5 Alasan Berhenti Kerja yang Baik saat Interview

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beragam jenis pertanyaan yang bisa diajukan recruiter kepada kandidatnya pada saat interview, salah satunya tentang alasan sang kandidat berhenti dari pekerjaan sebelumnya.
Bagi yang bingung memberikan alasan berhenti kerja yang baik saat interview, simak terus uraian artikel Berita Bisnis ini hingga tuntas untuk dapatkan referensinya.
Alasan Berhenti Kerja yang Baik Saat Interview
Berhenti dari pekerjaan disebut juga dengan resign. Ketika seseorang memutuskan untuk resign, ia secara efektif menghentikan keterlibatannya dalam perusahaan dan tidak lagi terikat oleh kontrak kerja atau tugas-tugas yang terkait.
Hal ini biasanya dilakukan secara sukarela oleh karyawan, meskipun dalam beberapa kasus, perusahaan juga dapat mengajukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Adapun beberapa alasan berhenti kerja yang baik saat interview, di antaranya sebagai berikut.
1. Kesempatan Karier yang Lebih Baik
Salah satu alasan utama seseorang resign adalah karena adanya peluang karier yang lebih baik di tempat lain. Mungkin ada kesempatan untuk posisi yang lebih tinggi, gaji yang lebih baik, atau lingkungan kerja yang lebih cocok.
2. Tidak Puas dengan Pekerjaan
Ketika seseorang merasa tidak puas dengan pekerjaannya, baik itu karena tugas yang monoton, kurangnya tantangan, atau ketidakcocokan dengan budaya perusahaan, mereka mungkin memilih untuk resign dan mencari peluang yang lebih memuaskan.
3. Konflik dengan Atasan atau Rekan Kerja
Perselisihan atau konflik yang berkepanjangan dengan atasan atau rekan kerja dapat menjadi faktor penting yang mendorong seseorang untuk mengajukan resign. Ketidakharmonisan dalam hubungan kerja dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang.
4. Perubahan Kehidupan Pribadi
Kadang-kadang, perubahan dalam kehidupan pribadi seseorang, seperti pernikahan, kelahiran anak, atau perpindahan tempat tinggal, dapat menjadi alasan kuat untuk mengajukan resign.
Dalam situasi-situasi ini, seseorang mungkin perlu menyesuaikan prioritasnya dan mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan situasinya.
5. Melanjutkan Pendidikan
Biasanya orang-orang harus mengorbankan karier yang sudah lama dijalaninya demi pendidikan. Lalu, ketika kamu telah selesai menyelesaikannya dan siap mencari peluang baru, kamu bisa jelaskan kepada recruiter alasan resign yang sebenarnya.
Baca juga: Cara Membuat Surat Pengunduran Diri dari Perusahaan dan Contohnya
Cara Mengajukan Resign
Mengajukan resign adalah langkah yang serius, oleh karena itu, penting untuk melakukannya dengan sopan dan profesional. Prosesnya melibatkan komunikasi yang jelas dan menghormati waktu dan prosedur perusahaan. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengajukan resign:
Pertimbangkan keputusan resign: Pertimbangkan dengan matang alasan-alasan untuk mengajukan resign dan pastikan bahwa keputusan ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan karier.
Siapkan surat pengunduran diri: Buat surat pengunduran diri resmi yang mencantumkan tanggal pengunduran diri dan alasan singkat mengapa memilih untuk resign. Pastikan surat tersebut dikemas dengan baik dan sopan.
Ajukan surat pengunduran diri secara langsung: Setelah menyiapkan surat pengunduran diri, ajukan secara langsung kepada atasan. Jika memungkinkan, jadwalkan pertemuan pribadi dengan atasan untuk memberikan surat secara langsung.
Sampaikan niat resign dengan jelas: Dalam surat pengunduran diri, sampaikan niat untuk mengundurkan diri dengan jelas dan tegas.
Tetaplah profesional selama periode transisi: Setelah mengajukan resign, tetaplah profesional hingga hari terakhir bekerja. Selesaikan tugas-tugas yang masih tertunda dan bantu dalam proses transisi agar pergantian tidak mengganggu kelancaran operasional perusahaan.
Jaga hubungan baik: Meskipun mengundurkan diri, penting untuk menjaga hubungan yang baik dengan mantan rekan kerja dan atasan. Hal ini dapat membantu di masa depan dan memberikan rekomendasi positif.
(NDA)
