Aturan Cuti PNS Menurut Peraturan, Ini Jenis-jenisnya

Berita Bisnis
Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
28 Desember 2023 17:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi aturan cuti PNS. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aturan cuti PNS. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Aturan cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Terdapat tujuh jenis cuti yang diberikan untuk PNS di antaranya cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara.
ADVERTISEMENT
Ketentuan mengenai pemberian cuti PNS tertuang dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS.

Aturan Cuti PNS

Ilustrasi aturan cuti PNS. Foto: Shutterstock
Cuti PNS merupakan keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan peraturan di atas, berikut ketentuan jenis cuti.

1. Cuti Tahunan

Cuti tahunan diberikan ke PNS sebanyak 12 hari kerja setelah bekerja paling kurang satu tahun secara terus menerus. Pengajuan cuti tahunan dapat dilakukan secara tertulis dan diberikan ke pejabat yang berwewenang memberi hak cuti tersebut.
Pengambilan cuti tahunan tak bisa dipecah-pecah dengan jangka waktu kurang dari tiga hari kerja. Apabila masih memiliki jatah cuti tahunan, PNS dapat mengambil pada tahun berikutnya paling banyak enam hari kerja.
ADVERTISEMENT
Apabila hak cuti tahunan tak digunakan dalam tahun tersebut, PNS dapat menggunakan pada tahun berikutnya paling lama 18 hari.

2. Cuti Besar

Jenis cuti ini diberikan pada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya enam tahun secara terus menerus. Durasi cuti besar yang boleh diambil adalah tiga bulan.
PNS yang sudah mengajukan cuti besar, tidak berhak lagi mengajukan cuti tahunan pada tahun yang sama. Selain itu, pengajuan cuti besar dapat ditangguhkan paling lama dua tahun, bila ada kepentingan dinas mendesak. Mereka baru bisa mengajukan cuti besar kembali pada lima tahun berikutnya.
Selama menjalani cuti ini, PNS berhak mendapatkan gaji secara penuh.

3. Cuti Bersama

Cuti bersama merupakan cuti yang ditetapkan presiden. Biasanya cuti ini diberikan pada saat perayaan Idulfitri, Natal, dan tahun baru. Untuk cuti bersama PNS tak perlu melakukan pengajuan.
ADVERTISEMENT

4. Cuti Sakit

Cuti sakit untuk PNS diberikan sebanyak 1 hari atau 2 hari kerja. PNS yang mengambil cuti sakit harus menginformasikan ke atasan dengan melampirkan surat keterangan dokter.
Apabila sakit lebih dari 2 hari sampai dengan 14 hari, PNS berhak atas cuti sakit dengan mengajukannya secara terstruktur ke pejabat yang berwenang.

5. Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan diberikan untuk PNS wanita yang melahirkan anak pertama sampai ketiga. Namun, untuk persalinan anak keempat dan seterusnya, jenis cuti yang diberikan berubah menjadi cuti di luar tanggungan negara.
Durasi cuti melahirkan adalah satu bulan sebelum persalinan dan dua bulan sesudah persalinan. PNS yang cuti melahirkan juga berhak mendapatkan gaji penuh.

6. Cuti Alasan Penting

Jenis cuti berikutnya yang diberikan untuk PNS adalah cuti alasan penting. Jenis cuti ini diberikan ketika anggota keluarga seperti ibu, bapak, suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
Pengambilan cuti ini maksimal sebanyak dua bulan dan PNS yang sedang cuti tetap mendapatkan gaji.

7. Cuti di Luar Tanggungan Negara

Jenis cuti ini diberikan ke PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya lima tahun secara terus menerus. PNS dapat mengambil cuti di luar tanggungan negara karena alasan pribadi yang penting dan mendesak.
PNS diberikan cuti ini dengan waktu paling lama tiga tahun dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun jika ada alasan penting untuk memperpanjangnya.
Selama cuti, PNS tak berhak menerima penghasilan dari negara dan tak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS. Selain itu, PNS yang tak melaporkan diri kembali ke instansi induknya setelah habis masa cuti tersebut akan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
(SA)