Keputihan Saat Hamil, Pahami Ciri-Ciri Normal dan Abnormalnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keputihan saat hamil tentunya memiliki perbedaan dengan keputihan yang muncul ketika tidak hamil. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil.
Keputihan saat hamil adalah salah satu perubahan yang dirasakan oleh ibu hamil yang bisa sangat bervariasi dalam konsistensi atau ketebalan, frekuensi, dan jumlah selama kehamilan.
Perubahan ini akan dirasakan sepanjang kehamilan. Ibu hamil perlu mengetahui beberapa hal mengenai keputihan saat hamil agar bisa mengatasi keputihan yang bersifat mengancam.
Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai perubahan pada keputihan saat hamil. Simak penjelasannya di bawah ini.
Keputihan Saat Hamil
Sama halnya dengan keputihan yang muncul saat siklus menstruasi, keputihan juga akan timbul saat kehamilan, bahkan akan memberikan beberapa perubahan.
Mengutip dari Verywell Health, keputihan saat hamil biasanya akan memiliki tekstur yang tipis atau tidak menggumpal, berwarna bening hingga putih susu, serta memiliki bau yang ringan atau tidak berbau sama sekali. Keputihan jenis ini disebut sebagai leukorea.
Menurut Prof. dr. Ida Bagus Gde Manuaba dalam buku Kepaniteraan Klinik Obsterri & Ginekologi, leukorea adalah cairan yang keluar dari genitalia wanita yang bukan darah.
Leukorea keluar sebagai mekanisme dari tubuh wanita untuk menjaga dan melindungi kesehatan organ reproduksi. Istilah leukorea sering mengacu pada kondisi keputihan saat hamil.
Penyebab keputihan mengalami pertambahan adalah karena peningkatan estrogen dan aliran darah ke area vagina. Namun, peningkatan ini biasanya tidak terlihat sampai minggu ke-8 kehamilan atau setelah tanda-tanda awal kehamilan lainnya yang lebih pasti, seperti telat haid.
Ketika usia kehamilan berada pada trimester pertama, keputihan mengalami peningkatan karena berfungsi untuk menghilangkan sel-sel mati dan bakteri dari rahim dan vagina untuk membantu mencegah infeksi.
Jumlah keputihan yang ibu hamil alami akan meningkat secara bertahap seiring dengan perkembangan kehamilan. Selama umumnya tetap tidak berwarna dan tidak berbau, itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Seiring waktu, pelepasan ini juga membantu membentuk adanya suatu sumbatan yang berlendir. Sumbatan ini nantinya akan bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah infeksi memasuki rahim dan membahayakan bayi.
Intinya, keputihan merupakan hal yang normal, bahkan pada ibu hamil. Namun, keputihan bisa menujukan adanya gangguan jika memiliki ciri yang tidak normal.
Warna Normal Keputihan Saat Hamil
Pada umumnya, warna keputihan dapat mengindikasikan adanya gangguan terhadap kesehatan tubuh, khususnya organ intim. Warna keputihan saat hamil yang normal biasanya adalah bening atau tidak berwarna, putih hingga putih susu, merah muda, dan coklat.
Untuk keputihan coklat atau merah muda terjadi akibat adanya beberapa kondisi dalam tubuh. Berikut hal-hal yang menyebabkan munculnya keputihan berwarna coklat atau merah muda:
Implantasi, yakni proses awal kehamilan yang terjadi saat embrio tertanam di lapisan rahim, sekitar 10 hari setelah pembuahan. Pada masa ini, organ intim wanita akan mengeluarkan bercak berwarna merah muda atau coklat.
Hubungan seks dan pemeriksaan kesehatan organ intim yang disebabkan oleh adanya kontak dengan vagina yang menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat atau merah muda.
Olahraga berat juga bisa menjadi pemicu keluarnya bercak atau keluarnya cairan berwarna pada titik mana pun dalam kehamilan.
Kapan Harus ke Dokter?
Keputihan saat hamil merupakan satu hal yang normal terjadi. Namun, ada beberapa jenis keputihan yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil.
Keputihan dengan warna, bau, dan tekstur yang berbeda akan mengindikasikan terjadinya suatu gangguan dalam tubuh ibu hamil, bahkan bisa mempengaruhi janin.
Berikut macam-macam keputihan yang bisa berbahaya, dikutip dari situs Healthline:
Warna: Kuning, hijau, atau abu-abu daripada tidak berwarna atau putih; merah terang (menunjukkan pendarahan)
Bau: Bau yang kuat atau busuk daripada ringan atau tidak berbau
Konsistensi : Seperti keju berbusa, seperti keju cottage dan tak berserabut.
Jika memiliki gejala keputihan seperti di atas, ibu hamil disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan secara medis untuk mengetahui penyebab. Konsultasikan dengan dokter mengenai gejala tersebut untuk menemukan langkah penanganan tepat.
Baca Juga: Ciri-Ciri Keguguran dengan Keputihan dan Cara Mencegahnya
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Keputihan saat hamil warna apa?

Keputihan saat hamil warna apa?
Keputihan saat hamil biasanya akan memiliki tekstur yang tipis atau tidak menggumpal, berwarna bening hingga putih susu, serta memiliki bau yang ringan atau tidak berbau sama sekali. Keputihan jenis ini disebut sebagai leukorea.
Seperti apa keputihan saat hamil muda?

Seperti apa keputihan saat hamil muda?
Ketika usia kehamilan berada pada trimester pertama, keputihan mengalami peningkatan karena berfungsi untuk menghilangkan sel-sel mati dan bakteri dari rahim dan vagina untuk membantu mencegah infeksi.
Apakah keputihan berbahaya bagi ibu hamil muda?

Apakah keputihan berbahaya bagi ibu hamil muda?
Keputihan merupakan hal yang normal, bahkan pada ibu hamil. Namun, keputihan bisa menujukan adanya gangguan jika memiliki ciri yang tidak normal.
