Kenapa Desil Bisa Naik? Ini Penjelasan Kemensos dan Cara Menurunkannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan mengenai kenapa desil bisa naik, kini memicu kekhawatiran di kalangan sebagian masyarakat. Peningkatan level kesejahteraan tersebut dinilai sangat meresahkan, karena berpotensi menyebabkan warga kehilangan hak untuk menerima bantuan sosial (bansos).
Perubahan peringkat desil umumnya dipicu oleh adanya pemutakhiran data. Oleh sebab itu, memahami mekanisme verifikasi data menjadi hal paling mendasar agar masyarakat dapat menyikapi perubahan status bansos tersebut dengan tepat.
Kenapa Desil Bisa Naik?
Tenaga Ahli Menteri Sosial (Mensos) Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategi Andy Kurniawan mengatakan, desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukanlah ukuran langsung untuk menentukan kekayaan, kemiskinan, atau nominal pendapatan.
Indikator ini murni merupakan sistem pemeringkatan relatif yang membagi tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia, dari yang terendah hingga tertinggi menjadi 10 kelompok. Oleh karena itu, desil tidak dapat disamakan dengan besaran penghasilan bulanan.
“Desil itu bukan sertifikat kaya dan miskin. Desil tidak bisa disamakan secara ekuivalen dengan penghasilan,” kata Andy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 4 September 2026, seperti dikutip dari kumparanNEWS.
1. Sifat Relatif Pemeringkatan Nasional
Karena sifatnya yang relatif, peringkat desil seseorang dapat bergeser naik meskipun kondisi finansial keluarga tidak mengalami perubahan sama sekali. Pergeseran ini sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi keluarga lain di wilayah berbeda.
Dia memberi contoh, ketika timbul bencana alam di suatu daerah yang menyebabkan banyak warga mendadak jatuh miskin, peringkat nasional warga di daerah lain dapat terangkat. Perubahan posisi inilah yang memicu kenaikan angka desil pada sebagian masyarakat.
“Karena kalau dirangking ulang secara nasional, ada orang yang turun, maka ada orang yang naik (desilnya),” ucap Andy.
2. Pemutakhiran Data Berkala
Dia menjelaskan, sistem DTSEN secara rutin melakukan pemutakhiran data triwulanan atau setiap tiga bulan sekali. Dengan demikian, terdapat empat versi data berbeda dalam setahun.
Pada pemutakhiran Volume 3 Tahun 2026, masuknya sekitar 12 juta data baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencara Nasional (BKKBN) menjadi pemicu utama terjadinya pergeseran desil yang tergolong signifikan.
Penambahan data skala besar tersebut langsung dievaluasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk merespons dinamika yang dirasakan masyarakat. Pihak Kementerian Sosial (Kemensos) juga mengklaim sigap menindaklanjuti berbagai kasus pergeseran desil yang terjadi.
Cara Menurunkan Desil
Adapun pemerintah menyediakan berbagai sistem pelayanan koreksi bagi masyarakat yang ingin memperbaiki perubahan desil. Berikut beberapa kanalnya:
Aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Portal Perlinsos (Perlinsos) Kemensos di perlinsos.kemensos.go.id.
Laman Cek DTSEN BPS di dtsen-form.bps.go.id.
WhatsApp Center Kemensos 08877-171-171.
Command Center Kemensos 021-171.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di pemerintah desa atau kelurahan.
Baca Juga: Apakah Desil 5-10 Langsung Dicoret dari PKH dan BPNT? Ini Penjelasan Kemensos
(MDP)
