Konten dari Pengguna

Perbedaan Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap sebagai Aset Perusahaan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gedung perusahaan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gedung perusahaan. Foto: Pexels

Perusahaan memiliki berbagai jenis aset yang digunakan untuk menjalankan operasional bisnis. Aset perusahaan ini kemudian dibagi menjadi dua kategori, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap.

Lalu, apa perbedaan aktiva lancar dan aktiva tetap? Artikel ini akan membahas perbedaan kedua jenis aset tersebut serta contohnya dalam perusahaan.

Pengertian Aktiva Lancar

Ilustrasi aktiva lancar. Foto: Pexels

Dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktiva lancar (current assets) adalah aktiva dalam bentuk uang tunai atau barang berharga lainnya yang sewaktu-waktu dapat dengan mudah ditukar dengan uang tunai.

Menurut Alimansyah dan Padji dalam buku Kamus Istilah Keuangan dan Perbankan, aktiva lancar merupakan harta perusahaan yang dapat ditukar dengan tunai dalam waktu yang relatif singkat, biasanya satu siklus atau tahun buku.

Sederhananya, aktiva lancar adalah aset perusahaan yang dapat dikonversi menjadi uang tunai atau digunakan dalam operasional dalam jangka waktu satu tahun/siklus operasi normal bisnis.

Aktiva lancar bersifat mudah dicairkan atau dijual tanpa mengurangi nilainya secara signifikan. Aktiva ini sangat penting dalam menjaga likuiditas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

Mengutip buku Accounting Principles karangan Abdullah Shahab, aktiva lancar terdiri dari kas, surat berharga, wesel tagih, piutang dagang, persediaan barang, hingga beban dibayar muka.

Dari berbagai aktiva lancar tersebut, uang tunai menjadi aset yang paling likuid atau mudah dicairkan. Keberadaan uang tunai menjadi alat tukar yang legal pada akhirnya, sehingga setiap orang membutuhkan uang tunai untuk mendapatkan suatu kebutuhan.

Baca juga: Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional yang Perlu Dipahami

Pengertian Aktiva Tetap

Ilustrasi aktiva tetap. Foto: Unsplash

Sunarno Sastroatmodjo menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Pengantar Akuntansi, aktiva tetap (fixed assets) adalah aset berwujud yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam operasional bisnis untuk jangka waktu lebih dari satu tahun.

Aktiva tetap memiliki masa manfaat yang panjang, sehingga tidak dapat dijual atau dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu dekat. Aset ini umumnya digunakan dalam proses produksi atau sebagai fasilitas yang membantu kelancaran operasional perusahaan.

Beberapa contoh aktiva tetap suatu perusahaan, yaitu tanah, gedung atau fasilitas fisik yang digunakan untuk kegiatan bisnis, mesin dan peralatan kantor, serta kendaraan yang digunakan untuk keperluan perusahaan.

Perbedaan Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap

Ilustrasi gedung perusahaan. Foto: Pexels

Merangkum dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan aktiva lancar dan aktiva tetap antara lain sebagai berikut.

1. Jangka Waktu Penggunaan

  • Aktiva lancar: Berumur pendek, umumnya diharapkan dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam waktu satu tahun.

  • Aktiva tetap: Berumur panjang, digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun untuk operasional perusahaan.

2. Likuiditas

  • Aktiva lancar: Sangat likuid, mudah dikonversi menjadi uang tunai atau digunakan dalam operasional.

  • Aktiva tetap: Kurang likuid, sulit untuk dijual atau dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu singkat tanpa kehilangan nilai.

3. Tujuan Penggunaan

  • Aktiva lancar: Digunakan untuk kebutuhan operasional jangka pendek, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, dan kewajiban jangka pendek lainnya.

  • Aktiva tetap: Digunakan untuk keperluan jangka panjang, seperti produksi barang atau penyediaan fasilitas bagi kegiatan perusahaan.

4. Penyusutan

  • Aktiva lancar: Tidak mengalami penyusutan karena umurnya yang pendek. Namun, beberapa aset lancar seperti persediaan bisa mengalami perubahan nilai.

  • Aktiva tetap: Mengalami penyusutan setiap tahun karena penggunaan dan umur ekonomisnya. Penyusutan ini dicatat dalam laporan keuangan untuk mencerminkan pengurangan nilai aset.

5. Pencatatan dalam Laporan Keuangan

  • Aktiva lancar: Dicatat di bagian atas neraca di bawah kategori aset jangka pendek.

  • Aktiva tetap: Dicatat di bagian bawah neraca di bawah kategori aset jangka panjang. Aktiva tetap juga termasuk dalam catatan penyusutan.

(NDA)