Konten dari Pengguna
Apa Itu Female Gaze? Ini Pengertian dan Sejarahnya
5 Desember 2025 9:00 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Istilah male gaze yang diperkenalkan Laura Mulvey dalam esainya yang berjudul Visual Pleasure and Narrative Cinema memicu perdebatan panjang. Dari diskusi inilah muncul konsep baru, yaitu female gaze.
ADVERTISEMENT
Secara sederhana, gaze merujuk pada cara seseorang merepresentasikan atau memandang visual, baik dalam iklan, acara televisi, maupun film. Perspektif ini menentukan bagaimana sebuah karya dapat menampilkan karakter dan membangun hubungan emosional dengan audiens.
Lantas, sebenarnya apa itu female gaze? Untuk memahami konsep ini lebih lanjut, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!
Pengertian Female Gaze
Female gaze adalah istilah dalam konsep feminisme yang merujuk pada pandangan perempuan terhadap sesuatu. Sementara menurut situs Backstage, female gaze adalah pendekatan yang menekankan penggambaran perempuan secara utuh di layar kaca.
Sebelumnya, pendekatan ini sulit diwujudkan karena banyak masyarakat yang menganut budaya patriarki. Dalam konsep female gaze, perempuan tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai individu yang berdiri sendiri.
ADVERTISEMENT
Hal senada diungkapkan oleh kritikus sekaligus pembawa acara Turner Classic Movies, Alicia Malone, dalam bukunya berjudul The Female Gaze: Essential Movies Made by Women.
Ia menjelaskan bahwa teori female gaze pada dasarnya berangkat dari sejumlah pertanyaan seperti, Apa yang terjadi ketika penonton melihat dunia dari sudut pandang perempuan? Bagaimana perempuan memandang diri mereka sendiri? Dan bagaimana mereka melihat perempuan lain?
Pendekatan inilah yang kemudian membentuk cara baru dalam memahami pengalaman perempuan, kemudian mewujudkannya dalam bentuk cerita visual.
Sejarah Female Gaze
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, istilah female gaze muncul sebagai respons terhadap konsep male gaze yang diperkenalkan Laura Mulvey. Dalam pemaparannya, male gaze menggambarkan sudut pandang laki-laki dalam film yang kerap menempatkan perempuan sebagai objek visual.
ADVERTISEMENT
Gagasan tersebut dipaparkan Mulvey dalam esai berjudul Visual Pleasure and Narrative Cinema, di mana ia membedah film tahun 1954 berjudul Rear Window karya Alfred Hitchcock. Melalui analisisnya, Mulvey menggunakan konsep-konsep psikologi Sigmund Freud untuk membahas bagaimana sudut kamera, pilihan naratif, dan penggunaan properti mencerminkan perspektif laki-laki terhadap perempuan.
Salah satu konsep yang ia soroti adalah scopophilia, yakni kenikmatan yang muncul dari aktivitas memandangi. Dalam konteks film yang ia teliti, hal ini membuat perempuan tampil sebagai objek yang dilihat, tetapi mereka tidak memiliki kesempatan yang sama untuk membalas tatapan tersebut.
Seiring berkembangnya kritik terhadap representasi perempuan, konsep female gaze semakin dikenal luas. Perspektif ini mencakup tiga sudut pandang, yaitu pembuat film, karakter dalam cerita, dan penonton. Struktur ini mirip dengan male gaze, tetapi fokusnya diarahkan untuk menghadirkan pengalaman dan subjektivitas perempuan.
ADVERTISEMENT
Mengutip situs The University of Melbourne, contoh film yang menggunakan konsep female gaze adalah The Virgin Suicides (1999) karya Sofia Coppola. Film ini mampu menggambarkan pengalaman perempuan ke dalam sebuah karya yang menarik. Suara dan visual yang ditampilkan mampu menggambarkan kehidupan batin tokoh utamanya yang merupakan seorang remaja.
(NSF)

