Apa Itu Aktiva dan Pasiva dalam Laporan Keuangan? Ini Penjelasannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aktiva dan pasiva adalah dua elemen utama dalam laporan keuangan yang berhubungan. Keduanya biasa dijumpai dalam sebuah neraca untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu.
Posisi neraca sebelah kiri disebut dengan aktiva, sedangkan sebelah kanan disebut pasiva. Dengan memahami kedua konsep ini, perusahaan maupun individu dapat mengelola keuangan dengan lebih efektif.
Apa Itu Aktiva?
Aktiva adalah sumber perusahaan yang dapat digunakan untuk mendapatkan atau memperoleh penghasilan. Aktiva juga dapat diartikan sebagai kekayaan atau aset investasi sebuah perusahaan.
Dalam akuntansi, aktiva dapat berupa barang yang berwujud seperti tanah, gedung, peralatan, kantor, uang tunai, simpanan di bank, dan sebagainya. Selain berbentuk harta berwujud, aktiva juga dapat berupa sesuatu yang tidak berwujud, misalnya, hak paten, royalti atas hak cipta, dan merek dagang.
Baca Juga: Kinerja Keuangan: Pengertian, Indikator, dan Cara Mengukurnya
Jenis-jenis Aktiva
Mengutip Metode Mudah Menyusun Pembukuan Sederhana karya Erna Novitasari, dalam kebanyakan usaha jasa dan dagang, aktiva dibagi dalam dua kelompok, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap.
1. Aktiva Lancar
Aktiva lancar merupakan uang tunai dan aktiva lainnya yang dalam jangka waktu normal akan menjadi uang tunai. Beberapa contoh aset yang termasuk dalam kategori aktiva lancar, antara lain, kas, piutang dagang, bahan habis pakai, persediaan barang dagangan, biaya dibayar di muka dan aktiva lancar lainnya.
2. Aktiva Tetap
Sementar itu, aktiva tetap berwujud merupakan kekayaan yang dimiliki oleh unit usaha dalam bentuk fisik konkret dan digunakan dalam kegiatan operasional usaha secara permanen. Aset yang tergolong aset jenis ini meliputi tanah, bangunan/gedung, peralatan usaha, peralatan toko, dan aktiva tetap lainnya.
Apa Itu Pasiva?
Pasiva merupakan jumlah kewajiban-kewajiban unit usaha atau sumber yang digunakan untuk memperoleh aktiva. Selain itu, pasiva juga dapat dimaknai sebagai pengorbanan ekonomi yang dilakukan untuk membiayai aktiva, baik melalui suatu utang maupun dengan menggunakan modal sendiri.
Jenis-jenis Pasiva
Pasiva dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu utang lancar, utang jangka panjang, dan modal. Berikut penjelasannya.
1. Utang Lancar
Utang lancar adalah kewajiban keuangan usaha yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu periode atau satu tahun. Beberapa kewajiban yang termasuk utang lancar di antaranya biaya yang harus dibayar, utang pajak, utang dagang, utang jangka panjang yang telah jatuh tempo.
2. Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang diartikan sebagai kewajiban keuangan suatu unit usaha yang jangka waktu pembayarannya lebih dari satu tahun. Contohnya, wesel bayar jangka panjang dan utang jangka panjang lainnya.
3. Modal
Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki pemilik usaha. Dalam unit usaha perorangan, yang termasuk modal adalah modal pribadi. Sementara untuk perseroan terbatas dengan skala yang lebih besar, modal ini terdiri dari modal saham, laba ditahan, dan cadangan.
(SA)
