5 Hadits Tersenyum yang Bernilai Pahala dan Sedekah

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, tersenyum bukan hanya sekadar ekspresi kebahagiaan, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Dalam hadits tersenyum, Rasulullah menegaskan bahwa senyum dapat menjadi bentuk sedekah yang ringan, tetapi bernilai besar di sisi Allah Swt.
Senyum mencerminkan akhlak yang baik, menumbuhkan kasih sayang, serta mempererat hubungan antar sesama. Dengan memberikan senyuman, orang lain dan diri sendiri akan mendapatkan manfaat yang begitu luar biasa.
5 Hadits Tersenyum Bernilai Pahala dan Sedekah
Mengutip dari situs jateng.nu.or.id, selain kebahagian dan kenikmatan rasa syukur, senyum juga dapat bernilai pahala dan sedekah. Adapun beberapa hadits tersenyum mengenai hal tersebut, sebagai berikut.
1. Senyum adalah Sedekah
Rasulullah saw bersabda: تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Artinya: "Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).
Hadis ini menegaskan bahwa senyum merupakan bentuk kepedulian sosial yang sederhana tetapi memiliki dampak besar. Dengan tersenyum, seseorang tidak hanya menyebarkan kebahagiaan tetapi juga mendapatkan pahala sebagaimana bersedekah.
2. Senyum Saat Memberi Salam
Rasulullah saw bersabda: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ
Artinya: "Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria (tersenyum) kepada orang-orang." (HR. Ibnu Abi Dunya).
Hadis ini mengajarkan bahwa memberi salam dengan senyuman dapat mempererat persaudaraan di antara sesama muslim.
3. Senyum sebagai Ibadah
Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya, pintu-pintu kebaikan itu banyak; tasbih, tahmid, takbir, tahlil (zikir), amar makruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah." (HR. Dailamy).
Hadis ini menegaskan bahwa senyum merupakan bagian dari ibadah yang dapat membuka pintu-pintu kebaikan lainnya.
4. Rasulullah adalah Sosok yang Murah Senyum
Abdullah bin Harits meriwayatkan: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
‘An ‘Abdillah bin al-Harits bin Jaz` berkata: “Aku tidak pernah melihat ada orang yang murah senyum melebihi Rasulullah saw.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menggambarkan bahwa senyum adalah bagian dari akhlak Rasulullah yang patut diteladani.
5. Senyum adalah Bentuk Kebaikan
Rasulullah saw bersabda: لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Artinya: "Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri." (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa senyum adalah salah satu bentuk kebaikan yang tidak boleh diremehkan karena dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
Baca juga: Ketahui Hadits Tidurnya Orang Berpuasa Khususnya Pada Bulan Ramadan
Dari kelima hadits tersenyum di atas, dapat disimpulkan bahwa tersenyum merupakan amalan ringan yang bernilai pahala besar. Selain mencerminkan akhlak yang baik, senyum juga memperbanyak kebaikan, serta menjadi wujud sedekah yang mudah dilakukan. (RIZ)
