Konten dari Pengguna

5 Kekurangan Diri yang Positif sebagai Referensi Jawaban Saat Interview Kerja

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menjelakan kekurangan diri yang positif saat interview kerja. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjelakan kekurangan diri yang positif saat interview kerja. Foto: Shutter Stock

Apa kekurangan diri Anda? Pertanyaan ini kerap diajukan rekruter kepada pelamar saat melakukan interview kerja. Untuk menjawabnya, pelamar perlu berhati-hati agar tidak memberikan jawaban yang menjatuhkan nilainya di hadapan rekruter.

Dian K.P., M.Psi. dalam buku 75 Cara Ampuh Lolos Wawancara Kerja menjelaskan, solusi untuk menjawab pertanyaan seperti itu adalah menyampaikan kelemahan diri yang masih memiliki nilai positif.

Membingkai kelemahan secara positif menunjukkan bahwa Anda cukup mawas diri untuk mengetahui bidang peluang Anda. Dirangkum dari laman Indeed, berikut beberapa kekurangan diri yang positif sebagai referensi jawaban saat interview kerja.

Baca juga: Pertanyaan tentang Kepemimpinan Saat Interview Kerja beserta Jawabannya

Kekurangan Diri yang Positif

Ilustrasi interview kerja online. Foto: Shutter Stock

1. Terlalu Fokus pada Detail

Berorientasi pada detail biasanya merupakan hal yang baik. Namun, jika Anda adalah orang yang cenderung menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu, itu dapat dianggap sebagai kelemahan.

Meski begitu, hal tersebut menunjukkan bahwa Anda mampu membantu perusahaan menghindari kesalahan kecil sekalipun. Terpenting, jelaskanlah bahwa Anda telah berupaya mengatasi kekurangan ini.

2. Sulit Mengatakan “Tidak”

Dari sudut pandang rekruter, seseorang yang menerima semua permintaan tampak berdedikasi dan bersemangat. Namun di sisi lain, orang seperti ini mungkin tidak mengetahui batasannya dan malah kerepotan menyelesaikan pekerjaannya.

Jadi, pastikan Anda juga menjelaskan apa solusi yang dilakukan untuk mengatasinya. Misalnya, membuat jadwal kerja sehingga bisa menentukan mana pekerjaan yang harus diprioritaskan dan mana yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu.

3. Terlalu Mandiri

Kemandirian adalah sikap yang penting dimiliki setiap orang. Namun, dalam perusahaan, hal ini justru bisa menghambat pekerjaan. Sebab, ada kalanya seseorang harus meminta bantuan jika dirinya merasa kurang ahli di bidang tertentu.

Meski memiliki etos kerja yang kuat dan mandiri adalah sesuatu yang positif, meminta bantuan membuktikan bahwa Anda bisa bekerja sama dengan tim. Saat interview, Anda dapat menjelaskan bagaimana cara Anda meningkatkan keterampilan ini.

Misalnya, “Karena saya mandiri dan senang bekerja dengan cepat, sulit bagi saya untuk meminta bantuan kepada orang lain. Namun, saya memahami bahwa banyak anggota tim lain dengan pengetahuan dan keterampilan khusus yang dapat membantu pekerjaan saya terselesaikan dengan baik.”

Baca juga: 5 Cara Menjawab Interview Kerja tentang Gaji

4. Sulit Menjaga Work Life Balance

Ilustrasi interview kerja online. Foto: Getty Images

Seseorang yang sulit menjaga work life balance biasanya akan lebih memprioritaskan pekerjaan ketimbang kehidupan pribadinya. Ini merupakan hal positif bagi perusahaan karena karyawan menunjukkan etos kerja yang tinggi.

Meski begitu, hal ini juga bisa dianggap kekurangan karena seseorang tetap perlu beristirahat, menghabiskan waktu bersama, atau sekadar menikmati hobinya. Melakukan hal-hal tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas dalam bekerja.

Selama melakukan interview, jelaskan usaha-usaha yang telah Anda lakukan untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan. Jelaskan pula bahwa hal ini memberikan pengaruh positif pada pekerjaan.

5. Tidak Nyaman Bekerja dengan Ambiguitas

Banyak pekerjaan membutuhkan kandidat yang merasa nyaman menentukan tugas mereka sendiri. Ini berarti mereka harus berpengalaman, bijaksana, dan bertanggung jawab dengan ambiguitas di tempat kerja.

Bagi sebagian orang, ambiguitas itu justru membuat mereka bingung dengan pekerjaannya sendiri. Jika ini adalah kekurangan Anda, coba jelaskan apa langkah yang telah diambil ketika berhadapan dengan pekerjaan yang tidak spesifik.

Misalnya, “Saya cenderung tidak yakin ketika mendapat pekerjaan yang sifatnya ambigu. Untuk mengatasinya, saya membuat kerangka kerja pribadi ketika merasa bingung dengan pekerjaan tertentu. Hal ini membantu saya memahami pekerjaan yang kurang jelas atau kurang spesifik.”

(ADS)

Baca juga: 5 Jawaban Motivasi Kerja Saat Interview

Frequently Asked Question Section

Apa saja pertanyaan yang diajukan saat interview kerja?
chevron-down

Salah satunya adalah pertanyaan mengenai apa kekurangan diri Anda.

Bagaimana cara menjawab interview apa kekurangan Anda?
chevron-down

Solusi untuk menjawab pertanyaan seperti itu adalah menyampaikan kelemahan diri yang masih memiliki nilai positif.

Apa saja contoh kekurangan diri?
chevron-down

Antara lain terlalu fokus pada detail, sulit mengatakan “tidak”, dan terlalu mandiri.