Apa Itu Exco PSSI? Ini Pengertian dan Wewenangnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Executive Commite (Exco) PSSI menjadi sorotan usai beredarnya kabar Shin Tae-yong yang dipecat dari jabatan pelatih Timnas Indonesia. Memangnya, apa itu Exco PSSI dan bagaimana wewenangnya terhadap sepak bola Indonesia?
Informasi mengenai Exco PSSI jarang disosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Itu mengapa, banyak yang belum mengetahui perannya dalam menentukan masa depan sepak bola Indonesia.
Media justru banyak memberitakan isu-isu sepak bola, termasuk soal pertandingan dan kontroversinya, sehingga pemberitaan tentang peran Exco PSSI seringkali terabaikan.
Apa Itu Exco PSSI?
Menurut buku Manajemen Olahraga Modern yang ditulis oleh Sutanto, Exco PSSI adalah komponen utama dalam struktur organisasi olahraga yang berfungsi mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan sepak bola di Indonesia.
Exco PSSI juga berperan menjaga integritas organisasi serta memastikan keberlanjutan program pembinaan atlet. Menurut Statuta PSSI 2019, dilihat dari struktur organisasinya, Exco PSSI memiliki seorang ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota yang salah satunya adalah perempuan.
Jadi, total anggota Exco yang tercatat adalah 15 orang. Mereka bertanggung jawab untuk menjalankan tugas-tugas administratif dan strategis yang telah ditetapkan dalam Kongres PSSI.
Untuk menjadi anggota Exco, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh PSSI. Beberapa kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah sebagai berikut:
Berusia minimal 30 tahun.
Memiliki pengalaman selama lima tahun dalam pengelolaan atau aktivitas sepak bola.
Aktif terlibat di dunia sepak bola, dengan bukti berupa rekomendasi dari anggota PSSI.
Memiliki pemahaman mendalam tentang manajemen sepak bola serta peraturan yang terkait.
Berpengalaman dalam pengambilan keputusan strategis atau memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
Memahami, menyetujui, dan memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau mengembangkan program PSSI sesuai standar FIFA dan AFC.
Setelah semua syarat terpenuhi dan proses verifikasi selesai, dokumen pengajuan calon akan diserahkan kepada Sekjen PSSI. Selanjutnya, berkas tersebut akan diteruskan kepada anggota PSSI sebelum proses pemilihan dilakukan dalam Kongres Luar Biasa.
Anggota Exco PSSI dipilih melalui Kongres dengan masa jabatan selama empat tahun. Mereka dapat dipilih kembali, tetapi tidak boleh menjabat lebih dari tiga periode, baik berturut-turut maupun tidak. Dalam menjalankan tugasnya, Exco mengadakan rapat rutin untuk membahas isu-isu strategis.
Kewenangan Exco PSSI
Exco PSSI memiliki sejumlah kewenangan yang diatur dalam Pasal 40 Statuta PSSI tahun 2019, yakni sebagai berikut:
Mengambil keputusan atas seluruh hal yang bukan merupakan lingkup tanggung jawab Kongres PSSI atau yang tidak diberikan kepada Badan lain sebagaimana diatur pada Statuta PSSI.
Dengan dibantu oleh Sekretariat Jenderal, harus mempersiapkan Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa.
Harus menunjuk Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komite Tetap.
Harus mencalonkan Ketua, Wakil Ketua dan Anggota Komite Independen yaitu Komite Audit dan Kepatuhan dan Komite Pemilihan dan Badan Yudisial (Komite Disiplin, Komite Banding dan Komite Etik) untuk mendapat persetujuan dalam Kongres PSSI.
Dapat memutuskan untuk membentuk Komite Ad-Hoc setiap saat, jika diperlukan.
Harus menyusun peraturan bagi Komite Tetap dan Komite Ad-Hoc.
Mengesahkan perubahan nama, domisili dan/atau kepemilikan Badan Hukum sebuah Klub setelah melalui mekanisme dan proses kajian yang akan ditetapkan kemudian melalui regulasi, instruksi atau edaran yang dikeluarkan oleh PSSI.
Mengangkat atau memberhentikan Sekretaris Jenderal atas usulan Ketua Umum. Sekretaris Jenderal harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI.
Mengusulkan pemeriksa independen dan pemeriksa eksternal kepada Kongres PSSI.
Harus menentukan tempat, tanggal dan jumlah tim yang berpartisipasi di dalam Kompetisi PSSI.
Harus menunjuk Pelatih Kepala dan Perangkat Pelatih untuk Tim Nasional atas usulan dari Departemen Teknis di Sekretariat Jenderal dan oleh Komite Teknis dan Pengembangan.
Harus menyetujui dan menerbitkan Peraturan Internal Organisasi PSSI.
Harus memastikan Statuta PSSI dipatuhi dan diterapkan dalam penyusunan Komite Eksekutif yang dibutuhkan dalam penerapannya.
Memberhentikan sementara (skorsing) orang dari Badan PSSI sampai dengan Kongres PSSI berikutnya.
Dapat mendelegasikan tugas yang berada diluar kewenangannya kepada Badan-Badan lain di PSSI.
Dapat menunjuk peninjau untuk turut serta dalam Kongres PSSI, namun tidak memiliki hak suara untuk pengambilan keputusan dan untuk melakukan perdebatan.
Tidak akan membatalkan atau menolak setiap keputusan yang dikeluarkan oleh Kongres PSSI atau Badan Yudisial.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Pemecatan Shin Tae-yong demi Kebaikan Timnas Indonesia
(DR)
