Contoh Latar Belakang Makalah untuk Dijadikan sebagai Referensi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makalah adalah salah satu jenis karya ilmiah membahas topik tertentu dan didukung oleh teori atau konsep yang berkaitan. Makalah dapat dikatakan baik apabila isinya runtut sesuai strukturnya. Salah satu struktur dalam makalah yaitu latar belakang.
Latar belakang dalam makalah merupakan bagian dari pendahuluan yang disajikan pada bab I. Merujuk buku Cerdas Menulis Karya Ilmiah oleh Prof. Dr. Suryono, dkk, latar belakang adalah uraian yang berisi alasan penulis memilih topik pembahasan makalah.
Alasan pada latar belakang tidak hanya bersifat subjektif sesuai pendapat penulis saja, namun juga harus bersifat objektif disertai bukti faktual. Simak penjelasan lebih lanjut beserta contoh latar belakang makalah dalam uraian di bawah ini.
Sekilas tentang Latar Belakang Makalah
Secara umum, latar belakang makalah berisi urgensi masalah yang dibahas, alasan mengapa suatu masalah perlu dibahas, dan penegasan kepada pembaca bahwa masalah yang dipilih perlu untuk dibahas lebih lanjut.
Urgensi masalah yang dibahas merupakan pemaparan tentang 'apa' permasalah utama pada topik yang dipilih. Latar belakang berfungsi memberikan penegasan pada pembaca mengapa suatu masalah perlu dibahas disertai dengan alasan yang logis.
Menurut Suyitno yang dikutip dalam buku Cerdas Menulis Karya Ilmiah oleh Prof. Dr. Suryono, dkk, penulisan latar belakang dapat dimulai dengan beberapa cara, di antaranya:
Dimulai dengan pengetahuan umum atau teori yang relevan dengan masalah;
Dimulai dengan suatu pertanyaan retoris; dan
Dimulai dengan kutipan, slogan, atau ungkapan yang dihubungkan dengan masalah.
Baca juga: Tata Cara Membuat Makalah dan Struktur Penulisannya
Contoh Latar Belakang Makalah
Agar semakin paham, berikut contoh latar belakang makalah yang bisa dijadikan sebagai referensi sebagaimana dihimpun dari buku Menulis dan Memublikasikan Makalah Ilmiah Di Jurnal Bereputasi karya Muhammad Dimyati.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA
Apresiasi drama merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Kegiatan mengapresiasi drama termasuk kegiatan yang memberikan 'after effect pada seseorang setelah membaca teks drama tau menonton pertunjukan drama.
Akan tetapi, mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam kegiatan mengapresiasi drama. Apresiasi drama yang dilakukan hanya sebatas mengomentari secara mum tentang jalan cerita dalam drama. Padahal, ada banyak hal yang dapat diapresiasi dalam drama.
Agar dapat mengapresiasi drama secara menyeluruh, mahasiswa perl memperhatikan tahapan-tahapan dalam mengapresiasi drama. Tahapan tersebut meliputi pemahaman tentang sinopsis drama, karakteristik setiap tokoh, alur cerita, konflik apa saja yang muncul dalam drama, dan dialog antartokoh (Teuw, 2001:66). Tahapan dalam apresiasi drama dapat dengan mudah dilakukan ole mahasiswa jika diterapkan suatu media pembelajaran yang tepat.
Menurut Moulton (1957), drama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak. Jika mahasiswa diberikan suatu stimulus berupa pementasan drama yang ditampilkan melalui media audiovisual, maka diharapkan akan memudahkan mahasiswa mengapresiasi drama yang dimainkan. Mahasiswa diberikan tayangan 'bergerak’ dan tidak hanya sekadar membaca teks drama. Dengan demikian, diperlukan suatu media yang dapat memudahkan mahasiswa dalam mengapresiasi suatu drama dengan baik.
Media audiovisual merupakan ... (dst.). Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, maka diperlukan suatu media interaktif yang mampu memudahkan mahasiswa dalam kegiatan apresiasi drama. Dengan demikian, makalah dengan judul Penggunaan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Apresiasi Drama perlu ditulis dan dibahas lebih lanjut.
(NDA)
