara pada jerawat yang diakibatkan oleh bakteri jarang mengalami hal ini.
4. Berkelompok
Fungal acne juga sering muncul dalam bentuk kelompok whiteheads kecil dalam satu ruang lingkup yang padat. Misalnya, di area wajah bagian pipi dan muncul secara bergerombol dengan ukuran serupa. Tentu ini berbeda dengan jerawat bakteri yang timbul secara terpisah.
Penyebab Fungal Acne
Tidak seperti jerawat pada umumnya, fungal acne tidak disebabkan oleh minyak dan bakteri di pori-pori, meskipun produksi minyak dan sebum berlebih dapat memberi makan bakteri penyebab fungal acne.
Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan fungal acne, di antaranya seperti dikutip dari laman Byrdie berikut ini:
1. Panas dan kelembaban
Fungal acne sangat berkaitan erat dengan iklim yang cenderung panas dan lembab. Maka dari itu, kondisi ini relatif terjadi di negara yang wilayahnya beriklim tropis, seperti Indonesia.
Sebab, ragi yang menyebabkan fungal acne memang dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembab dengan keringat dan panas yang berlebihan.
2. Keringat
Mengenakan pakaian olahraga yang berkeringat terlalu lama dapat mendorong pertumbuhan jamur. Mengenakan kembali pakaian olahraga tanpa mencucinya juga dapat membuat kulit terkena jamur yang tumbuh di pakaian tersebut.
3. Terlalu sering menggunakan antibiotik
Ragi pada kulit manusia adalah bagian dari mikrobioma, sehingga tidak menjadi masalah jika jumlahnya tidak berlebihan. Namun, jika sering meminum antibiotik, bakteri di kulit bisa berkurang dan bisa memungkinkan pertumbuhan jamur yang berlebihan.
4. Melakukan kontak dengan orang yang sedang mengalami fungal acne
Diketahui, fungal acne dapat menular apabila seseorang mengalami kontak fisik dengan orang yang sedang terkena infeksi ini. Misalnya, saling memakai pakaian yang sama atau satu handuk bersamaan.
Perbedaan Fungal Acne dan Bruntusan
Fungal acne ini bisa menyebabkan komedo putih atau whitehead hingga iritasi kulit. Maka dari itu, fungal acne sering kali disamakan sebagai acne vulgaris atau bruntusan, yakni jerawat yang diakibatkan oleh komedo hitam dan komedo putih.
Namun, fungal acne ini bukanlah kondisi yang dapat diketahui secara pasti. Jadi, apabila yakin memiliki gejala fungal acne, segera temui dokter kulit. Dokter kulit berspesialisasi dalam mendiagnosis dan merawat kondisi yang memengaruhi kulit.
Biasanya, untuk menentukan apakah gejala yang dialami adalah akibat dari fungal acne, dokter kulit akan menanyakan gejala yang sedang dialami, misalnya:
Sudah berapa lama mengalami breakout?
Apa yang digunakan untuk mengobatinya?
Gejala apa yang dialami?
Dalam beberapa kasus lain, dokter mungkin juga akan melakukan salah satu hal berikut:
Dokter mungkin melakukan pengikisan kulit sederhana tanpa rasa sakit dan memeriksa goresan di bawah mikroskop untuk mencari ragi yang bertanggung jawab atas fungal acne.
Dokter mungkin mengambil sampel kulit, atau biopsi. Ini adalah proses sederhana yang dilakukan di kantor. Sampel akan dikirim ke laboratorium di mana dapat diuji untuk mengkonfirmasi diagnosis jerawat jamur.
Cara Menghilangkan Fungal Acne
Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, fungal acne dapat dikurangi infeksinya dengan mengikuti langkah-langkah yang ditulis dalam laman Byrdie berikut ini:
1. Gunakan sampo ketombe secara teratur
Membilas badan dengan sampo ketombe dapat membantu menjaga keseimbangan ragi yang sehat pada kulit. Setelah fungal acne hilang, maka dapat mengurangi intensitas penggunaan sampo sebagai pembersih tubuh menjadi hanya seminggu sekali.
2. Kenakan pakaian yang longgar
Pakaian longgar memungkinkan aliran udara dapat masuk dengan lancar, serta dapat mengurangi rasa hangat dan lembab yang mendorong pertumbuhan jamur.
3. Mandi setelah berkeringat
Segeralah mandi setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang menyebabkan berkeringat seharian. Hal ini dapat membantu mencegah masalah pertumbuhan jamur.
4. Mengonsumsi makanan dengan zat yang seimbang
Jamur seperti ragi dapat tumbuh subur dengan karbohidrat manis, jadi seimbangkan makanan dengan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan protein untuk membantu mencegah pertumbuhan fungal acne.
Skincare untuk Fungal Acne
Selain beberapa langkah di atas, fungal acne juga bisa dikurangi penyebarannya dengan menggunakan skincare. Menyadur laman Skin Carisma, berikut adalah beberapa jenis skincare yang aman untuk fungal acne:
Avene Tolerance Extreme Cleansing Lotion
Bioderma Sensibio H20
Cetaphile Gentle Skin Cleanser
Neutrogena Ultra Gentle Daily Cleanser Foaming Formula
Simple Foaming Cleanser
Simple Kind To Skin Refresing Facial Gel Wash
Albolene Moisturaizing Cleanser Fragrance Free.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Fungal acne itu seperti apa?

Fungal acne itu seperti apa?
Fungal acne adalah jenis infeksi pada folikel rambut pada kulit. Ini paling sering muncul sebagai jerawat kecil yang tidak banyak memiliki variasi bentuk atau ukuran, tapi sering kali disertai dengan rasa gatal.
Apa perbedaan bruntusan dan fungal acne?

Apa perbedaan bruntusan dan fungal acne?
Fungal acne ini bisa menyebabkan komedo putih atau whitehead hingga iritasi kulit. Maka dari itu, fungal acne sering kali disamakan sebagai acne vulgaris atau bruntusan, yakni jerawat yang diakibatkan oleh komedo hitam dan komedo putih.
Fungal acne obatnya apa?

Fungal acne obatnya apa?
Meskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, fungal acne dapat dikurangi infeksinya dengan mengikuti langkah-langkah, seperti menggunakan sampo ketombe secara teratur, kenakan pakaian yang longgar, mandi setelah berkeringat, dan mengonsumsi makanan dengan zat yang seimbang.
