5 Tradisi Natal Unik yang Dirayakan di Berbagai Negara Dunia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minggu (25/12) besok, umat Nasrani di seluruh dunia akan merayakan Natal. Sejak awal Desember, berbagai atribut khas Natal sudah menghiasi rumah hingga pusat keramaian untuk menyambut hari kelahiran Yesus Kristus tersebut.
Tak hanya itu, banyak orang sudah mulai sibuk dengan berbagai kegiatan dan menjalankan tradisi-tradisi menyambut Natal. Setiap negara atau budaya pun memiliki tradisi Natal yang unik dan berbeda-beda.
Lantas, bagaimana tradisi perayaan Natal di berbagai negara? Untuk mengetahuinya, simak ulasannya berikut ini.
Baca juga: Cara Membuat Pohon Natal dari Lampu Hias yang Mudah
Tradisi Natal
1. Tradisi Ngejot di Bali
Masyarakat Bali mengenal ngejot, yakni tradisi mengantarkan makanan tetangga tanpa memedulikan suku bangsa atau agama orang yang bersangkutan. Ini merupakan wujud toleransi dan kepedulian kepada sesama.
Mengutip jurnal Membaca Kearifan Lokal Bali dalam Panggung Kehidupan Berbhineka oleh Ni Luh Nyoman Kebayantini, tradisi ngejot ini dilakukan pada saat perayaan hari-hari besar keagamaan, misalnya Hari Raya Galungan bagi umat Hindu, Idul Fitri bagi umat Islam, Waisak bagi umat Buddha, dan Natal bagi umat Nasrani.
2. Membakar Duri di Irak
Di malam Natal, umat Nasrani di Irak akan berkumpul sambil bergandengan tangan dan menyalakan lilin. Kemudian, mereka membacakan cerita tentang kelahiran Yesus Kristus. Setelah itu, mereka akan membakar duri di semak-semak.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jika duri itu terbakar habis sampai menjadi abu, keberuntungan akan datang di tahun mendatang. Setelah api mati, setiap orang akan melompat di atas abu sebanyak tiga kali dan membuat permintaan.
Baca juga: Sejarah Sinterklas Jenggot Putih yang Bukan Berasal dari Kutub Utara
3. Menggantung Stocking
Di Hari Natal, penduduk Inggris biasanya menggantung stocking di ujung tempat tidur. Untuk memeriahkan momen spesial tersebut, mereka juga mengenakan mahkota dari kertas saat makan malam.
Tradisi Natal serupa juga dilakukan di China. Selain menghias pohon Natal, anak-anak di Negeri Tirai Bambu menggantungkan stocking dan menunggu kedatangan Dun Che Lao Ren, sebutan untuk Santa Claus.
4. Memecahkan Pinata di Meksiko
Pinata adalah boneka atau hiasan dari tanah liat yang diisi dengan berbagai hadiah. Mengutip buku 150++ Tradisi Hari Raya di Dunia oleh Redaksi Plus, masyarakat Meksiko memiliki tradisi memecahkannya untuk merayakan Natal.
Hampir setiap penduduk akan memasang pinata di rumahnya. Kemudian setiap tamu yang datang dan mengucapkan selamat Natal akan diberikan kesempatan untuk memecahkan pinata yang mereka pilih. Nantinya, isi pinata yang dipecahkan akan menjadi hadiah untuk tamu tersebut.
5. Makan Ayam Goreng KFC di Jepang
Jepang punya tradisi Natal yang cukup unik, yaitu merayakannya dengan semboyan “Kurisumasu ni wa kentakkii” (kentucky for Christmas). Pada hari Natal, mayoritas orang Jepang akan menyantap ayam goreng, terutama yang bermerk KFC.
Bagi orang Jepang, ayam merupakan pengganti kalkun. Hal ini tak lepas dari peristiwa pada tahun 1970-an, di mana masyarakat Jepang kesulitan mencari kalkun sehingga mereka memilih ayam sebagai penggantinya.
(ADS)
Baca juga: Kenapa Natal Selalu Identik dengan Pohon Cemara? Ini Sejarahnya
Frequently Asked Question Section
Apa tujuan orang Kristen merayakan Natal?

Apa tujuan orang Kristen merayakan Natal?
Ini merupakan hari untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus.
Bagaimana cara orang Kristen merayakan Natal?

Bagaimana cara orang Kristen merayakan Natal?
Setiap negara atau budaya pun memiliki tradisi Natal yang unik dan berbeda-beda.
Bagaimana tradisi Natal di Jepang?

Bagaimana tradisi Natal di Jepang?
Jepang punya tradisi Natal yang cukup unik, yaitu merayakannya dengan semboyan “Kurisumasu ni wa kentakkii” (kentucky for Christmas).
