Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Rematik dan Cara Mendiagnosisnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit rematik yang dialami sebagian lansia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit rematik yang dialami sebagian lansia. Foto: Pexels

Penyakit rematik nampaknya tak lagi asing bagi sebagian kaum lansia. Namun, siapa sangka bahwa penyakit ini bisa menyerang berbagai usia. Pembahasan kali ini akan mengulas lebih jauh tentang apa itu rematik.

Rematik atau secara medis dikenal dengan istilah rheumatoid artritis ini biasanya muncul secara perlahan-lahan. Bahkan, awalnya nyeri sendi yang dirasakan penderitanya tak terlalu mengganggu. Namun, lama-kelamaan rasa nyeri itu semakin hebat.

Selama ini rematik lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang sistem otot dan tulang. Padahal, rematik juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ lain seperti jantung, paru-paru, sistem saraf, ginjal, kulit, hingga mata.

Jika tidak segera ditangani, rematik bisa menyebabkan berbagai masalah. Salah satunya timbul rasa tidak nyaman akibat nyeri yang dapat mengganggu aktivitas.

Langsung saja, berikut penjelasan seputar penyakit rematik, komplikasi yang ditimbulkan, hingga upaya mendiagnosisnya.

Ilustrasi sendi yang terserang penyakit rematik. Foto: Pexels

Apa Itu Rematik?

Mengutip buku Rematik, Asam Urat, Hiperurisemia, Arthritis Gout karangan Misnadiarly, rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sendi, otot, tulang, dan organ tubuh lainnya.

Rematik termasuk penyakit autoimun. Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rheumatoid arthritis. Akibatnya, terjadi peradangan kronik dan rasa nyeri tak tertahankan pada sendi-sendi yang terserang.

Rematik sering kali dikelompokkan dalam penyakit radang sendi atau arthritis. Namun, rematik sendiri sebenarnya juga mencakup banyak kondisi lain seperti osteoarthritis, sindrom sjogren, ankylosing spondylitis, dan lupus.

Sementara itu, menurut situs Cleveland Clinic, penyebab pasti penyakit rematik memang belum diketahui. Namun, sebuah studi menunjukkan ada beberapa hal yang mampu meningkatkan risiko rematik, yakni:

  • Jenis kelamin wanita;

  • Usia 40-60 tahun;

  • Memiliki riwayat keluarga dengan rematik;

  • Sering terpapar asap rokok.

Ilustrasi rasa nyeri tak tertahankan yang dikeluhkan penderita rematik. Foto: Pexels

Komplikasi Rematik

Penyakit rematik yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Dr. Scott Dougherty dalam buku Acute Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Disease menyebutkan beberapa komplikasi rematik berdasarkan jenis penyakit yang dialami pasien, di antaranya:

1. Komplikasi Rheumatoid Arthritis

  • Carpal tunnel syndrome

  • Penyakit jantung

  • Limfoma

  • Osteoporosis

  • Insomnia

2. Komplikasi Sindrom Sjogren

  • Kerusakan mata atau kebutaan

  • Limfoma non-Hodgkin

  • Hipotiroidisme

  • Neuropati perifer

  • Penyakit ginjal, seperti batu ginjal atau radang ginjal

  • Fenomena Raynaud

3. Komplikasi Ankylosing Spondylitis

  • Patah tulang belakang (osteoporosis)

  • Radang mata (iritis)

  • Gangguan pada jantung

  • Sindrom cauda equina

4. Komplikasi Lupus

  • Gagal ginjal

  • Pleuritis

  • Vaskulitis (peradangan pembuluh darah)

  • Perikarditis

  • Avaskular nekrosis (kematian jaringan tulang)

  • Komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur, preeklamsia, dan cacat jantung pada janin

5. Komplikasi Artritis Psoriasis

  • Artritis mutilans yang dapat menyebabkan cacat permanen

  • Tekanan darah tinggi

  • Penyakit metabolik

  • Diabetes

  • Penyakit jantung

Ilustrasi dokter mendiagnosis pasien rematik dengan pemeriksaan tertentu. Foto: Pexels

Diagnosis Rematik

Penyakit rematik cukup sulit untuk didiagnosis pada fase awal, karena tanda dan gejalanya menyerupai penyakit-penyakit yang lain. Sebagai langkah awal, dokter akan melakukan tanya jawab dengan pasien terkait keluhan yang dialami.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di area sendi yang mengalami kemerahan, nyeri, kaku, atau pembengkakan. Dari sinilah dokter akan melanjutkan pemeriksaan penunjang, seperti:

1. Tes Darah

Tes darah utamanya bertujuan untuk mendeteksi tanda peradangan, keberadaan antibodi tertentu, atau gangguan fungsi organ. Selain itu, tes darah juga digunakan untuk:

  • Mendeteksi keberadaan faktor rheumatoid pada rheumatoid arthritis.

  • Menilai fungsi hati serta kadar antibodi anti-La dan anti-Ro pada sindrom sjögren.

Pada pasien yang diduga terserang lupus, dokter akan melakukan hitung darah lengkap, tes laju endap darah, dan tes antibodi antinuclear untuk kembali memastikan diagnosisnya.

2. Pemindaian

Pemindaian bertujuan untuk mendeteksi peradangan dan penumpukan cairan, serta perubahan pada tulang dan sendi secara lebih jelas. Jenis pemindaian yang dapat dilakukan oleh dokter bisa berupa rontgen, USG, CT scan, atau MRI.

3. Pemeriksaan Lain

Selain pemeriksaan penunjang di atas, dokter dapat melakukan pemeriksaan lain untuk mendiagnosis jenis penyakit rematik tertentu, yaitu:

1. Pemeriksaan sindrom Sjogren

Adapun pemeriksaannya berupa:

  • Tes Schirmer dan tear break-up time untuk memeriksa dan mengukur produksi air mata yang dikeluarkan kelenjar air mata.

  • Tes produksi air liur untuk mengetahui jumlah air liur yang diproduksi.

  • Biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan dari bibir bagian dalam untuk mendeteksi keberadaan limfosit di dalam jaringan.

2. Pemeriksaan lupus

Pemeriksaan penyakit rematik jenis ini dapat ditinjau melalui:

  • Tes urine

  • Pemeriksaan fungsi ginjal dan hati

  • Ekokardiografi

3. Pemeriksaan ankylosing spondylitis

Untuk penyakit rematik jenis ini, pemeriksaan yang dilakukan dengan cara memeriksa gen HLA-B27.

Baca Juga: Tepis Mitos Rematik, Mandi Malam Punya Manfaat Baik untuk Tubuh

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa itu rematik?
chevron-down

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sendi, otot, tulang, dan organ tubuh lainnya.

Apa faktor risiko rematik?
chevron-down

Jenis kelamin wanita, usia 40-60 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan rematik, dan sering terpapar asap rokok.

Apa penyebab rematik di usia muda?
chevron-down

Rematik termasuk penyakit autoimun. Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rheumatoid arthritis. Akibatnya, terjadi peradangan kronik dan rasa nyeri tak tertahankan pada sendi-sendi yang terserang.