Makam Keramat Habib Hasyim Dipercaya Manjur Wujudkan Keinginan

Berdiri menjorok di tepian Sungai Awang, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, bangunan berbentuk pendopo itu seluas 3x3 meter. Ornamennya dibalut kain kuning sebagai pertanda tempat ini memiliki keramat.
Warga sering menyebutnya kubah karena bagian bawah bangunan itu terdapat makam Habib Hasyim Al Kaff -- yang diperkirakan berusia ratusan tahun silam. Makam ini dipercaya memiliki keramat karena setiap orang yang berdo'a dan bernazar di pusara makam selalu terkabul atau terwujud.
Menurut salah satu warga, Iyan (50), tiga dekade lalu kubah di atas makam itu sudah reyot dengan atap seng dan kerangka bangunan dari kayu yang lapuk akibat dimakan usia. Apalagi saat itu belum adanya perawatan dan penjaga makam keramat tersebut.
Menginjak tahun 1980-an, ia menceritakan ada salah satu warga Kota Banjarmasin datang ke kubah yang dulunya reyot ini. Si peziarah itu bernazar ketika mencapai sesuatu yang diinginkannya maka akan membuat kubah dengan bentuk permanen dan rapi.
Beberapa tahun kemudian, kata Iyan, nazar si peziarah tadi terkabul sehingga sudi membangunkan kubah permanen pada pusara Habib Hasyim Al Kaff.
"Seperti sekarang ini yang kita lihat kubahnya bagus dan kokoh. Ini bekas bangunan orang yang bernazar, kira-kira 30 tahun sudah. Saya kurang ingat persisnya, sejak saat itu banyak yang bernazar kesini datangnya, dan Alhamdulillah selalu terwujud kehendak mereka," beber Iyan kepada wartawan banjarhits.id, Sabtu (10/8/2019).
Serupa dengan bangunan kubah, Iyan melanjutkan, lima tahun lalu juga datang orang yang berdo'a dan bernazar pada makam Habib Hasyim Al Kaff. Si peziarah pun bernazar apabila mencapai keinginan dari yang dikehendaki, maka akan dibangunkan titian menuju kubah dengan konstruksi beton permanen.
"Akhirnya tak berselang waktu yang lama, mungkin keinginan orang ini sudah tercapai, dia langsung melakukan pembuatan titian ini," ujar Iyan.
Iyan tak tahu detail sejarah asal mula Makam Habib Hasyim. Setahu dia, makan itu sudah berdiri sejak Iyan masih bocah. Orang tua Iyan pun memberi kesaksian serupa bahwa makam Habib Hasyim sudah muncul sejak orang tuanya kecil.
"Sulit dipecahkan berapa tahun usia makam ini. Sebab para keturunan beliau juga berada di Samarinda, dan tidak pernah menceritakan kapan makam ini ada. Yang jelas sepengetahuan warga di sini usianya sudah ratusan tahun," ungkap Iyan.
Iyan mengatakan aura keramat dari kubah dan makam Habib Hasyim Al Kaff juga bisa terlihat dari kondisi kebersihan pada lokasi tersebut. Padahal, makam ini berada di bawah rerimbun pohon tanpa juru kunci.
“Tapi kondisinya selalu bersih, tidak ada daun-daun yang berserakan pada makam, ini juga merupakan keramat beliau," tutupnya.
