4 Puisi tentang Malam Lailatul Qadar yang Menyentuh Hati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di antara banyaknya malam yang dilewati sepanjang bulan suci Ramadan, terdapat satu malam yang memiliki keistimewaan luar biasa, yakni malam Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada 1000 bulan.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggambarkan keistimewaan malam ini, salah satunya lewat puisi. Karya sastra ini bisa disusun untuk mendeskripsikan suasana Lailatul Qadar yang penuh ketenangan, harapan, dan doa.
Puisi tentang malam Lailatul Qadar bisa dirangkai dengan kata-kata yang indah dan puitis agar pesan yang disampaikan lebih bermakna. Yuk, simak contohnya dalam artikel berikut!
Puisi tentang Malam Lailatul Qadar
Simak beberapa puisi yang mengangkat tema malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan tersebut.
Puisi 1
Mengutip karya yang terdapat dalam buku Antologi Puisi “Menggapai Berkah Ramadhan di Tiga Kota” karya Aminah Tresno, Roselina, dan Muh. Hamzah Zaidin, berikut puisi bertema malam Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar
Ada satu malam yang selalu kami nantikan
Malam yang lebih baik dari seribu bulan
Malam lailatul Qadar malam kemuliaan
Disebutkan di sebuah riwayat
Pertanda datangnya malam Lailatul Qadar
Cuaca tenang dan udaranya terasa segar
Sinar matahari terasa sejuknya
Mari perbanyak ibadah, membaca Al-Quran, dan berdzikir
Semoga kita dapat menemui malam Lailatul Qadar
Puisi 2
Puisi berikut berasal dari buku berjudul Kehilangan (Kumpulan Pantun, Syair, Puisi, dan Cerpen oleh Zaniza.
Lailatul Qadar
Puasa ini kedua puluh tiga
Hiasi malam dengan perbanyak doa
Tadahkan tangan doa dipinta
Semoga yang kuasa mengabulkannya
Malam Lailatul Qadar ditunggu insan
Pahala ibadah Allah lipat gandakan
Mari berlomba mendapat keutamaan
Dengan banyak melakukan amalan
Malam Lailatul Qadar mari hidupkan
Zikir dan doa kita lantunkan
Berharap Allah kan beri ampunan
Di akhirat nanti jauh dari siksaan
Puisi 3
Puisi ini termuat dalam buku Kumpulan Puisi Kebesaran-Mu ya Allah oleh Aisyah.
Lailatul Qadar Malam Indah-Mu
Lailatul qadar bulan penuh kemuliaan
Lebih baik dari seribu bulan
Engkau telah menurunkan Al-Quran di malam qadar
Turun malaikat-malaikat mengatur urusan
Sejahtera malam itu sampai terbit fajar
Di malam lailatul qadar angin berhembus tak terasa menembus badan
Daun-daun tak bergoyang
Merasakan datangnya lailatul qadar penuh kemulyaan
Malam itu begitu cerah terarah seluruh alam
Bertaburan bintang-bintang, bulan tersenyum benderang
Menyambut datangnya seribu bulan
Tak ada yang tahu hadirnya kapan
Dengan dzikir sambut datangnya lailatul qadar
Hanya Allah yang tahu dan mengatur yang memberi kenikmatan
Penuh maghfirah ampunan yang tidak bisa kami dustakan
Malam lebih baik dari seribu bulan
Datangnya segala kebaikan
Puisi 4
Karya puisi ini ditulis dalam buku Selalu Ada Jalan Keluar (Sajak) oleh Ahmad M. Sewang.
Lailatul Qadr
Lailatul Qadr malam kemuliaan
Lebih mulia dari seribu bulan
Al-Quran turun ke langit bumi
Para malaikat ikut menyertainya
Untuk memastikan nasib manusia
Malam kedamaian sampai fajar menyingsin
Lailatul Qadr malam misteri
Tak seorang pun bisa memastikan
Malam ke berapa kejadiannya
Nabi hanya memberi isyarat
Malam ganjil sepuluh terakhir
Tanpa sebuah kata pasti
Rahasia itu membawa hikmah
Agar ulama melakukan itijihad
Memperkirakan malam kemuliaan
Mendorong umat beramal ibadah
Tanpa satu malam pun terlewatkan
Meraih rida dan magfirah-Nya
Para ulama memberi tafsiran
Tentang raihan Lailatul Qadr
Jika hati sudah tenang
Hubungan Sang Pencipta terasa dekat
Sesama makhluk terasa damai
Itulah pertanda yang utama
Lailatul Qadr telah diraih
Baca Juga: 3 Materi Kultum Hari ke-21 Ramadhan yang Bisa Memperkuat Iman
(SA)
