Program Baru BKN untuk PNS Bisa Kerja Dekat Rumah, Cek Rinciannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uji coba program baru BKN untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) resmi diluncurkan. Program pegawai bekerja dekat keluarga dan domisili ini diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa mengurangi produktivitas.
Mengacu pada unggahan akun Instagram resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) @bkngoidofficial, Rabu, 22 Juli 2026, program pegawai bekerja dekat keluarga dan domisili dinilai sebagai terobosan nyata demi menuju birokrasi yang fleksibel dan berpihak pada kesejahteraan.
Program Baru BKN untuk PNS
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, uji coba program pegawai bekerja dekat keluarga dan domisili dimulai dari ASN di lingkungan lembaganya.
Dia pun berharap agar program ini kemudian dapat diikuti oleh kementerian dan lembaga (K/L) lain serta pemerintah daerah (pemda).
“Ini untuk BKN saja dulu. Nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi kementerian, lembaga, (pemerintah) provinsi dan kabupaten/kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional,” kata Zudan dalam keterangannya di Instagram @bkngoidofficial.
1. Menjawab Kerisauan ASN
Zudan menjelaskan bahwa program bekerja dekat rumah merupakan jawaban dari kegelisahan para ASN yang juga berstatus sebagai ibu maupun kepala keluarga.
Tujuannya agar pegawai tetap dapat berkontribusi kepada negara tanpa mengesampingkan peran di lingkup rumah tangga.
“Ini saya lakukan dalam rangka merespons kerisauan para ASN kita yang ingin memberikan tanggung jawab, memberikan pemenuhan tanggung jawab, sebagai ibu, sebagai ayah, untuk memberikan perhatian yang utuh kepada putra-putrinya,” ucap Kepala BKN.
2. Menghemat Pengeluaran
Lebih lanjut, Zudan menyebut program bekerja dekat keluarga dan domisili ini diharapkan dapat menekan biaya pengeluaran bagi para ASN. Hal ini termasuk biaya transportasi hingga biaya rumah tangga lainnya.
“Kalau suami istri berkumpul bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air,” ujarnya.
3. Merespons Pendapatan ASN yang Belum Bisa Naik
Selain itu, Zudan menuturkan bahwa program bekerja dekat rumah sekaligus menjawab persoalan pendapatan ASN yang menurutnya belum bisa dinaikkan. Oleh sebab itu, BKN berupaya menghadirkan solusi yang dapat mengurangi pengeluaran bagi para pegawai pemerintah.
“Ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi,” kata Zudan.
Adapun sebelumnya, pemerintah telah menetapkan penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN melalui Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah.
SE yang berlaku mulai Rabu, 1 April 2026 tersebut mengatur sistem kerja ASN dengan ketentuan sebagai berikut:
Empat hari kerja dalam satu minggu untuk pelaksanaan tugas kedinasan di kantor atau work from office (WFO), yaitu pada Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis.
Satu hari kerja dalam satu minggu untuk pelaksanaan tugas kedinasan di rumah atau work from home (WFH), yaitu pada Jumat.
Baca Juga: Aturan WFH ASN untuk Guru, Begini Ketentuannya
(MDP)
