Apa Itu Darah Emas yang Hanya Dimiliki Kurang dari 50 Orang di Dunia?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selama ini, masyarakat umumnya hanya mengenal golongan darah A, B, O, dan AB. Namun, ada satu golongan darah yang jauh lebih langka, dengan jumlah pemilik diperkirakan kurang dari 50 orang di seluruh dunia.
Golongan darah terlangka ini disebut golden blood atau darah emas. Tipe ini merupakan Rh-null, yaitu kondisi ketika sel darah merah sama sekali tidak memiliki antigen Rh (protein) di permukaannya.
Karena kelangkaannya, darah emas bahkan menjadi fokus penelitian para ilmuwan yang berharap dapat mengembangkannya di laboratorium. Upaya ini dilakukan demi menyediakan alternatif transfusi yang lebih aman bagi pasien dengan kebutuhan medis khusus.
Sebenarnya, apa itu golongan darah emas dan mengapa tipe ini begitu istimewa dalam dunia kesehatan? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Darah Emas?
Berdasarkan penjelasan dari laman MedicineNet, darah emas atau Rh-null terbentuk akibat mutasi genetik yang sangat langka. Tidak adanya antigen Rh pada sel darah merah membuat golongan darah ini memiliki karakteristik yang berbeda dari tipe darah lainnya.
Golongan darah ini pertama kali ditemukan pada seorang perempuan Aborigin Australia pada tahun 1961. Hingga kini diperkirakan golongan darah ini hanya dimiliki oleh kurang dari 50 orang di seluruh dunia.
Perlu diketahui, setiap sel darah merah memiliki berbagai antigen berupa protein dan gula di permukaannya. Kombinasi antigen inilah yang menjadi dasar penentuan golongan darah dalam sistem ABO.
Jika sel darah merah mengandung antigen A, golongan darahnya adalah A. Jika memiliki antigen B, maka golongan darahnya B. Ketika seseorang memiliki keduanya, golongan darahnya menjadi AB, sedangkan mereka yang tidak memiliki antigen A maupun B digolongkan sebagai O.
Setelah ditentukan melalui sistem ABO, golongan darah kemudian dibedakan lagi menjadi Rh positif atau Rh negatif berdasarkan ada tidaknya antigen RhD. Berbeda dengan Rh-negatif yang hanya tidak memiliki antigen RhD, seseorang dengan Rh-null tidak memiliki satu pun antigen Rh.
Tantangan terbesar bagi pemilik darah emas adalah sulitnya mendapatkan donor yang cocok, karena suplai Rh-null sangat terbatas. Kelangkaan inilah yang membuat Rh-null dikenal sebagai “darah emas”.
Bukan karena kualitasnya lebih baik, melainkan karena nilainya yang sangat berharga bagi mereka yang membutuhkannya.
Risiko Pemilik Golongan Darah Emas
Pemilik darah Rh-null kerap disebut sebagai donor universal bagi pasien dengan antibodi Rh langka, bahkan lebih fleksibel dibandingkan golongan O-. Namun, di balik keistimewaannya, mereka justru sangat rentan bila menerima transfusi dari orang yang tidak memiliki Rh-null.
Dalam laman Cleveland Clinic, Dr. Zaher Otrock, seorang dokter spesialis transfusi menjelaskan bahwa pemilik darah emas harus lebih hati-hati dalam menjalani perawatan medis.
“Mereka disarankan untuk rutin mendonorkan dan menyimpan darahnya sendiri untuk kebutuhan operasi, serta mengelola kondisi seperti anemia dengan hati-hati agar transfusi bisa dihindari,” ujarnya.
Risiko ini muncul karena darah emas benar-benar tidak memiliki antigen Rh, sehingga tubuh akan menganggap antigen Rh apa pun sebagai ancaman. Meski O- dikenal sebagai golongan darah yang paling aman untuk banyak orang, tipe ini masih membawa beberapa antigen Rh yang dapat memicu reaksi imun pada penerima Rh-null.
Jika terjadi ketidaksesuaian darah, berbagai reaksi transfusi bisa muncul, mulai dari demam, menggigil, nyeri punggung, urin berdarah, hingga jaundice dan gagal ginjal.
Baca Juga: Golongan Darah P Ditemukan di Rumah Sakit Tiongkok, Ini Fakta Menariknya
(ANB)
