Konten dari Pengguna

Niat Sholat Qobliyah Subuh Lengkap dengan Tata Caranya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Unsplash/leolintang.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Unsplash/leolintang.

Niat sholat Qobliyah Subuh dibaca ketika ingin melaksanakan salat sunnah sebelum salat Subuh. Salat Qobliyah Subuh merupakan salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Salat ini memiliki keutamaan yang besar, bahkan dalam hadis disebutkan bahwa dua rakaat sunnah sebelum Subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.

Daftar isi

Pengertian Salat Qobliyah Subuh

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Unsplash/mgstudyo.

Salat Qobliyah Subuh adalah salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum melaksanakan salat fardu Subuh. Salat ini termasuk dalam kategori salat sunnah rawatib, yaitu salat sunnah yang mengiringi salat wajib dan dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan ibadah kepada Allah Swt.

Salat Qobliyah Subuh menjadi sangat spesial karena dikenal sebagai salah satu amalan sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw. Hal ini diceritakan istri Rasulullah Saw., Aisyah r.a., dalam suatu hadis berikut:

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْر

Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak melakukan satu pun sholat sunnah yang dilakukan secara terus-menerus melebihi dua rakaat (sholat fajar) Subuh." (HR Bukhari).

Niat Sholat Qobliyah Subuh

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh, Foto: Unsplash/mgstudyo.

Dikutip dari buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap karya Cepi Burhanudin (2014: 143), berikut adalah niat sholat Qobliyah Subuh lengkap dengan tata caranya sebagai panduan.

Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah yang Maha Tinggi."

Tata Cara

Berikut adalah tata cara salat Qobliyah Subuh:

  1. Membaca niat salat sunnah Qobliyah Subuh

  2. Takbiratul ihram

  3. Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan salah satu surah dalam Al-Qur'an (dianjurkan surah Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Baqarah ayat 136 dan Ali Imran ayat 52)

  4. Rukuk

  5. I'tidal

  6. Sujud pertama

  7. Duduk di antara dua sujud

  8. Sujud kedua rakaat pertama

  9. Berdiri dan mengulang urutan di atas sejak membaca Surat Al-Fatihah hingga sujud kedua

  10. Duduk tasyahud

  11. Mengucapkan salam, menoleh ke kanan dan kiri

Doa setelah Salat Qobliyah Subuh

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh, Foto: Unsplash/Mehmet Hilmi Barcin.

Ada beberapa macam doa yang bisa dipanjatkan umat muslim setelah selesai menunaikan salat Qobliyah Subuh. Berikut adalah beberapa doa yang bisa diamalkan:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ رَزَقَنِيْ هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَاقُوَّةٍ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

Arab latin: "Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min khoiri haulin minnii wa laa quwwatin, Alloohumma baarik fiihi."

Artinya: "Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezeki kepunyaanku."

Sedangkan doa lainnya yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah Saw. adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ، وَإِسْرَافِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَمُحَمَّدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّار

Arab latin: Allahumma rabbi jibrila, wa israfila, wa mikaila, wa muhammadin nabiyyi shallallahu alaihi wasallam, a'udzu bika minan-nar.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan Jibril, Israfil, Mikail dan Tuhan Nabi Muhammad. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka."

للَّهُمَّ إِلَى أَسْتَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي مَا قَلْي وَتَجْمَعُ هَا شَمْلِي وَتَلُمُ مَا شَعْنِي وَتَرُدُّ بها الفتَنُ عَنِّى وَتَصْلُحُ بها دِيْنِي وَتَحْفَظُ مَا غَائِبِي وَتَرْفَعُ مَا شَاهِدِى وَتُزَكَّى بِمَا عَمَلِي وَتَبْيَضُهَا وَجْهَى وَتُلْهِمُنِي هَارُشدِى وَتُعْصِمُنِيهَا مِنْ كُلِّ سُوْء

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu. yang dapat menunjukkan hatiku, yang mengumpulkan harapan baikku, yang membersihkan rambut-rambutku (dosa) yang kotor, yang mengembalikan semua fitnah dariku, yang menyelesaikan segala urusan agamaku, yang memelihara ketika gaibku, yang mengangkat derajat ketika nampak-ku, yang membersihkan (kesalahan) amalan-amalan-ku, yang memutihkan wajahku, yang memberi ilham kepada keilmuanya, dan yang memelihara aku dari setiap kejahatan."

أَللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيْمَانَا صَادِقًا وَيَقِينَا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَرَحْمَةٌ أَنَالُ بهَا شَرْفُ كَرَامَتِكَ في الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. أَللَّهُمَّ إنِّى أسفلُكَ الْفَوْز عِنْدَ القَضَاء وَمَنَازِلَ الشُّهَدَا وَعَيْشَ السُّعَدَاء وَالنَّصْرَ عَلَى الأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الأَنْبِيَاءِ. أَللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِي وَقَلَّتْ حِيْلَتِي وَقَصْرَ عَمَلِي وَافْتَقَرَّتْ إِلَى رَحْمَتُكَ، فَأَسْتَلُ يَا كَافِي الْأُمُوْر وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ كَمَاتَجُرُّ بَيْنَ الْبُحُوْرِ أَنْ تُحِيْرَنِي مِنْ عَذَابِ لسَّعِيرِ وَمِنْ دَعوة التبور ومن فتنة القبور

Artinya : "Ya Allah berilah aku keimanan yang mendalam, keyakinan yang tidak diakhiri dengan kekufuran, berikanlah rahmat padaku, sehingga aku mendapat kedudukan yang amat mulia baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keberuntungan ketika aku maut (al- Qada), memohon kedudukan para syuhada, kehidupan yang membahagiakan, pertolongan untuk melawan musuh-musuh- Mu, dan memohon dikumpulkan dengan para Anbiya. Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganugerahkan segala kemampuanku dengan sebab kekuasaan-Mu, penuhilah hajatku, meskipun lemah pendirianku, sedikit sekali usaha baikku, lalai amalanku, namun aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu hai Zat Yang Mencukupkan segala urusan, Wahai Zat Penyembuh hati, sebagaimana Engkau telah memelihara air di lautan, peliharalah aku dari siksa neraka sa ir, dan lindungilah aku dari doa yang sia-sia dan dari fitnah kubur."

Waktu Pelaksanaan Salah Qobliyah Subuh

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Unsplash/ozgurdonmaz.

Pelaksanaan salat rawatib qobliyah dimulai sejak masuknya waktu salat fardu hingga salat fardu tersebut dilaksanakan. Hal ini sejalan dengan penjelasan Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni, seperti yang dikutip dalam buku Reuni Ahli Surga oleh Ahmad Abi Al-Musabbih:

"Setiap salat sunnah rawatib qobliyah waktunya dimulai dari masuknya waktu salat fardu hingga salat fardu dilaksanakan. Adapun salat rawatib ba'diyah waktunya dimulai setelah salat fardu selesai hingga berakhirnya waktu salat fardu tersebut."

Dengan demikian, salat Qobliyah Subuh dapat dikerjakan setelah masuk waktu Subuh hingga salat fardhu Subuh didirikan. Dalam kitab Shalatul Mu'min disebutkan bahwa Rasulullah saw. melaksanakan salat Qobliyah Subuh setelah azan Subuh dan sebelum iqamah, tepatnya di antara azan dan iqamah.

Aisyah r.a. juga meriwayatkan hal yang serupa dalam penjelasannya mengenai kebiasaan Nabi saw.:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

Artinya: Dahulu Nabi Shallallahu'alaihi wasallam salat dua rakaat ringan antara azan dan iqamah salat subuh (HR. Bukhari).

Keutamaan Salat Qobliyah Subuh

Ilustrasi Niat Sholat Qobliyah Subuh. Foto: Unsplash/mgstudyo.

Salat Qobliyah Subuh merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Salat ini terdiri dari dua rakaat dan dikerjakan sebelum salat fardhu Subuh. Berikut adalah keutamaan salat Qobliyah Subuh yang perlu diketahui.

1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan terbesar salat Qobliyah Subuh terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. Rasulullah bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: "Dua rakaat fajar (sholat sunnah qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa tinggi nilai ibadah dua rakaat salat Qobliyah Subuh di sisi Allah Swt. Segala harta, kekayaan, dan kenikmatan dunia tidak sebanding dengan pahala yang dijanjikan Allah bagi mereka yang melaksanakan salat sunnah ini dengan ikhlas.

2. Amalan yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah Saw.

Salat Qobliyah Subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dijaga oleh Rasulullah saw., bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

Ini menunjukkan bahwa salat Qobliyah Subuh memiliki keutamaan khusus sehingga Rasulullah saw. senantiasa menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas ibadahnya. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk tidak meninggalkan salat ini, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

3. Memperoleh Pahala Sunah Rawatib

Salat Qobliyah Subuh termasuk dalam kategori salat sunnah rawatib, yaitu salat sunah yang mengiringi salat fardu.

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ قَالَتْ أَمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

Dari Ummu Habîbah Radhiyallahu anhuma , istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang Muslim melakukan shalat sunnat karena Allah, (sebanyak) dua belas raka`at dalam setiap hari, kecuali Allah Azza wa Jalla akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga”. (Kemudian) Ummu Habîbah Radhiyallahu anhuma berkata: “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut”

Dua rakaat Qobliyah Subuh termasuk dalam dua belas rakaat sunah rawatib tersebut. Dengan melaksanakan salat ini secara rutin, seorang muslim telah memperbanyak amal kebaikan yang menjadi bekal menuju surga.

4. Sebagai Persiapan dan Pengantar Salat Subuh

Salat Qobliyah Subuh dapat menjadi bentuk persiapan spiritual untuk melaksanakan salat fardu Subuh. Dengan melaksanakan salat sunnah ini, seorang muslim dapat lebih khusyuk dan fokus ketika memasuki salat fardu.

Selain itu, salat ini juga menjadi pengantar yang baik untuk memulai aktivitas sehari-hari dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.

Baca Juga: Bacaan Doa Sebelum Makan dan Artinya

Itulah niat salat Qobliyah Subuh lengkap dengan tata cara, waktu pelaksanaan, dan keutamannya. Salat Qobliyah Subuh ini dapat dimulai dari masuknya waktu salat fardu hingga salat fardu dilaksanakan. (Umi)