Konten dari Pengguna

Gejala yang Timbul Akibat Penyakit AIDS: Demam hingga Kulit Gatal

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gejala yang timbul dari penyakit AIDS. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gejala yang timbul dari penyakit AIDS. Foto: Pixabay

AIDS merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang dapat diartikan sebagai sindrom akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh. Umumnya, gejala yang timbul akibat infeksi penyakit AIDS adalah sakit kepala, nyeri pada otot, pembengkakan kelenjar, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, AIDS juga menjadi tahap akhir dari infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Hal tersebut karena sistem kekebalan tubuh sudah rusak, sehingga sulit untuk melawan infeksi ringan sekalipun dan kemungkinan terbesar yang akan dihadapi para pengidapnya adalah kematian.

Ingin memahami lebih jelas tentang penyakit AIDS? Simak ulasannya pada artikel di bawah ini.

Apa Penyebab Penyakit AIDS dan Bagian Tubuh Apa yang Diserang?

Sebagai informasi, penyakit AIDS bukan penyakit keturunan atau diwarisi secara genetik. Penyakit AIDS justru menyerang kekebalan tubuh (immune system). Oleh karena itu, pengidap penyakit AIDS pada umumnya mudah terserang berbagai macam penyakit, seperti demam atau flu.

Ada pun beberapa gejala yang dialami oleh pengidap AIDS, di antaranya:

  1. Demam berkepanjangan

  2. Kelemahan tubuh yang mengganggu/menurunkan aktivitas fisik sehari-hari

  3. Pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, dan ketiak.

  4. Diare atau BAB terus menerus tanpa sebab yang jelas.

  5. Batuk dan sesak napas lebih dari 1 bulan secara terus menerus.

  6. Kulit gatal dan bercak-bercak merah kebiruan.

  7. Penurunan berat badan drastis, yakni lebih dari 10% dalam kurun waktu 3 hari.

Menyadur laman HIV GOV, penyebab penyakit AIDS pada umumnya adalah virus HIV. Jika pengidapnya tidak mendapatkan pengobatan yang memadai, HIV dapat menjadi AIDS dalam kurun waktu 10-15 tahun.

Karena AIDS menjadi tahap akhir dari infeksi virus HIV. Oleh karena itu, masyarakat harus mengetahui bagaimana cara virus HIV bekerja, yakni:

  • Berhubungan seksual dengan pengidap AIDS, baik secara homoseksual maupun heteroseksual.

  • Penggunaan jarum suntik atau alat tusuk lainnya, seperti akupuntur, tindik, tato, dan lainnya.

  • Terkena atau tertukarnya cairan vagina atau sperma.

  • Melakukan seks oral, seperti menggunakan mulut, ludah, gigi, hingga lidah.

  • Transfusi darah.

Lantas, apakah mungkin virus HIV/AIDS menyerang bagian tubuh para pengidapnya? Menurut laman Healthline, berikut informasinya, yaitu:

1. Area kelamin

Area kelamin jadi bagian tubuh yang cukup sering diserang oleh penyakit HIV/AIDS. Beberapa penyakit yang terjadi di sekitar area kelamin, yaitu:

  • Kutil kelamin

  • Infeksi jamur

  • Infeksi saluran kencing

2. Sistem saraf pusat

Selain area kelamin, HIV/AIDS juga bisa mengganggu sistem saraf pusat atau infeksi otak. Umumnya, infeksi otak yang dialami oleh pengidap HIV/AIDS adalah toksoplasma atau kuman tuberkulosis.

3. Sistem pernapasan

Sistem pernapasan juga jadi salah satu bagian tubuh yang diserang oleh virus HIV/AIDS. Gejala yang biasanya dirasakan oleh para pengidap adalah batuk, keringat malam, hingga sesak napas.

4. Sistem penglihatan

Bagian tubuh lainnya yang diserang oleh penyakit HIV/AIDS adalah sistem penglihatan. Pengidap umumnya akan mengalami gangguan penglihatan, sehingga terjadi penurunan lapang pandang.

Hingga saat ini, belum ada cara yang pasti untuk menyembuhkan HIV/AIDS, sehingga cara yang dilakukan adalah menekan penggandaan virus dengan berakibat pada kerusakan sistem kekebalan tubuh diberhentikan dan dipulihkan.

Apa yang Timbul Akibat Penyakit AIDS?

Penyakit AIDS dapat menimbulkan komplikasi penyakit lainnya. Foto: Unsplash

Seseorang yang mengidap HIV/AIDS adalah macam-macam infeksi yang dinamakan dengan infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik ini disebabkan karena berbagai macam mikroba, seperti bakteri, jamur, parasit, dan lainnya.

Berikut adalah jenis infeksi atau penyakit yang timbul karena penyakit HIV/AIDS, seperti yang ditulis dalam laman Planned Parethood, di antaranya:

1. Infeksi jamur pada paru

Jenis infeksi paru yang dialami oleh komplikasi HIV/AIDS, yaitu kriptokokosis. Awalnya penyakit ini disebabkan oleh pneumonia yang kemudian menyebar ke otak dan menyebabkan pembengkakan.

Ada pun infeksi jamur lainnya pada paru, yaitu Histoplasma capsulatum dan pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Kedua penyakit ini dapat memicu komplikasi pneumonia yang dialami oleh pengidap HIV/AIDS.

2. Infeksi parasit pada pencernaan

Karena imun yang dimiliki oleh pengidap HIV/AIDS sangatlah lemah, parasit yang hinggap di dalam tubuh dapat menginfeksi dan menyerang pencernaan.

Salah satu infeksi parasit pada pencernaan adalah kriptokokosis. Infeksi ini menyerang langsung bagian tubuh yang penting dalam sistem pencernaan, yaitu usus.

Penyakit ini bisa menyebabkan demam, muntah, hingga diare yang cukup parah bagi pengidap HIV/AIDS. Tidak hanya itu, penyakit ini bisa menyebabkan berat badan turun dalam jumlah yang drastis.

3. Herpes simplesx (HSV)

Herpes adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh herpes simplex virus atau HSV. Pengidap HIV/AIDS umumnya akan mengalami komplikasi herpes yang tidak hanya berupa pembentukan kutil kelamin, tetapi risiko kanker serviks.

4. Tokoplasmosis

Tokoplasmosis adalah komplikasi yang dialami oleh pengidap HIV/AIDS karena parasit yang dinamakan dengan Toxoplasma gondii. Umumnya, komplikasi HIV dan AIDS berupa infeksi toksoplasma ini dapat menyerang langsung area mata dan menimbulkan bercak putih kekuningan atau abu-abu terang.

5. Kanker serviks

Menurut laman Medical News Today, kanker serviks merupkan penyakit yang paling umum dialami oleh pengidap HIV/AIDS. Umumnya perempuan pengidap HIV/AIDS lah yang memiliki kemungkinan terbesar terkena kanker serviks.

6. Progressive Multifoval Leukoencephalopathy (PML)

Pengidap HIV/AIDS dapat menyebabkan PML atau Progressive Multifoval Leukoencephalopathy. Kondisi neurologis ini sering memengaruhi orang dengan jumlah CD4 di bawah 200.

7. Isosporiasis

Penyakit isosporiasis adalah infeksi jamur parasit yang dapat berkembang ketika seseorang minum atau bersentuhan dengan makanan dan sumber air yang sudah terkontaminasi. Penyakit ini umumnya ditemui di daerah tropis dan nontropis.

8. Candidiasis

Candidiasis adalah komplikasi HIV/AIDS berupa infeksi jamur yang menyebabkan timbulnya lapisan putih tebal pada kulit, kuku, serta selaput lendir, seperti mulut, vagina, hingga kerongkongan.

Apa yang Dimaksud dengan Penyakit B20?

Dalam HIV/AIDS, terdapat istilah penyakit B20 yang perlu untuk diketahui. Mengutip laman resmi dari Yayasan Spiritia, klasifikasi penyakit infeksi dan berparasit dibagi dalam beberapa kode, yaitu A00 hingga B99.

World Health Organization juga menyebutkan bahwa penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) berada dalam rentang B20 sampai B24. Di dalamnya nanti terdapat turunan lagi B20.1 hingga B20.9 yang merujuk pada penyakit-penyakit infeksi yang dihasilkan HIV secara lebih spesifik.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Gejala apa yang timbul akibat infeksi penyakit AIDS adalah?

chevron-down

Beberapa gejala yang dialami oleh pengidap AIDS, di antaranya demam berkepanjangan, kelemahan tubuh yang mengganggu/menurunkan aktivitas fisik sehari-hari, dan pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, dan ketiak.

Apa yang menjadi penyebab utama penyakit AIDS?

chevron-down

Penyebab penyakit AIDS pada umumnya adalah virus HIV. Jika pengidapnya tidak mendapatkan pengobatan yang memadai, HIV dapat menjadi AIDS dalam kurun waktu 10-15 tahun.

Apa penyakit yang bisa timbul akibat HIV/AIDS?

chevron-down

Beberapa penyakit yang terjadi di sekitar area kelamin, yaitu kutil kelamin, infeksi jamur, dan infeksi saluran kencing.