2 Kultum tentang Malam Lailatul Qadar untuk Direnungkan Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kultum adalah kegiatan tausiyah singkat yang biasanya dilakukan setelah shalat subuh, setelah shalat tarawih, atau menjelang berbuka puasa. Salah satu materi yang paling sering disampaikan adalah malam Lailatul Qadar.
Ini adalah malam yang diyakini hadir di 10 hari terakhir Ramadan dan sangat dinantikan umat Islam karena nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. Jika sedang mencari referensi, simak beberapa kultum tentang malam Lailatul Qadar berikut ini!
Kultum tentang Malam Lailatul Qadar
Dikutip dari berbagai sumber, berikut kultum tentang malam Lailatul Qadar yang dapat dijadikan sebagai referensi.
Kultum 1
Menyingkap Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Pada bulan Ramadan, salah satu yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam diseluruh dunia adalah datangnya Lailatul Qadar. Malam tersebut memiliki kebaikan setara dengan seribu bulan.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar ditegaskan Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan." (QS. Al-Qadr [97]:1-3).
Pertama, malam Lailatul Qadar adalah malam di mana Al-Quran diturunkan. Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril.
Kedua, malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pahala yang didapatkan pada malam ini sangat besar dan melimpah. Amal shalih pada Lailatul Qadar lebih baik dari pada amal shalih yang dilakukan selama seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan.
Ketiga, malam Lailatul Qadar malaikat Jibril dengan seizin Allah mengatur setiap perkara hidup penuh rahmat, kecuali 4 kelompok orang: pecandu arak, durhaka kepada orang tua, memutuskan hubungan persaudaraan, dan suka mendendam.
Semoga kita dapat memanfaatkan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT. Aamiin.
Sumber: Buku Oase Ramadan: Bunga Rampai Materi Kultum Ramadan 1445 H (2024) oleh Rusdiana
Kultum 2
Berburu Lailatul Qadar
Jamaah yang dirahmati Allah...
Tidak terasa Ramadan sudah memasuki sepertiga akhir. Maka di sepertiga akhir Ramadan, pada malam harinya tampak pemandangan umat berbondong melakukan itikaf di masjid, guna mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu malam seribu bulan. Dan malam-malam ganjil menjadi prioritas para Muslim melakukan itikaf.
"Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. al-Qadar: 3). Sesungguhnya seseorang yang beribadah pada malam itu, maka sama baginya dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan lamanya pada malam atau hari-hari biasa.
Anjuran-anjuran beliau untuk mengisi malam al-Qadar tersebut dengan banyak ibadah terlihat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada malam al-Qadar karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu." Beberapa amaliah menjaring dan 'memburu' malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
Pertama, menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah bukti keimanan seseorang. Kedua, menggapai Lailatul Qadar hendaklah dalam keadaan berpuasa. Ketiga, mencari Lailatul Qadar itu pada 10 malam yang terakhir.
Keempat, mencari Lailatul Qadar terutama pada malam-malam witir-nya (ganjilnya). Kelima, hadis paling seringnya tentang Lailatul Qadar adalah tanggal 27, tapi terjadi juga tanggal 23-nya. Keenam, Lailatul Qadar itu bisa didapati dalam keadaan jaga maupun dalam kondisi tidur dalam bentuk mimpi yang benar.
Ketujuh, Lailatul Qadar itu tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak ada angin, tidak hujan, tanda di pagi harinya adalah matahari terbit bercahaya lembut. Kedelapan, tapi kadang-kadang Lailatul Qadar itu disertai juga dengan hujan.
Kesembilan, pagi hari setelah Lailatul Qadar cahaya matahari putih, tapi tidak silau. Kesepuluh, Lailatul Qadar hanya bermanfaat bagi orang yang iman dan mengharap ridha Allah. Kesebelas, saat Lailatul Qadar malaikat yang turun ke bumi lebih banyak dari kerikil.
Jamaah yang dicintai Allah...
Lalu, apa yang mesti kita ucapkan jika Lailatul Qadar menghampiri kita? Rasulullah menjawab, "Bacalah, Allaahumma inna-Ka 'afuwwun tuhibbul-'afwa fa'fu anni (Wahai Allah, Engkau Maha Pemaaf, Menyenangi maaf. Maka, maafkanlah aku)." (HR. at-Tirmidzi, Imam Ahmad dalam Musnad-nya).
Lailatul Qadar adalah momentum paling berharga yang dianugerahkan Allah, merugilah mereka yang mengabaikannya. Tentu, Lailatul Qadar tidak datang dengan sendirinya, tetapi mesti 'diburu'.
Semoga kita termasuk golongan yang menjalankan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.
Sumber: Buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun (2020) oleh Sohibul Ulum
(FHK)
Baca juga: Kapan Mulai Itikaf Ramadhan 2026? Simak Jadwal dan Tata Caranya
