Konten dari Pengguna

10 Contoh Kegiatan Investasi Riil dan Finansial yang Perlu Dipahami

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami contoh kegiatan investasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami contoh kegiatan investasi. Foto: Pixabay

Investasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama bagi orang-orang yang melek keuangan. Terdapat berbagai contoh kegiatan investasi, baik pada aset riil (real assets) maupun aset finansial (financial assets).

Melansir Buku Saku Pasar Modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), semua jenis investasi pasti memiliki risiko. Oleh karena itu, penting bagi calon investor untuk memahami jenis dan cara kerja investasi agar dapat mengurangi atau bahkan terhindar dari kerugian.

Daftar Contoh Kegiatan Investasi

Ilustrasi memahami contoh kegiatan investasi. Foto: Pexels

Berdasarkan laporan Analisis Kinerja Reksa Dana Saham dengan Metode Raw Return, Sharpe, Treynor, Jensen, Sortino dan Erov oleh Hastoengkoro Prihadi Koesoemo, investasi secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu investasi pada aset nyata dan investasi pada aset finansial.

Pada aset nyata, investor mengeluarkan sejumlah dana secara langsung untuk pembelian, sedangkan pada aset finansial hanya berupa kertas klaim (bukti) terhadap penerbitnya.

Investasi pada aset nyata seperti pembelian properti, tanah, emas, atau mendirikan usaha. Sedangkan investasi pada aset finansial, misalnya saham, obligasi, waran, dan pembelian instrumen keuangan lainnya.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan investasi:

1. Pembelian Properti

Menurut jurnal Keputusan Preferensi Investasi Aset Riil dan Aset Finansial dengan Model Minimax Regret karya Didit Herlianto, properti sebagai aset investasi dapat berupa pergudangan, hotel, perkantoran, mall, dan resort.

Tingkat pengembalian riil properti didasarkan pada tingkat perubahan harga per tahun setelah dikurangi inflasi.

2. Menyimpan Emas

Emas adalah komoditas yang dibeli investor untuk jangka panjang. Harga emas bisa diperoleh dari berbagai sumber, terutama dari Bank Indonesia (BI) atau harga yang beredar di internasional dalam bentuk per troy ons.

3. Pembelian Perak

Investasi pada perak batangan menjadi opsi komoditas berwujud yang sangat menarik selain jenis logam mulia lainnya. Nilai aset nyata ini cenderung stabil dan memiliki permintaan industri yang tinggi di pasar global.

4. Pendirian Bisnis Waralaba (Franchise)

Membeli hak usaha waralaba kuliner atau jaringan minimarket merupakan bentuk investasi langsung pada sektor riil. Kegiatan ini memungkinkan investor memiliki bisnis fisik yang sudah mempunyai sistem operasional dan merek dagang yang matang.

5. Pembelian Mesin Produksi Industri

Pelaku usaha dapat mengalokasikan modal untuk membeli mesin manufaktur atau alat berat yang bernilai tinggi. Kepemilikan aset produktif ini berfungsi meningkatkan kapasitas output pabrik dan memberikan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan.

6. Investasi Perkebunan Kelapa Sawit

Menanam modal pada kepemilikan lahan produktif berupa perkebunan kelapa sawit atau komoditas pertanian termasuk dalam sektor riil. Investor akan mendapatkan keuntungan nyata dari hasil panen berkala dan kenaikan nilai jual lahan di masa depan.

7. Pembelian Saham Perusahaan Publik

Investasi ini dilakukan dengan membeli porsi kepemilikan atas suatu perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa efek. Investor berpotensi mendapatkan keuntungan finansial berupa pembagian dividen tahunan dan kenaikan harga saham di pasar modal.

8. Kepemilikan Reksa Dana Pasar Uang

Instrumen keuangan ini bekerja dengan menghimpun dana masyarakat untuk dikelola oleh manajer investasi ke dalam instrumen jangka pendek. Opsi ini sangat diminati karena memiliki risiko kerugian yang sangat rendah dan tingkat likuiditas yang tinggi.

9. Pembelian Obligasi Negara (Surat Berharga Negara)

Investor dapat membeli surat utang formal yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bentuk investasi finansial yang aman. Negara akan memberikan imbal hasil tetap berupa kupon secara berkala hingga masa jatuh tempo kupon berakhir.

10. Penempatan Dana di Deposito Berjangka

Menyimpan sejumlah uang dalam rekening deposito perbankan dengan jangka waktu tertentu merupakan langkah investasi yang sangat konservatif. Produk keuangan ini memberikan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Investasi

Mengacu pada modul Investasi karya Jogiyanto Hartono, terdapat dua faktor yang perlu diperhatikan dalam keputusan investasi, yaitu:

  • Return: hasil yang diperoleh atas suatu investasi.

  • Risk (risiko): perbedaan peluang return aktual atau return realisasi dengan return ekspektasi.

Itulah beberapa contoh kegiatan investasi pada aset nyata dan aset finansial. Perlu dipahami bahwa keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pribadi.

Baca Juga: 7 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

(MDP)