Terlalu Tebal dan Tak Sesuai Standar FIFA, Rumput Stadion Manahan Solo Dipangkas
·waktu baca 2 menit

SOLO - Rumput lapangan Stadion Manahan Solo tengah dipangkas lantaran dianggap terlalu tebal. Pemangkasan rumput itu dimaksudkan guna menyesuaikan standar lapangan sepak bola yang diberlakukan FIFA.
“Selama ini rumput di Manahan tampil sangat cantik, namun masih tebal. Yakni di atas 4 cm secara simultan,” kata konsultan rumput Stadion Manahan, Rahayu, Sabtu (01/10/2022).
Menurut dia, rumput setinggi 4 cm itu masih harus dipangkas agar sesuai standar FIFA.
“FIFA memiliki standar untuk lapangan. Seperti tinggi tanaman rumput yakni 2 cm, warna yang menarik, ball roll atau luncuran menggelinding bola minimal 6 meter dan pantulan bola minimal 40%. Masih ada lagi soal kekuatan rumput dari kerusakan atau traksi, kemudian media tanam yakni tingkat drainase dan kehalusan pasir,” urai Rahayu.
Kondisi rumput yang tidak sesuai standar itu, kata Rahayu, diketahui saat perwakilan FIFA mengecek Stadion Manahan pekan lalu. Pengecekan itu berkaitan dengan rencana penggunaan stadion sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2023.
Dijelaskan, terlalu tebalnya rumput stadion disebabkan sejumlah faktor. Tidak terkecuali pemanfaatan lapangan untuk berbagai keperluan, seperti seremonial ASEAN Para Games 2022, olahraga tradisional, tari-tarian dan pertandingan sepak bola.
Menurutnya, rumput yang tebal dapat mengurangi risiko kerusakan lapangan akibat penggunaan intensif serta melindungi pemain saat terjatuh atau menekel lawan. “Tapi memang laju bola lebih lambat. Itu juga yang menyebabkan pemain harus mengeluarkan tenaga lebih saat berlari,” terangnya.
Rahayu mengatakan, butuh waktu sekitar 3 pekan untuk memulihkan rumput yang dipotong pendek itu hingga cantik kembali.
“Jika sebelum 3 minggu sudah ada pertandingan, maka rumput belum terlihat cantik. Tapi itu adalah kompromi bagi semua pihak (FIFA dan klub),” kata Rahayu.
(Agung Santoso)
