Konten dari Pengguna

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi bulan terang benderang saat puasa Ayyamul Bidh. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi bulan terang benderang saat puasa Ayyamul Bidh. Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Selain ibadah puasa Senin-Kamis, terdapat puasa Ayyamul Bidh yang bisa dilaksanakan umat Muslim pada bulan Hijriah. Puasa sunah tersebut mempunyai keutamaan yang tidak kalah dengan ibadah lainnya.

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap pertengahan bulan Hijriah berdasarkan pada kalender Qomariah. Ibadah sunah satu ini biasanya dilakukan selama tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah.

Namun, Ayyamul Bidh tidak bisa dilaksanakan di hari tasyrik yang jatuh pada 13 Dzulhijjah. Ibadah puasa ini sering disebut sebagai puasa putih lantaran saat tanggal 13, 14, dan 15, bulan sedang terang benderang menuju purnama sehingga terlihat seperti warna putih.

Illustrasi memulai puasa ayyamul bidh. Foto: Shutterstock

Adapun asal muasal dari puasa sunah Ayyamul Bidh tertera kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari. Yakni kisah Nabi Adam AS yang tubuhnya terbakar matahari hingga menjadi hitam dan gosong. Hal itu terjadi pada saat Nabi Adam AS baru saja diturunkan ke bumi.

Lalu, Allah SWT menurunkan wahyu padanya agar melakukan puasa selama tiga hari dari tanggal 13 sampai 15. Setelah melaksanakan puasa tersebut, tubuh Nabi Adam AS yang gosong kembali menjadi putih bersih.

Konon, satu hari berpuasa Ayyamul Bidh sama seperti menjalani puasa selama 10 hari. Jika melaksanakannya selama sebulan penuh sama seperti berpuasa selama satu tahun. Seperti yang dijelaskan dalam hadis Bukhari Muslim berikut.

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya, “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim)

(DNA)