7 Contoh Pengamalan Sila ke-1 di Rumah yang Dapat Diterapkan Setiap Hari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan pedoman, pandangan, dan petunjuk hidup warga negara Indonesia. Menerapkan nilai Pancasila sendiri merupakan kewajiban setiap warga dalam kegiatan sehari-hari.
Dikutip dari Arif Cerdas untuk SD Kelas 5 karya Christiana Umi, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan perwujudan nilai budaya milik bangsa Indonesia yang diyakini kebenaran dan kebaikannya.
Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai panutan dalam melaksanakan kegiatan agar dapat berguna bagi negara, agama, maupun orang-orang di sekitar. Pancasila sendiri terdiri atas 5 butir yang mengandung nilai dan maknanya masing-masing.
Adapun sila ke-1 dalam Pancasila merupakan dasar kehidupan spiritual masyarakat Indonesia. Sila tersebut mengandung butir-butir pengamalan, nilai-nilai dan makna yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah dan rumah.
Contoh Pengamalan Sila Ke 1 di Rumah
Mengutip situs resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bunyi sila ke 1, yaitu "Ketuhanan Yang Maha Esa". Sila ini mengandung makna bahwa negara memberi ruang kepada masyarakat untuk mewujudkan kerukunan hidup antarumat beragama.
Nilai yang terkandung dalam sila 1 adalah masyarakat Indonesia percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat membina hubungan serta kerukunan beragama, menghormati kepercayaan orang lain, dan tidak memaksakan suatu agama tertentu kepada orang lain.
Berikut contoh pengamalan Sila ke-1 di rumah dan kehidupan sehari-hari:
Membina kerjasama dan tolong menolong antar umat beragama dengan tetangga sekitar.
Tidak melakukan penistaan terhadap suatu agama, seperti melakukan pembakaran rumah ibadah.
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Menjalani perintah agama sesuai ajaran agama yang dianut masing-masing dan tidak boleh membeda-bedakan cara bergaul hanya karena ras, suku, dan agama yang dianut berbeda.
Baca juga: Alasan Mengapa Nilai Dasar Tidak dapat Diubah dalam Pancasila
Contoh Pengamalan Sila Lainnya
Masih dari sumber yang sama, berikut contoh pengamalan butir Pancasila lainnya yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
1. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya sama di dunia ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila kedua, antara lain:
Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan.
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Tidak semena-mena terhadap orang lain.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti bakti sosial, memberikan bantuan kepada panti-panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.
Senang membantu teman yang sedang mengalami kesusahan.
Memberikan bantuan kepada korban bencana alam.
Menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
2. Persatuan Indonesia
Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga negara Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila ketiga, antara lain:
Bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa.
Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
Mengembangkan sikap saling menghargai.
Membina hubungan baik dengan semua unsur bangsa.
Memajukan pergaulan demi persatuan bangsa.
Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia.
Mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi atau golongan.
3. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Makna dari sila ke-4 adalah negara menganut asas musyawarah untuk mencapai tujuan bersama. Nilai yang terkandung, seperti setiap warga negara memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, sehingga tidak boleh saling memaksakan kehendak.
Selain itu, sila ini juga berisi nilai agar masyarakat selalu menjunjung tinggi kepentingan bersama melalui musyawarah, bukan kepentingan pribadi. Hasil musyawarah pun harus diterima dengan keikhlasan.
Adapun contoh sikap yang mencerminkan sila keempat adalah sebagai berikut ini:
Selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.
Menghargai hasil musyawarah.
Ikut serta dalam pemilihan umum, pilpres, dan pilkada.
Memberikan kepercayaan wakil-wakil rakyat yang telah terpilih.
Menghormati dan menghargai pendapat orang lain.
Berhati besar untuk menerima keputusan apapun yang dihasilkan oleh musyawarah.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam sila butir ke-5, terkandung nilai-nilai berupa gotong royong, saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, tidak menggunakan hak dan kewenangan untuk merugikan orang lain, dan saling menghargai.
Contoh sikap yang mencerminkan sila kelima, sebagai berikut:
Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong.
Peduli terhadap penderitaan yang dialami orang lain.
Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan pihak umum.
Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak-hak orang lain.
Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa makna yang terkandung dalam Pancasila butir ketiga?

Apa makna yang terkandung dalam Pancasila butir ketiga?
Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga negara Indonesia untuk bersatu dalam membangun negeri ini. Masyarakat Indonesia harus mendahulukan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
Apa contoh pengamalan dari Pancasila butir kedua dalam kehidupan?

Apa contoh pengamalan dari Pancasila butir kedua dalam kehidupan?
Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan, mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
Apa contoh sikap yang mencerminkan Pancasila butir kelima?

Apa contoh sikap yang mencerminkan Pancasila butir kelima?
Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong, peduli terhadap penderitaan yang dialami orang lain, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan pihak umum.
