3 Materi Kultum Hari ke-21 Ramadhan yang Bisa Memperkuat Iman

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki hari ke-21 Ramadhan, masih terbuka peluang bagi umat Islam untuk meraih keberkahan dan pahala berlipat ganda. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak amalan saleh untuk meraih ridha Allah SWT.
Salah satu amalan sederhana yang bisa dilakukan adalah berbagi ilmu dan pesan kebaikan melalui kultum atau kuliah tujuh menit. Biasanya, kegiatan ini disampaikan setelah sholat tarawih, sholat subuh, atau menjelang berbuka puasa.
Mengingat durasinya yang terbatas, penceramah perlu mempersiapkan materi dengan susunan yang rapi dan terarah. Dengan perencanaan yang baik, penyampaian tausiah akan terasa lebih jelas, bermakna, dan mudah dipahami oleh para jamaah.
Bagi Anda yang bertugas menyampaikan kultum di masjid, musala, atau lingkungan sekitar, berikut beberapa contoh teks kultum hari ke-21 Ramadhan.
3 Materi Kultum Hari ke-21 Ramadhan
Dirangkum dari kanal YouTube Roda Media, Media Cordova 3, dan beberapa sumber lainnya, berikut tiga contoh teks materi kultum yang bisa digunakan untuk hari ke-21 Ramadhan:
Contoh Kultum 1 - Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya syahra shiyam.
Jamaah yang dimuliakan Allah SWT,
Alhamdulillah pada hari ini kita telah memasuki hari ke-21 Ramadhan, yang berarti kita berada pada sepuluh hari terakhir bulan suci ini. Kita patut bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah puasa dan berbagai amal kebaikan di bulan yang penuh berkah ini.
Sebagaimana diketahui, bulan Ramadhan memiliki tiga fase utama.
Fase pertama adalah fase rahmat, yaitu sepuluh hari pertama yang dipenuhi dengan kasih sayang Allah SWT. Fase kedua adalah fase maghfirah, yaitu sepuluh hari berikutnya ketika Allah SWT membuka pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya. Sedangkan fase ketiga adalah fase pembebasan dari api neraka, yaitu sepuluh hari terakhir Ramadhan yang menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai ibadah, membangunkan keluarganya untuk shalat malam, serta meningkatkan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan karena pada malam-malam tersebut terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:
“Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”
Ayat ini menunjukkan betapa luar biasanya keutamaan malam tersebut. Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Agar kita dapat meraih keberkahan di sepuluh malam terakhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.
Pertama, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi, menjelaskan bahwa memperbanyak tilawah Al-Qur’an pada akhir Ramadhan memiliki keutamaan yang besar.
Kedua, melaksanakan i’tikaf.
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Ketiga, memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail.
Shalat malam merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Keempat, memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Malam-malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, memohon ampunan, serta memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah SWT,
Semoga pada Ramadhan tahun ini kita termasuk orang-orang yang berusaha memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar, serta melimpahkan keberkahan dan ridha-Nya dalam kehidupan kita. Amin ya rabbal ‘alamin.
Sekian yang dapat saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh Materi Kultum 2 - Meraih Malam Lailatul Qadar di Fase Ketiga Ramadhan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim, robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatam millisani yafqohu qouli.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sampai hari ini kita masih diberikan kesehatan, kekuatan jasmani dan rohani, serta kekuatan iman. Berkat rahmat-Nya, kita masih bisa menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan istiqomah.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, manusia terbaik yang diutus Allah sebagai pembawa petunjuk bagi seluruh umat manusia. Semoga kita semua termasuk golongan umat beliau yang meraih syafaat dan rahmat di dunia maupun akhirat.
Hari ini, kita telah memasuki hari ke-21 Ramadhan, menandai dimulainya fase ketiga di bulan suci ini. Setiap muslim tentu menantikan sepuluh malam terakhir Ramadhan karena penuh keutamaan, terutama malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari seribu bulan. Pada fase ini, kita diuji untuk menjaga keimanan dan istiqomah dalam ibadah, karena setelah melewati fase pertama dan kedua, banyak yang mulai melemah dalam pelaksanaan ibadahnya.
Dalam fase pertama, kita diuji dari sisi fisik, menahan lapar dan haus, serta menyesuaikan diri dengan ritme puasa. Fase kedua menguji konsistensi dan keistiqomahan, apakah kita mampu terus menunaikan ibadah shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal kebaikan secara rutin.
Fase ketiga, yang kita jalani sekarang, adalah fase ujian keimanan, di mana tantangan terbesar muncul, yaitu godaan dunia seringkali mengurangi fokus ibadah, shalat tarawih berkurang, tadarrus mulai jarang, dan bahkan kegiatan i’tikaf mulai menurun.
Oleh karena itu, fase ke-21 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat iman, takwa, dan motivasi ibadah. Salah satu cara memaknai fase ini adalah dengan memperdalam pemahaman tentang malam Lailatul Qadar, sebagai hadiah bagi mereka yang istiqomah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Qadr:
"Inna anzalnahu fi lailatil qadr. Wama adroka ma lailatul qadr. Lailatul qadr khairum min alfi syahr. Tanazzalul malaikatu war-ruh fiha bi-izni rabbihim min kulli amr. Salamun hiya hatta matla’il-fajr."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Pada malam itu, para malaikat turun untuk mengatur segala urusan atas izin Allah, dan malam tersebut dijamin penuh keselamatan dan berkah hingga terbit fajar.
Dalam bahasa Al-Quran, Qadr berarti kemuliaan, sementara dalam bahasa lughowi berarti takdir. Ini menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah momen penting untuk mendapatkan kemuliaan dan keberkahan hidup.
Semoga di fase terakhir bulan suci ini, kita semua bisa meraih malam penuh kemuliaan tersebut dan mendapatkan keberkahan yang melimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Demikian materi kultum hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua, menjadi motivasi untuk terus istiqomah, menguatkan niat, dan meningkatkan iman serta takwa di sisa hari-hari Ramadhan.
Semoga Allah selalu memudahkan langkah kita dan menerima semua amal ibadah kita. Billahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Contoh Materi Kultum 3 - I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Alhamdulillahirabbil alamin, wassholatu wassalamu 'ala asyrofil ambiya iwal mursalin, wa'ala alihi wasohbihi ajma'in.
Halo teman-teman, serta sahabat yang dirahmati Allah. Semoga kita selalu diberikan semangat, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa. Perkenalkan, nama saya ..., dan hari ini saya akan menyampaikan kultum tentang i'tikaf di bulan Ramadhan.
Teman-teman, hari ini kita telah memasuki hari ke-21 Ramadhan, yaitu awal dari sepuluh hari terakhir yang penuh berkah. Pada waktu ini, salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan adalah i'tikaf, ibadah mulia yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Iktikaf juga menjadi sarana untuk meraih malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Lalu, apa itu i'tikaf? Iktikaf adalah menetap di masjid dengan tata cara khusus, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak ibadah. Meskipun iktikaf bisa dilakukan kapan saja, keutamaannya lebih besar jika dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama mulai malam ke-21 hingga malam terakhir.
Bagi teman-teman yang ingin beri'tikaf, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Yang pertama, tempat i'tikaf. I'tikaf dilakukan di masjid. Teman-teman bisa memilih masjid mana saja, asalkan nyaman dan memungkinkan untuk beribadah dengan khusyuk.
Kedua, perhatikan waktu i'tikaf. I'tikaf dimulai pada malam ke-21 setelah matahari terbenam dan berlangsung hingga akhir malam atau sesuai kemampuan masing-masing.
Kemudian, orang yang beri'tikaf, atau mutakif, sebaiknya tetap berada di masjid dan tidak keluar kecuali ada alasan yang dibenarkan, misalnya untuk sholat Jumat, menunaikan hajat, atau keadaan darurat.
Selama i'tikaf, perbanyaklah ibadah seperti berdoa, berzikir, membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku agama, dan menunaikan sholat sunnah. Semua itu akan mendekatkan diri kita kepada Allah dan menambah pahala di bulan suci Ramadhan.
Dengan memulai i'tikaf pada hari ke-21, kita menyiapkan diri untuk meraih malam Lailatul Qadar dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga teman-teman semua dapat memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan ini sebaik-baiknya, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan keimanan.
Demikian kultum yang dapat saya sampaikan hari ini. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk tetap istiqomah menjalankan ibadah di sisa Ramadhan. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: 3 Contoh Materi Kultum tentang Malam Lailatul Qadar yang Menyentuh Hati
(ANB)
