Jenis Obat yang Tidak Boleh Diminum Bersamaan dengan Obat Lain

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan obat lain? Obat adalah sediaan farmasi yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit tertentu berdasarkan diagnosisnya.
Setiap jenis obat diproses dengan cara yang berbeda. Dalam ilmu medis, kondisi ini disebut sebagai interaksi obat. Mengutip situs e-Medicine Health, interaksi obat biasanya berlaku pada jenis obat yang dijual bebas di pasaran (OTC).
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, meliputi cara penggunaan, efek samping, indikasi penyakit, dan lain-lain. Pengetahuan yang minim soal interaksi obat bisa menyebabkan masalah serius seperti komplikasi, alergi, dan overdosis. Beberapa interaksi obat bahkan bisa mengakibatkan kematian.
Agar terhindar dari hal tersebut, Anda perlu mengetahui aturan minum obat yang baik dan benar. Apa saja jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Jenis Obat yang Tidak Boleh Diminum Bersamaan
Sebelum mengetahui jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan, Anda perlu mengenal jenis interaksi obatnya terlebih dahulu. Kembali mengutip e-Medicine Health, berikut penjelasannya:
Duplikasi (duplication): Interaksi obat ini terjadi ketika seorang pasien meminum dua atau lebih jenis obat yang memiliki kandungan bahan aktif sama. Jika hal ini terjadi, pasien bisa mengalami overdosis.
Berlawanan (opposition): Interaksi obat ini terjadi ketika seseorang meminum dua atau lebih obat dengan kandungan yang berlawanan. Kondisi ini bisa mengurangi efektivitas salah satu obat yang diminum atau bahkan menghilangkan khasiatnya.
Perubahan (alteration): Interaksi obat ini terjadi ketika satu obat mengubah cara tubuh menyerap, menyebarkan, dan memproses obat lainnya.
Nah, berikut jenis obat yang berlawanan dan tidak boleh diminum secara bersamaan:
1. Obat Anti-inflamasi Nonsteroid (NSAD)
Obat jenis ini bisa mengurangi efektifitas obat yang berfungsi menyembuhkan tekanan darah tinggi dan gagal ginjal. Berikut daftar obatnya yang berlawanan:
Diuretik
Penghambat enzim dan dan pengubah angiotensin (ACE)
Penghambat reseptor angiotensin (ARB)
Digoxin
2. Antasida
Antasida dapat memengaruhi bioavailabilitas obat tertentu dengan meningkatkan PH lambung dan mencegah obat terserap dalam darah. Obat jenis ini bisa menurunkan atau menghilangkan efektivitas obat jika diminum bersamaan. Berikut daftar obatnya:
Antibiotik
Pengencer darah
Obat jantung
3. Dekongestan
Dekongestan seperti dekstrometorfan atau pseudoefedrin sering ditemui dalam pengobatan flu. Obat jenis ini dapat meningkatan tekanan darah bila diminum bersamaan dengan:
Obat antihipertensi
Inhibitor monoamine oksidase (MAOIs)
4. Antihistamin Generasi Pertama
Obat ini memiliki efek sedatif yang dapat meningkatkan efek depresan sistem saraf pusat dari sejumlah obat seperti:
Alkohol
Benzodiazepin
Opiat
Barbiturat
Fenotiazin
Bolehkah Paracetamol Diminum bersama Obat Lain?
Dijelaskan dalam situs NHS, paracetamol boleh diminum dengan obat lain. Anda bisa memilih obat yang memiliki kandungan ibuprofen, aspirin, dan kodein.
Jangan minum paracetamol bersamaan dengan obat yang mengandung paracetamol juga. Jika Anda melakukannya, risiko overdosis bisa saja terjadi.
Apakah Boleh Minum Paracetamol dengan Vitamin?
Tidak ada interaksi khusus antara paracetamol dan vitamin. Anda bisa meminumnya secara bersamaan tanpa jeda waktu yang lama.
Jika belum yakin, tanyakan langsung kepada dokter terkait. Nantinya, dokter akan memberikan penjelasan rinci sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Apakah Paracetamol Bisa Diminum dengan Obat Lambung?
Paracetamol bisa diminum bersamaan dengan obat lambung. Untuk meningkatkan efektivitasnya, sebaiknya Anda meminum obat lambung sebelum makan dan meminum paracetamol sesudah makan.
Mengutip situs Pharmeasy, obat lambung (antasida) tidak memiliki interaksi khusus dengan paracetamol. Adapun jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan obat lambung yaitu:
Antibiotik
Pengencer darah
Obat jantung
Efek Samping Paracetamol yang Perlu Diketahui
Sama seperti obat-obatan lainnya, penggunaan paracetamol bisa memiliki efek samping tertentu. Dikutip dari laman Healthline, adapun efek samping paracetamol yang bisa muncul setelah mengonsumsi obat ini, yaitu:
Sakit perut
Mual atau muntah
Mulas atau perut kembung
Berkeringat
Kehilangan nafsu makan
Mulut atau tenggorokan kering
Nyeri sendi
Detak jantung menjadi cepat
Perlu diingat, penggunaan paracetamol bisa memiliki efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan obat ini juga dapat memicu reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, dan sesak napas.
Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.
Baca Juga: Bolehkah Minum Paracetamol Sebelum Makan? Ini Penjelasannya
Apakah Boleh Minum Obat Setelah Makan Mie Instan dan Roti?
Setiap obat memiliki anjuran tersendiri dalam penggunaannya. Khusus obat lambung, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk meminumnya sebelum makan. Sementara jenis obat lainnya bisa diminum setelah makan.
Sebelum minum obat, pastikan perut Anda sudah terisi oleh makanan. Pilih makanan jenis apa pun, termasuk mie instan dan roti. Adapun makanan dan minuman yang harus dihindari saat minum obat adalah susu, kopi, dan alkohol.
(MSD & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan antibiotik?

Apa jenis obat yang tidak boleh diminum bersamaan dengan antibiotik?
Antibiotik tidak boleh diminum bersamaan dengan kontrasepsi oral dan antasida (obat lambung).
Apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat?

Apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi setelah minum obat?
Kopi, alkohol, dan susu.
Apa yang dimaksud dengan interaksi obat?

Apa yang dimaksud dengan interaksi obat?
Interaksi obat adalah perubahan efek obat ketika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain atau dengan makanan dan minuman tertentu.
