Penyebab Bayi Kuning dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab bayi kuning bisa bermacam-macam, tapi kondisi ini bisa dianggap normal dan dapat hilang dengan sendirinya. Penyakit kuning sendiri adalah munculnya warna kuning pada sklera mata, mukosa, dan kulit.
Menurut data medis, hampir 80 persen penyakit kuning kerap dialami oleh bayi yang baru lahir lebih dari 24 jam. Ciri-ciri bayi kuning dapat terlihat pada wajah, dada, perut, lengan, kaki, kemudian urinenya juga berwarna pekat dan tinja pucat.
Cara untuk menentukan kondisi bayi kuning ini harus dilakukan di tempat terang, seperti di bawah sinar matahari atau cahaya fluresens, kemudian apabila kulit bayi ditekan, warnanya tidak segera kembali.
Namun, terkadang kondisi kuning pada bayi tidak dapat langsung diamati oleh orang awam. Lantas, apa yang menjadi penyebab bayi mengalami penyakit kuning? Simak penjelasannya di bawah ini.
Penyebab Bayi Kuning
Penyakit kuning dalam istilah medis disebut juga dengan ikterus atau jaundice. Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jaundice umumnya dapat terjadi karena bilirubin dalam darah meningkat atau hiperbilirubin.
Dalam keadaan normal, kadar bilirubin dalam darah tidak melebihi 1 mg/dL (17 µmol/L). Namun, apabila kadar bilirubin dalam darah melebihi 1.8 mg/dL (30 µmol/L), maka akan menimbulkan ikterus.
Ikterus sebenarnya adalah zat berwarna kuning yang dapat terlihat pada sklera, selaput lender, kulit atau organ lain. Ikterus dapat terjadi karena peninggian kadar bilirubin indirek (unconjugated) dan atau kadar bilirubin direk (conjugated).
Sementara itu, kadar bilirubin adalah zat dalam darah yang mengubah feses dan urine menjadi kuning. Bila kadar bilirubin darah melebihi 2 mg persen, maka ikterus atau zat berwarna kuning tersebut akan tampak.
Naiknya produksi bilirubin ini bisa disebabkan oleh penurunan umur sel darah merah dan meningkatnya early bilirubin. Selain itu, kadar bilirubin juga dapat diakibatkan oleh peningkatan resirkulasi melalui enterohepatik shunt dan peningkatan aktivitas glucuronidase.
Umumnya, kondisi tersebut dapat ditemukan pada bayi yang mengalami beberapa kondisi berikut ini:
Bayi lahir sebelum waktunya atau dalam keadaan prematur, sehingga organ hati bayi belum matang dan tidak dapat melakukan fungsi kerjanya dengan baik.
Bayi terserang infeksi yang pada umumnya diakibatkan oleh bakteri/virus, kekurangan enzim, serta masalah pada sistem pencernaan (terutama hati).
Golongan darah bayi berbeda dengan sang ibu, sehingga dapat mengakibatkan penumpukan bilirubin dalam darah bayi.
Kekurangan cairan, sehingga dapat menyebabkan kadar bilirubin dalam darah meningkat.
Bayi dengan berat badan berlebih atau lahir dengan benjolan di kepalanya yang diakibatkan oleh trauma sang ibu juga bisa meningkatkan kadar bilirubin.
Cara Mengatasi Penyakit Kuning pada Bayi
Penyakit bayi kuning yang normal biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 minggu (10-14 hari). Asalkan sang bayi selalu diberi ASI dalam jumlah yang cukup.
Menurut William Sears dan Martha Sears dalam buku The Baby Book, meningkatkan frekuensi pemberian ASI pada bayi dapat mempercepat proses menyembuhkan penyakit kuning. Karena selain dapat menurunkan kadar bilirubin, ASI juga mengandung zat seperti ‘pencahar’ yang membuat bayi sering mengeluarkan kotoran yang membawa bilirubin.
Selain dengan memberikan ASI yang cukup, bayi juga harus diberi sinar matahari sebagai asupan vitamin D. Sinar matahari yang paling bagus adalah antara pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB, karena terdapat sinar UVB yang diperlukan tubuh dalam proses metabolisme vitamin D.
Menjemur bayi pun tidak harus terlalu lama atau bahkan sampai berjam-jam. Hal ini juga harus disesuaikan dengan jenis warna kulit sang bayi, untuk bayi-bayi di Indonesia kurang lebih cukup dalam waktu 10 sampai maksimal 15 menit.
Namun, apabila ditemukan bilirubin yang meningkat akibat proses infeksi, penanganannya adalah menghilangkan infeksi yang terjadi. Sedangkan kuning karena kelainan organ anatomi tubuh maka bisa dipertimbangkan perlu atau tidaknya tindakan operasi.
Oleh karena itu, segeralah ke dokter bila kuning pada bayi tak kunjung mereda atau disertai demam, sang bayi menolak menyusu, dan kondisi bayi semakin lemas. Ini bisa jadi tanda peningkatan bilirubin yang bisa membuat bayi kejang.
Baca Juga: Kenapa Kulit Bayi Kuning?
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Berapa lama kuning pada bayi bisa hilang?

Berapa lama kuning pada bayi bisa hilang?
Kasus bayi kuning yang normal biasanya penyakit akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 minggu (10-14 hari).
Bagaimana cara menghilangkan kuning pada bayi?

Bagaimana cara menghilangkan kuning pada bayi?
Dr. Tiwi juga mengungkapkan bahwa pemberian ASI dapat menurunkan kadar bilirubin. ASI juga mengandung zat seperti pencahar yang membuat bayi sering mengeluarkan kotoran yang membawa bilirubin.
Apa ciri-ciri penyakit kuning pada bayi?

Apa ciri-ciri penyakit kuning pada bayi?
Ciri-ciri utama penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kulit dan mata bagian putih menjadi kuning.
