Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Campak dan Gejala yang Ditimbulkan

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu campak? Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apa itu campak? Foto: Unsplash

Apa itu campak? Dalam istilah medis, campak disebut juga dengan measles yang disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus. Ada banyak kondisi yang menyebabkan virus ini bisa hinggap di tubuh seseorang, salah satunya adalah menghirup percikan ludah dari pengidap campak.

Penderita campak dapat menularkan penyakit kepada orang lain dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit masih ada. Biasanya, golongan yang mudah tertular atau mengalami campak ini adalah anak-anak usia pra-sekolah dan anak SD.

Namun, tidak perlu khawatir, penderita campak hanya akan merasakan penyakit tersebut sekali selama seumur hidpnya. Artinya, seseorang yang sudah mengalami campak akan kebal terhadap penyakit ini karena sudah memiliki antibodi yang akan mendeteki virus paramyxovirus.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit campak? Simak informasi lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Apa itu Campak?

Menyadur laman Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, campak adalah penyakit sangat menular yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas anak-anak yang tinggi di dunia. Dalam dunia medis, penyakit campak dikenal juga dengan sebutan morbili atau measles.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit campak disebabkan oleh virus paramyxovirus. Virus ini menyebar melalui batuk, bersih, hingga kontak erat atau kontak langsung dengan penderita.

Jika sudah tersebar, virus akan tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan yang terinfeksi sampai dua jam ke depan. Umumnya, beberapa orang yang rentan terhadap campak adalah bayi berumur lebih dari 1 tahun dan bayi yang tidak diimunisasi.

Penyakit campak bukan termasuk penyakit berbahaya yang perlu untuk dikhawatirkan. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai bagi penderita, maupun orang-orang di sekelilingnya.

Menurut buku Therapy Herbal Back To Nature: Pengobatan Berbagai Penyakit karangan Aditya Bagus Pratama, puncak dari penyakit campak, yakni ketika ruam yang dirasakan semakin meluas serta suhu tubuh yang mencapai 40 derajat celsius.

Jika tidak ditangani dengan serius, penyakit campak juga bisa menimbulkan beberapa komplikasi, seperti infeksi bakteri, pneumonia, infeksi telinga tengah, hingga trombositopenia atau penurunan jumlah trombosit.

Gejala Penyakit Campak

Salah satu gejala campak adalah demam. Foto: Unsplash

Mengutip dari laman Rumah Sakit Krakatau Medika, gejala campak pada umumnya ditandai dengan beberapa kondisi, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah hingga mata berair. Namun, tanda khas dari penyakit campak ini adalah Koplik's spot atau bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

Gejala tersebut akan berkembang menjadi ruam di beberapa area tubuh, seperti muka dan leher, kemudian nantinya menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam.

Lebih lanjut, penyakit campak memiliki gejala klinis yang khas dan terbagi menjadi tiga stadium di antaranya:

1. Stadium prodormal

Stadium prodormal merupakan salah satu stadium dari penyakit campak yang berlangsung kira-kira 4-5 hari dengan gejala demam, malaise, batuk, fotofobia, konjungtivitis dan koriza. Pada akhir stadium, terkadang timbul bercak putih atau koplik spot pada pipi hingga daerah mulut.

2. Stadium erupsi

Stadium yang lainnya adalah stadium erupsi yang berlangsung 4-7 hari setelah stadium prodormal ditandai dengan timbulnya bercak koplik dan ruam mulai muncul dari belakang telinga menyebar ke wajah, badan, lengan dan kaki.

3. Stadium konvalensi

Stadium yang terakhir adalah stadium konvalensi yang ditandai dengan berkurangnya bercak-bercak, berkas kecokelatan yang disebut dengan hiperpigmentation, dan suhu badan yang berangsur normal.

Sebetulnya penyakit campak bisa dicegah dengan memberikan perlindungan vaksin campak. Vaksin campak ini mencegah terjadinya infeksi campak dan direkomendasikan sebagai vaksin MMR untuk anak berusia 12-15 bulan dan 4-6 tahun.

Sebagai informasi, vaksin campak adalah vaksin yang sangat baik dengan efisiensi >90% dengan booster yang diberikan dalam bentuk MMR. Sayang, belum ada obat antivirus yang cocok untuk penyakit campak.

Jika nantinya tetap tertular campak, biasanya seseorang yang sudah melakukan vaksin akan mengalami campak dengan gejala ringan dan penyembuhannya sangat cepat dan tidak perlu merasakan komplikasi yang serius.

Baca Juga: Apakah Ada Efek Vaksin Campak pada Bayi?

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab penyakit campak?
chevron-down

Dalam istilah medis, campak disebut juga dengan measles yang disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus.

Bagaimana penularan penyakit campak?
chevron-down

Penderita campak dapat menularkan penyakit kepada orang lain dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit masih ada.

Apa yang terjadi saat mengalami penyakit campak stadium prodormal?
chevron-down

Stadium prodormal merupakan salah satu stadium dari penyakit campak yang berlangsung kira-kira 4-5 hari dengan gejala demam, malaise, batuk, fotofobia, konjungtivitis dan koriza.