News
·
1 Agustus 2021 14:27
·
waktu baca 2 menit

ASN di Bangka Selatan Diimbau Bantu Masyarakat yang Terpapar COVID-19

Konten ini diproduksi oleh Babel Hits
ASN di Bangka Selatan Diimbau Bantu Masyarakat yang Terpapar COVID-19 (320056)
searchPerbesar
Sekda Bangka Selatan, Achmad Ansyori.
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan diimbau untuk menyisihkan rezekinya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terpapar COVID-19 serta pelaku UMKM di kabupaten tersebut.
ADVERTISEMENT
Imbauan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 846/587/BKPSDMD/2021 tentang Imbauan Bantuan ASN Kepada Masyarakat yang Terpapar COVID-19 dan Pelaku UMKM.
Saat dihubungi, Sekda Bangka Selatan, Achmad Ansyori mengatakan apa yang dilakukan pihaknya adalah sebagai bentuk kepedulian kawan-kawan ASN untuk ikut meringankan beban masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.
Ia menegaskan yang dilakukan bukan bersifat memaksa melainkan sifatnya sukarela.
"Ini bentuk kepedulian kawan-kawan ASN, sifatnya sukarela bukan memaksa. Tidak bisa kita harus selalu menunggu bantuan dari anggaran pemerintah saja. Tekniknya tidak potong gaji, jadi kalau mau sumbang silakan sisihkan ke bendahara masing-masing OPD. Kalau pun tidak mau ikut menyumbang juga tidak apa-apa," tegas Ansyori, sapaan akrabnya, Minggu (1/8/2021).
Bentuk sumbangan itu, dikatakan Ansyori tidak serta merta uang tetapi juga bisa dalam bentuk beras.
ADVERTISEMENT
"Uang itu besarannya 50 ribu rupiah, bisa juga beras dengan besaran 5 kilogram. Jadi tidak serta merta uang," imbuh0 Ansyori.
Dirinya memprediksikan jika seluruh ASN di Basel ikut serta dalam kepedulian ini maka sumbangan yang akan terkumpul total keseluruhan 135 juta rupiah.
"ASN kita ada 2.700 kalikan saja 50 ribu rupiah kalau semua ikut artinya besaran bantuan yang terkumpul seluruhnya 135 juta rupiah. Duit ini akan kita olah, tidak akan dihabiskan untuk satu bulan," tuturnya.
Bantuan yang terkumpulkan ini, dijelaskan Ansyori akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan baik berupa uang hingga kebutuhan obat saat masyarakat menjalani isoman.
"Kita akan data dan lihat kebutuhannya apa saja, kalau uang ya kita bantu bentuk uang. Kalau butuh obat kita bantu obat. Tapi tetap akan koordinasi dengan dinas kesehatan kalau mereka butuh obat," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ia menambahka jika surat edaran ini berlaku selama satu bulan saja
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020