Ciri-Ciri Keguguran dengan Keputihan dan Cara Mencegahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keputihan merupakan hal yang kerap dialami oleh tiap wanita, baik dalam kondisi hamil ataupun tidak. Meski demikian, keputihan juga bisa terjadi secara abnormal hingga menjadi pemicu keguguran pada wanita hamil. Lantas, apa ciri-ciri keguguran dengan keputihan?
Bagi para ibu hamil yang ingin mengetahui jawaban lengkap mengenai tanda atau ciri-ciri keguguran dengan keputihan, simak ulasan artikel di bawah ini hingga tuntas.
Apakah Keputihan Salah Satu Tanda Keguguran?
Pada dasarnya, keputihan adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Ketika seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri.
Selain itu, keputihan juga bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Keputihan ini dapat mulai sekitar dua minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum sang wanita sadar bahwa dirinya sudah telat menstruasi.
Keputihan juga bisa terjadi sepanjang masa kehamilan. Keputihan saat kehamilan ini terjadi akibat adanya perubahan hormon. Keputihan ketika sedang hamil dianggap normal apabila teksturnya tipis, bening atau putih susu, dan aromanya ringan (tidak terlalu pekat).
Cairan ini biasanya meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Kondisi ini akan hilang dengan sendirinya begitu sang bayi telah lahir.
Walau begitu, penting bagi ibu hamil untuk selalu memantau keputihan yang mereka alami. Karena, ini bisa saja menjadi tanda-tanda keputihan yang tidak normal, sehingga perlu diberikan perawatan yang tepat.
Berikut beberapa bahaya keputihan abnormal akibat infeksi selama kehamilan, seperti yang dihimpun dari buku Five in One The Series of Pregnancy Panduan Terlengkap Kehamilan Seputar Kehamilan oleh Nurul Chomaria:
Infeksi chlamydia: Keputihan akibat infeksi ini dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pecah selaput ketuban dini atau sebelum waktunya (persalinan prematur). Infeksi ini bisa berakhir pada kematian pada ibu dan anak bila tidak ditangani dengan benar dan segera.
Infeksi virus herpes Simplex: Keputihan akibat virus ini dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensepalitis).
Infeksi jamur candida: Keputihan akibat hal ini dapat meningkat kan risiko terjadinya ayan (epilepsi).
Infeksi virus HPV: Akibat dari keputihan ini, yaitu dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang meyebabkan gangguan pencernaan bayi hingga kematian.
Infeksi bakteri Neisserea Gonorrhoeae: Keputihan jenis ini dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.
Ciri-Ciri Keguguran dengan Keputihan
Keputihan bau apakah tanda keguguran? Merujuk Buku Pintar Ibu Hamil karangan Tim Naviri, berikut ciri-ciri keputihan abnormal ketika kondisi hamil yang harus diperhatikan oleh para wanita:
Cairannya kental dan berbau busuk;
Cairan keputihan keluar secara berlebihan seperti menstruasi;
Warna cairan kuning, hijau, cokelat, dan disertai darah;
Muncul rasa panas pada vagina;
Timbul rasa gatal di area sekitar vagina;
Disertai nyeri panggul atau perdarahan.
Agar kondisi di atas tidak terjadi selama kehamilan, berikut ada tips mengatasi keputihan bagi ibu hamil, seperti yang dihimpun dari buku Five in One The Series of Pregnancy Panduan Terlengkap Kehamilan Seputar Kehamilan oleh Nurul Chomaria:
Selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dengan baik.
Bersihkan dan keringkan selalu kemaluan setiap habis buang air kecil dan besar.
Arah basuh dilakukan dari arah depan ke belakang. Sebab, hal ini efektif untuk menanggulangi infeksi dari mikro organisme yang berasal dari dubur.
Bila celana basah dan lembap (karena wanita hamil menjadi lebih sering buang air kecil), maka gantilah dengan celana yang bersih dan kering.
Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun sehingga mudah menyerap keringat.
Tidak disarankan menggunakan pembersih vagina yang bersifat antiseptik, bersihkan vagina dengan air mengalir yang bersih. Sehingga tidak perlu memasukkan cairan pembersih vagina ke liang vagina.
Bila menemukan keputihan yang berbau, berwarna, dan gatal serat putih menggumpal, konsultasikan segera ke dokter terdekat atau spesialis kandungan, sehingga dokter dapat menilai adanya kemungkinan infeksi dan dapat ditangani sedini mungkin.
Khusus untuk keputihan akibat infeksi, pasangan seksual penderita pun harus diperiksa dan diobati. Hal ini agar tidak terjadi fenomena pingpong, yaitu penularan timbal balik suami istri. Selama keputihan berlangsung, hindari melakukan hubungan intim sementara waktu.
Apa yang Dirasakan Ketika Keguguran?
Keguguran adalah suatu keadaan ketika janin lahir sebelum waktunya dan gagal untuk hidup. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab keguguran, salah satunya karena kelainan pada sistem hormonal ibu hamil.
Menurut Astrid Savitri dalam buku 40 Minggu Resep Sehat Hamilmu!, ibu hamil memiliki risiko 15%-40% mengalami keguguran pada kehamilan trimester pertama. Risiko ini umumnya menurun saat memasuki trimester berikutnya.
Oleh karena itu, pada tiga bulan pertama kehamilan sangat penting untuk menjaga kesehatan janin. Janin masih rawan mengalami ruptur dan belum terlalu kuat untuk menempel (berpegangan) pada dinding rahim.
Keguguran tidak selalu disertai pingsan dan pendarahan hebat. Selain itu, keguguran dapat saja terjadi secara bertahap dan beberapa tanda keguguran terkadang malah tidak dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama.
Kembali mengutip buku 40 Minggu Resep Sehat Hamilmu! karya Astrid Savitri, adapun beberapa tanda yang dapat dirasakan oleh ibu hamil ketika mengalami keguguran, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Keluar bercak darah (Flek)
Ketika zigot melekatkan diri pada dinding rahim untuk menjadi embrio, proses tersebut kadang-kadang menimbulkan bercak darah. Flek tersebut jumlahnya sedikit dan berlangsung singkat.
Sementara pada kasus keguguran, flek biasanya berlangsung lama dan terus-menerus. Bahkan bisa juga sampai terjadi perdarahan hebat. Jika muncul flek yang tidak normal sebaiknya sesegera mungkin periksakan diri ke dokter atau bidan untuk mendapatkan pertolongan.
2. Keluarnya cairan abnormal
Cairan mirip keputihan dengan warna lebih gelap atau kecoklatan dan kemudian berubah menjadi kemerahan seperti darah, bisa jadi merupakan tanda-tanda keguguran. Segera minta bantuan medis ke dokter atau pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalaminya.
3. Kram perut
Kram perut ini sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Kram umumnya disebabkan oleh otot dinding rahim yang meregang karena janin semakin membesar.
Kram perut juga bisa terjadi akibat adanya proses pergantian produksi hormon progesteron oleh plasenta yang semula diproduksi oleh corpus luteum.
Kram perut saat keguguran rasanya sama seperti kram yang yang terjadi menjelang menstruasi, namun dengan kadar sakit yang lebih kuat.
Rasa nyeri bisa berlangsung lama dan sering kali menjalar hingga selangkangan, bagian bawah panggul, dan juga di daerah organ intim. Tanda ini tidak berdiri sendiri, sebab biasanya disertai dengan gejala pendarahan.
4. Berkurangnya gejala kehamilan
Kehamilan trimester pertama umumnya ditandai dengan beberapa gejala khas, seperti mual dan muntah (morning sickness), perubahan pada payudara, rasa mudah lelah dan sebagainya.
Gejala-gejala kehamilan tersebut mungkin membuat ibu hamil kurang nyaman, namun sebenarnya justru menandakan bahwa janin dalam kandungan sehat dan kuat.
Pada ibu hamil yang mengalami keguguran secara moderat (perlahan), gejala-gejala kehamilan tersebut bisa berkurang dan bahkan akan menghilang sama sekali.
Jika gejala-gejala tersebut menghilang secara tiba tiba dan/atau disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
5. Hilangnya pergerakan janin
Pada awal kehamilan trimester pertama, pergerakan janin mungkin masih sulit dirasakan. Setelah minggu ke-18, rata-rata ibu hamil sudah mulai merasakan dengan jelas janin bergerak di dalam rahim.
Semakin bertambah usia kehamilan, gerakan janin akan semakin kuat dan sering terjadi. Jika usia kehamilan semakin bertambah, tetapi gerakan janin malah berkurang atau bahkan menghilang, maka patut curiga dan segera periksakan diri ke dokter.
6. Denyut jantung janin tidak terdeteksi
Dalam pemeriksaan USG, jika detak jantung janin tidak terdengar melalui alat tersebut, maka dokter mungkin akan menduga bahwa bayi telah meninggal atau sang ibu mengalami keguguran.
Tanda-tanda keguguran seperti ini disebut sebagai keguguran yang terlewat, yakni embrio telah mati tetapi tidak menunjukkan gejala.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Keputihan orang hamil warna apa?

Keputihan orang hamil warna apa?
Keputihan ketika sedang hamil dianggap normal apabila teksturnya tipis, bening atau putih susu, dan aromanya ringan (tidak terlalu pekat).
Apa warna keputihan yang normal?

Apa warna keputihan yang normal?
Keputihan adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Ketika seseorang mengalami keputihan, maka cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri.
Apa yg dirasakan saat keguguran?

Apa yg dirasakan saat keguguran?
Beberapa tanda dan gejala yang mungkin dirasakan saat keguguran adalah keluar bercak darah, keluarnya cairan abnormal, kram perut, berkurangnya gejala kehamilan, denyut jantung janin tidak terdeteksi, dan hilangnya pergerakan janin.
