Korban Banjir di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Capai 2.980 Jiwa

GORONTALO - Banjir bandang ikut menerjang wilayah Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Banjir setinggi 1 meter tersebut menggenangi empat kecamatan di wilayah itu, sejak malam kemarin. Air sudah mulai surut sejak sore tadi, Jumat (3/7).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana, Roswita Manto, merinci ada sekitar 2.980 jiwa yang terdampak. Jumlah itu terbagi antara Kecamatan Tilamuta berjumlah 2.173 jiwa, Kecamatan Dulupi 581 jiwa, dan Kecamatan Paguyaman Pantai sejumlah 226 jiwa.
“Iya, tadi malam airnya mulai naik. Tidak ada korban jiwa, tapi memang ada ribuan jiwa yang terdampak. Paling banyak itu masyarakat di Kecamatan Tilamuta, berjumlah sekitar 2.000-an jiwa,” kata Roswita.
Saat ini menurutnya, memang tidak ada masyarakat yang diungsikan, namun pihaknya telah mendirikan dapur umum dan menyediakan makanan siap saji untuk masyarakat.
“Allhamdulilah memang sejauh ini tak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materi saat ini masih sedang kami data,” ungkap Roswita.
Penyebabnya sendiri menurut Roswita, masih sama dengan banjir kemarin, yakni drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Paling banyak drainase itu katanya tersumbat sehingga airnya meluap ke rumah warga.
“Air meluap dan juga drainase tersumbat jadi dua itu yang menyebabkan banjir,” katanya
Sedangkan Muli Moito, seorang warga Tilamuta, mengungkapkan saat banjir tiba dirinya segera menyelamatkan bayinya saat air mulai memasuki rumahnya.
“Tadi itu sudah genting sekali. Beruntung ada warga saling membantu mengevakuasi keluarga saya,” katanya.
-----
Reporter: Wawan Akuba
-------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
