Perbedaan Barang Substitusi dan Komplementer serta Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan barang substitusi dan komplementer dapat dilihat dari penggunaannya. Barang komplementer menjadi pelengkap untuk barang utama, sedangkan barang substitusi adalah barang pengganti dari barang lainnya.
Selain itu, pada aspek harga, kedua barang substitusi maupun komplementer memilik hubungan yang saling berlawananan arah. Saat harga naik, permintaan barang substitusi meningkat, sementara barang komplementer menurun.
Untuk mengetahui perbedaan barang substitusi dan komplementer lebih lanjut, simak pembahasan selengkapnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Barang Substitusi dan Komplementer
Mengutip www.studysmarter.co.uk, barang substitusi adalah produk yang dapat digunakan sebagai alternatif dari produk lain karena kedua produk tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang serupa.
Contohnya, iPhone dan Galaxy Note dapat dianggap sebagai barang substitusi karena keduanya berfungsi sebagai ponsel. Dengan cara ini, produsen memberi pilihan berbeda ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan yang sama.
Sementara, merujuk jurnal Simulasi Manajemen Penempatan Barang pada Gudang Berbasis 3D Menggunakan Metode Block Stacking oleh Yulianto dan ilman, barang komplementer adalah barang yang kegunaannya melengkapi barang lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia apabila digunakan secara bersama-sama.
Mengutip laman boycewire.com, terkadang barang komplementer mutlak diperlukan, seperti bensin dengan mobil. Selain itu, barang komplementer juga dapat menambah nilai produk utama, misalnya, panekuk dengan sirop maple.
Baca Juga: Pengertian Barang Mentah, Sumber, dan Rumus untuk Menghitung
Perbedaan Barang Substitusi dan Komplementer
Merujuk laman www.wallstreetmojo.com, berikut perbedaan barang komplementer dengan barang substitusi:
Barang komplementer dikonsumsi bersama-sama, sedangkan barang substitusi memenuhi keinginan yang sama.
Ketika harga produk naik, permintaan barang komplementer menurun, sedangkan permintaan barang substitusi meningkat.
Barang substitusi lebih merujuk pada persaingan di pasar, sedangkan barang komplementer pada produk.
Contoh barang substitusi adalah Coca Cola dan Pepsi, sedangkan barang komplementer adalah roti dengan mentega.
Barang substitusi memiliki hubungan terbalik, sedangkan barang komplementer memiliki hubungan positif satu sama lain.
Contoh Barang Komplementer
Dari banyaknya contoh barang komplementer, berikut Berita Bisnis jabarkan dua contoh sederhana dari barang komplementer yang dikutip dari laman www.wallstreetmojo.com:
1. Wine dan Gelas Wine
Dalam budaya Amerika, seseorang yang membeli sebotol anggur akan selalu lebih memilih untuk meminumnya dalam gelas anggur tradisional.
Dengan demikian keduanya saling terkait dengan konsumen yang menganggap kedua produk tersebut sebagai barang yang saling melengkapi.
2. Senter dan Baterai
Senter tak akan berguna atau tak akan menyala jika pengguna tidak menggunakan baterai sebagai sumber energinya.
Dengan demikian, kedua produk tersebut dapat berfungsi dengan bantuan barang lainnya dan tak akan berguna jika salah satu dari keduanya tak diproduksi di pasar.
Contoh Barang Substitusi
Merujuk marketbusinessnews.com, berikut beberapa contoh sederhana dari barang substitusi:
1. Kendaraan Umum
Jika seseorang tak memiliki akses ke mobil pribadi, mereka dapat pergi ke kantor dengan bus atau kendaraan umum lainnya.
Oleh karena itu, bus atau kendaraan umum lainnya merupakan barang substitusi dari mobil.
2. Pasta Gigi
Barang substitusi adalah dua atau lebih produk yang dapat digunakan konsumen untuk tujuan yang sama. Hal ini juga berlaku untuk pasta gigi.
Misalnya, Pak Anwar sering menggunakan pasta gigi X sebagai produk utamanya. Namun, karena adanya fluktuasi harga barang tersebut, ia lebih memilih pasta gigi lain untuk tujuan yang sama.
(MQ)
