Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
6 Kemungkinan Terburuk yang Terjadi Apabila Masyarakat Mengabaikan Toleransi
22 Januari 2025 10:30 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Uraikan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi apabila warga masyarakat mengabaikan toleransi dalam pergaulan! Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk memahami apa itu toleransi terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
Secara umum, toleransi adalah sikap menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan, baik dalam agama, budaya, maupun pandangan hidup. Dengan toleransi, masyarakat dapat hidup secara harmonis, saling mendukung, dan mencegah terjadinya konflik.
Lawan dari toleransi adalah intoleransi, yaitu sikap mengabaikan toleransi dan tidak menerima perbedaan. Menurut Hamid Nasuhi, dkk. dalam buku Pendidikan Islam: Telaah Atas Isi dan Kebijakan Produksi, intoleransi merupakan salah satu masalah yang dihadapi Indonesia. Sikap ini dapat memicu berbagai konflik sosial yang merugikan.
Lantas, apa saja dampak dari sikap intoleransi dalam pergaulan? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi selengkapnya dalam artikel ini.
Kemungkinan Terburuk yang Dapat Terjadi Apabila Warga Masyarakat Mengabaikan Toleransi dalam Pergaulan
Dijelaskan dalam jurnal Dampak Perilaku Intoleran terhadap Psikologis dan Karakter Siswa di Jenjang SMA karya Mindariati, dkk., sikap abai terhadap toleransi dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Beberapa kemungkinan terburuk yang disebutkan dalam jurnal tersebut meliputi:
ADVERTISEMENT
1. Keharmonisan Sosial Terganggu
Ketika tidak sikap menghormati perbedaan, hubungan antarindividu atau kelompok menjadi tidak nyaman. Suasana yang seharusnya hangat berubah menjadi dingin dan penuh kecurigaan. Akibatnya, masyarakat yang dulunya hidup rukun bisa kehilangan keharmonisannya.
2. Munculnya Berbagai Konfilk Sosial
Intoleransi dapat memicu konflik, baik kecil maupun besar. Hal-hal seperti perbedaan pendapat, keyakinan, atau gaya hidup bisa menjadi sumber pertengkaran. Jika tidak diselesaikan dengan baik, konflik ini bisa berkembang dan mengganggu ketentraman lingkungan. Situasi ini tentu tidak hanya membuat suasana jadi tidak nyaman, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
3. Menghambat Kerja Sama dan Kemajuan
Masyarakat yang beragam punya potensi besar untuk maju, asalkan ada toleransi. Tanpa sikap saling menghormati, kerja sama antarindividu akan sulit dilakukan. Ini bisa menghambat berbagai perkembangan, baik di bidang sosial, budaya, maupun ekonomi.
ADVERTISEMENT
4. Muncul Prasangka Buruk dan Stereotip
Sikap mengabaikan toleransi kerap membuat orang mudah menilai buruk kelompok lain. Stereotip atau asumsi negatif yang muncul membuat hubungan antarindividu semakin jauh. Padahal, jika saling memahami, masyarakat bisa hidup lebih harmonis dan saling mendukung.
5. Banyaknya Diskriminasi dan Ketidakadilan
Intoleransi sering menjadi pemicu diskriminasi terhadap kelompok tertentu, entah karena agama, suku, atau latar belakang lainnya. Tindakan ini tidak hanya menyakiti orang-orang yang menjadi korban, tetapi juga dapat merusak keadilan dan kebersamaan di masyarakat.
6. Persatuan Bangsa Terancam
Jika intoleransi dibiarkan, dampaknya bisa besar, terutama bagi generasi muda. Perpecahan yang muncul bisa mengancam persatuan bangsa. Ketika masyarakat tidak lagi saling percaya dan menghormati, hal ini dapat memicu permasalahan yang lebih besar di masa depan, seperti konflik berkepanjangan yang sulit diatasi.
ADVERTISEMENT
(SAI)