3 Kultum Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Sebagai Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 12 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kultum atau kuliah tujuh menit merupakan kegiatan tausiyah singkat yang kerap disampaikan di bulan Ramadhan. Memasuki sepuluh malam terakhir, ada banyak materi kultum yang biasa dibawakan penceramah, salah satunya tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar.
Malam yang disebut lebih baik dari 1000 bulan ini tidak diketahui secara pasti kedatangannya. Meski begitu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya di malam-malam ganjil, tepatnya sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Di samping itu, sejumlah hadits juga menyebutkan tanda-tanda alam yang menyertai kedatangan Lailatul Qadar. Jika butuh referensi, berikut contoh kultum tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang bisa Anda siapkan!
Contoh Kultum Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa contoh kultum tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang bisa dibawakan penceramah.
Contoh Kultum #1
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Ibu Jamaah Sholat Isya yg dimuliakan Allah swt, Alhamdulillah pada hari ini kita telah masuk hari yg ke 26 Bulan Ramadhan, 10 hari terakhir dibulan Ramadhan, dan kurang seminggu lagi kita akan memasuki bulan Syawal.
Di 10 hari terakhir ini adalah momentum bagi kita semua untuk mempertebal lagi Ibadah wajib maupun sunah, salah satunya yaitu dengan melaksanakan I'tikaf atau berdiam diri dimasjid.
Yang dimaksud dengan berdiam diri dimasjid adalah menetap di masjid di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan melaksanakan Ibadah sunnah, seperti memperbanyak salat sunnah, membaca Al Qur'an, Dzikir kepada Allah, dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya dihadapan Allah.
Tujuan dari I'tikaf itu sendiri Bapak/Ibu salah satunya adalah untuk mendapatkan malam kemuliaan yang setara dengan 1000 bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan kemuliaan dikatakan bagi siapa saja yang menjumpai malam tersebut dan dia berdoa maka doanya akan diijabah oleh Allah swt.
Tidak hanya itu dikatakan bahwa bagi siapa saja yang menjumpai malam Lailatul Qadar dalam keadaan beribadah seperti salat sunnah 2 rakaat maka ia terhitung salat sunnah 2 rakaat selama 1000 bulan atau 83 tahun.
Disisi lain perlu kita ketahui kapan waktu dan bagaimana ciri-ciri malam Lailatul Qadar tersebut, dalam suatu hadist Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Imam Bukhari)
Dalam Riwayat lain disebutkan:
“Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian.” (HR Imam Ahmad).
Lalu bagaimana dengan ciri-cirinya?
1. Matahari terbit tidak terlalu menyengat
Salah satu tanda hadirnya Lailatul Qadar adalah matahari yang terbit tidak terlalu panas dan cenderung meredup. Ini digambarkan dalam hadits:
"... Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke-27 (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya mataharinya terbit berwarna putih tanpa sinah yang menyorot" (HR. Muslim no. 762)
2. Angin Berhembus Sejuk.
Tanda berikutnya dari kehadiran Lailatul Qadar adalah hembusan angin yang lembut. Allah SWT memberikan kenikmatan ini supaya hamba-Nya bisa merasakan kesejukan di malam yang penuh rahmat.
3. Malam Hari Terlihat Terang
Nabi Muhammad SAW bersabda, saat Lailatul Qadar malam hari terlihat cerah atau terang, tetapi tidak dingin atau tidak panas. Malam Lailatul Qadar juga tidak berawan dan tidak hujan. Tidak nampak pula bintang-bintang di langit.
"...Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin, tidak pula panas, pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintan sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi hari terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu. " (HR. Ahmad)
Jamaah salat Isya yg dimuliakan Allah swt Marilah kita memaksimalkan sisa-sisa hari terakhir di bulan Ramadhan ini, mari perbanyak Ibadah sunnah di akhir bulan Ramadhan. Semoga kita mampu memenangi bulan Ramadhan tahun ini, dan semoga kita mampu menjumpai malam Lailatul Qadar, sehingga kita mampu meninggalkan bulan Ramadhan dalam keadaan menang dan suci.
Demikian sedikit kultum dari saya kurang lebihnya Mohon Maaf.
Sumber: Unggahan Scribd berjudul Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar oleh Eksan Wahyudi
Contoh Kultum #2
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innal-hamda lillahi nahmaduhu wu nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu, wa na'udzubillahi min syururi anțusinaa wa sayyi-aati a'maalinaa, man yah dihillahu jalaa mudhilla lahu, wa man yudhlil falaa haadiya lahu, wa asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, amma ba'du.
Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Karena berkat limpahan rahmatnyalah sehingga kita semua bisa sama-sama berkumpul di tempat yang penuh berkah ini, guna melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba Allah, yaitu shalat isya, dan insyaa Allah akan dilanjutkan dengan shalat sunnah tarawih dan witir secara berjamaah.
Shalawat dan taslim semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabiullah Muhammad SAW, yang membebaskan kita dari alam kegelapan, menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan pada malam hari ini.
Hadirin wal hadirat, jamaah tarawih rahimahullah
Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan artinya kita semua berkesempatan meraih malam lailatul qadar di bulan Ramadhan. Disebut sebagai malam kemuliaan karena adanya ciri-ciri dan keutamaan malam lailatul qadar tersendiri yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits. Meski tidak ada yang tahu secara pasti waktu datangnya, namun malam lailatul qadar diyakini terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, tepatnya malam-malam ganjil.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW;
Artinya: "Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari).
Ciri-ciri malam lailatul qadar disebutkan dalam beberapa hadits, diantaranya;
1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:
"Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
2. Cahaya mentari redup
Ada juga hadits nabi yang menginformasikan ciri malam Qadar adalah bila ada cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dasanya dari hadits Ubay bin Ka'ab RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
"Keesokan hari malam Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan," (HR. Muslim)
Pertanyaannya kenapa redup? Menurut sebagian riwayat, Karena malaikat-malaikat turun (dari langit ke bumi hingga) cahayanya mengalahkan cahaya matahari.
3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Malam itu terbawa dalam mimpi, seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radhiyallahu anhu.
"Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah saw berkata, "Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul Qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir," (HR Muslim)
4. Bulan nampak separuh bulatan
Ada juga yang menyebutkan bahwa malam itu bulan nampak separuh bulatan, sebagaimana hadits berikut ini:
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, "Kami pernah berdiskusi tentang lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan," (HR. Muslim)
5. Malam dengan ciri tertentu
Ciri yang lain dari malam Qadar adalah malam itu terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Dasarnya adalah hadits Ubadah bin Shamit radhiyallahu anhu berikut ini:
"Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu," (HR. Ahmad). Juga ada hadits yang senada dari hadits Watsilah bin al-Asqa' dari Rasulullah SAW
"Lailatul-Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)," (HR. At-Thabrani) [1]
6. Lezatnya ibadah
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ciri malam Qadar adalah bila orang-orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
Namun, dari sekian banyak riwayat yang menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar ini mempunyai tanda dan alamat yang bisa diketahui dan dirasakan, tidak berarti bahwa setiap orang dapat mengetahui dan merasakannya.
Seorang muslim yang menghidupkan malam-malam Ramadhannya, memungkinkan baginya mendapatkan malam Qadar itu tanpa ia ketahui tanda malam mulia tersebut,
Jadi mengetahui tanda malam Qadar itu bukan sesuatu yang pasti dan dapat dirasakan oleh semua orang yang menghidupkan malam tersebut.
Imam Thobari mengatakan: "Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu".
Semoga di hari-hari terakhir bulan ramadhan ini, kita semua mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar. Amin ya Rabbal alamin.....
Demikian yang sempat saya sampaikan pada malam hari ini, kalau ada kurangnya, itu semua datang diri saya pribadi, kalau ada benarnya itu semua datang dari Allah SWT.
'Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber: Unggahan Scribd berjudul Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar oleh Sabaruddin Amien
Contoh Kultum #3
Judul: Waktu dan Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Salah satu keistimewaan yang paling diharapkan oleh seluruh umat Muslim saat bulan suci Ramadhan adalah bisa meraih malam Lailatul Qadar. Karena pendapat yang paling kuat mengatakan malam agung ini terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sejumlah umat Muslim pun memotivasi kembali semangat ibadahnya pada waktu-waktu tersebut.
Pada malam sepuluh hari terakhir ini, kita bisa menjumpai sejumlah mushola diadakan shalat malam, dzikir, serta doa bersama. Semua ini dilakukan tidak lain demi meraih malam Lailatul Qadar. Hanya saja, Allah swt telah merahsiakan kapan malam mulia ini jatuh. Kalaupun ada penjelasan kapan tanggal terjadinya, paling sebatas prediksi dari para ulama.
Jika kita ibaratkan, malam Lailatul Qadar bagaikan permata sangat indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Semua orang menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya. Dalam satu hadits terkait malam Lailatul Qadar, Rasulullah bersabda,
إنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Artinya, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan)" (HR Ibnu Majah).
Prediksi Waktu Lailatul Qadar
Kendati kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan, akan tetapi para ulama berusaha (berijtihad) untuk memprediksi kapan malam mulia tersebut jatuh. Kita bisa mengacu pada pendapat-pendapat yang mereka kemukakan, kendati pada akhirnya kita juga berkesimpulan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar tetap menjadi misteri karena tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.
Kiranya semua pendapat ulama terkait prediksi malam Lailatul Qadar penulis kemukakan di sini, rasanya tidak akan cukup untuk dimuat dalam artikel yang singkat ini. Imam Ibnu Hajar al-Atsqalani sendiri menghimpun setidaknya ada 45 pendapat terkait waktu terjadinya malam tersebut. Hanya saja, dari sekian pendapat yang ada ia berkesimpulan bahwa argumen yang paling kuat adalah yang mengatakan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadhan.
Sementara Imam Syafi'i lebih spesifik lagi berpendapat bahwa tanggal 21 dan 23 Ramadhan lebih potensial terjadi malam Lailatul Qadar. Sedangkan mayoritas ulama termasuk Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat pada 27 Ramadhan. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, t.t: juz V, h. 569)
Menurut Imam Fakruddin ar-Razi, hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah supaya umat Muslim bersungguh-sungguh melakukan ibadah selama satu bulan Ramadhan penuh untuk mendapatkan malam istimewa tersebut. Jangan sampai kita lengah satu hari saja. Tentu kita tidak menginginkan malam Lailatul Qadar jatuh saat kebetulan kita sedang malas beribadah. (ar-Razi, Mafatihul Ghaib, t.t: juz 32, h. 28).
Senada dengan ar-Razi, Syekh Nidzamuddin an-Nasibasuri dalam tafsirnya, Gharaibul Qur'an wa Raghaibul Furqan menyampaikan,
الحِكْمَة فِي اخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْر في الليالي كَالْحِكْمَةِ فِي اخْفَاءِ وَقْتِ الوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْغَبُ الْمُكَلِّفُ فِي الطَّاعَاتِ ويزيدُ فِي الاجْتِهَادِ وَلَا يَتَغَافَلُ وَلَا يَتَكَاسَلُ وَلَا يَتَكلُ
Artinya, "Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, tidak bermalas-malasan, dan tidak lesu." (lihat Graraib al-Qur'an wa Raghaib al-Furqan, juz 6, hal 537)
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar
Kendati malam Lailatul Qadar tidak bisa kita pastikan kapan terjadinya, selain mengikuti prediksi para ulama, kita juga bisa memprediksi kedatangannya dengan mengamati kondisi alam yang ada. Berikut adalah beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar dilihat dari gejala alam berdasarkan beberapa hadits Nabi.
1. Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
2. Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.
Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda,
لَيْلَهُ القَدر لَيْلَهُ سَمْحَهُ طلقة لا حارة ولا باردة تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبَيْحَتُهَا ضَعِيفَةٌ حَمْرَاء
Artinya, "Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman)
Hanya saja, prediksi berdasarkan gejala alam tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk bisa meraih malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-Atsqalani sendiri menegaskan bahwa ciri-ciri gejala alam tersebut akan tampak setelah malam Lailatul Qadar-nya, bukan sebelum atau saat sedang terjadi sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebelum tepat kedatangannya. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, t.t: juz IV, h. 260)
Pada akhirnya, kita berkesimpulan bahwa malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kapan tepatnya terjadi. Kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah selama satu bulan Ramadhan dengan harapan bisa meraih malam istimewa ini. Semoga Ramadhan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya kita diberi kesempatan oleh Allah swt untuk meraih malam yang lebih utama dari seribu bulan ini. Amin. Wallahu a'lam.
Sumber: Unggahan Scribd Ciri dan Waktu Malam Lailatul Qadar oleh Fijar Kusuma Putra
Baca juga: 2 Kultum tentang Malam Lailatul Qadar untuk Direnungkan Umat Islam
(RK)
