Berkunjung ke Warkopies, Warung Kopi di Pangkalpinang yang Legendaris

Di tengah menjamur bisnis warung kopi di Kota Pangkalpinang, mungkin tidak banyak kalangan yang mengetahui jika di Kota Pangkalpinang ada warung kopi yang usianya sudah mencapai 60 tahun dan masih eksis hingga sekarang.
Ya, Warkopies yang berada di Jalan Mayor Muhidin atau lebih dikenal dengan Jalan Garuda ini merupakan salah satu warung kopi yang berusia tua. Sebelumnya tempat ini dikenal dengan sebutan Warung Kopi Ahab.
Amin (57) pengelola warung kopi menuturkan bisnisnya ini merupakan turunan dari orang tuanya. Sejak muda orang tua Amin merintis bisnis tersebut, dari hasil itulah Amin serta empat saudara lainnya dibesarkan. Hingga pada tahun 1998, Amin memutuskan untuk melanjutkan bisnis yang digeluti orang tuanya itu.
"Saya generasi kedua, kalau dihitung sudah 60 tahun bisnis warung kopi ini kami jalankan," ungkap Amin, saat ditemui Babelhits.com.
Amin sendiri sebetulnya tidak mendapat respons positif dari keluarga ketika ingin menjalankan bisnis tersebut. Namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk membesarkan bisnis keluarganya.
"Orang tua saat itu melarang karena mereka pikir peluang warung kopi ini sudah kecil, tapi saya tetap berusaha sabar dan membaca peluang," tutur Amin.
Bersama sang istri tercinta Osan (50), Amin melanjutkan bisnis itu. Butuh waktu 18 tahun bagi dirinya untuk membuat warung kopinya bisa digandrungi semua kalangan tak hanya orang tua saja.
"Saya baca peluang, tentunya pelayanan dan fasilitas kita harus baik. Misalnya kemajuan gadget saat ini, maka saya putuskan pasang fasilitas WiFi di warkop," ungkap Amin.
Saat ini Warkopies jadi salah satu warung kopi besar di Kota Pangkalpinang. Mengingat omzet penjualan Warkopies dalam satu hari bisa mencapai 400 hingga 500 gelas. Untuk satu gelas kopi berukuran kecil para pengunjung cukup merogoh kocek Rp 7.000, sedangkan ukuran gelas besar hanya Rp 10.000.
"Dulu saya hanya punya ruko empat kali sepuluh meter, saat ini saya sudah punya Ruko delapan kali sepuluh meter artinya dua ruko sekaligus saya sewa," kata Amin.
Ia mengaku tidak khawatir dengan menjamurnya bisnis warung kopi di Kota Pangkalpinang. Justru bagi Amin, hal itu jadi sebuah tantangan untuk tetap mempertahankan cita rasa hasil kopi olahannya.
"Bahan baku kopi memang kita beli karena di sini (Bangka Belitung -red) tidak ada kebun kopi. Tapi olahan atau adonannya itu kita punya resep sendiri sehingga menghasilkan cita rasa sendiri," bebernya.
