Apa Kepanjangan dari Metode CAPI dalam Aplikasi FASIH? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Metode CAPI menjadi salah satu istilah yang sering muncul dalam kegiatan survei dan sensus oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penerapan metode ini membantu proses pengumpulan data secara digital melalui aplikasi FASIH yang digunakan BPS di berbagai daerah.
Lantas, apa kepanjangan dari metode CAPI dalam aplikasi FASIH dan bagaimana cara kerjanya? Simak informasi selengkapnya berikut ini!
Apa Kepanjangan dari Metode CAPI dalam Aplikasi FASIH?
CAPI merupakan singkatan dari Computer-Assisted Personal Interviewing. Mengutip dari Jurnal Ilmu Komputer berjudul Penggunaan Metode CAPI pada Aplikasi FASIH di Badan Pusat Statistik Kota Serang (2025) oleh Rizkillah dan Aryono, CAPI adalah teknik wawancara di mana responden atau pewawancara menggunakan alat bantu komputer seperti notebook, laptop, PC tablet, atau smartphone untuk menjawab pertanyaan dalam kuesioner.
Dikutip dari akun Instagram @bpskabcirebon, metode ini dipakai BPS untuk menggantikan pendekatan menggunakan kuesioner kertas. Tujuannya untuk mempercepat entri data, mengurangi biaya kertas, serta meningkatkan efisiensi dan kualitas data statistik.
Peran CAPI dalam Aplikasi FASIH
FASIH (Fleksible Authentic Survey Instrumen Harmony) adalah aplikasi yang dipakai BPS untuk mendukung pelaksanaan metode CAPI di lapangan. Melalui aplikasi ini, petugas survei atau enumerator dapat langsung mengajukan pertanyaan kuesioner kepada responden menggunakan tablet atau smartphone.
FASIH memiliki beberapa komponen pendukung, salah satunya FASIH-Mobile yang digunakan enumerator saat wawancara langsung di lapangan. Melalui komponen ini, jawaban responden dapat langsung dimasukkan ke sistem, diperiksa kebenarannya secara otomatis, dan tersimpan dalam bentuk digital.
Peran CAPI dalam aplikasi FASIH dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini:
Wawancara dan Entri Data Berlangsung Bersamaan: Petugas tidak perlu memindahkan jawaban dari kertas ke komputer setelah wawancara selesai karena semuanya sudah terekam langsung di aplikasi.
Kesalahan Pengisian Data Lebih Mudah Dicegah: Aplikasi FASIH memiliki fitur validasi otomatis untuk mendeteksi jawaban tidak sesuai format atau tidak masuk akal sehingga bisa segera dikoreksi saat wawancara masih berlangsung.
Alur Pertanyaan Mengikuti Jawaban Responden: Aplikasi dapat mengatur pertanyaan mana yang perlu ditanyakan lebih lanjut, tergantung jawaban responden sebelumnya, sehingga wawancara lebih terarah.
Perbandingan CAPI dengan Metode Pendataan Lain
BPS menggunakan beberapa metode pendataan yang disesuaikan dengan kebutuhan responden. Dikutip dari akun Instagram @bps_solo, ada tiga metode yang digunakan dalam Sensus Ekonomi 2026, yaitu:
CAWI (Computer-Assisted Web Interviewing): Solusi bagi usaha menengah-besar melakukan pengisian data secara mandiri via link yang dikirim ke email resmi perusahaan.
CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing): Petugas lapangan mendatangi usaha responden dengan perangkat digital sehingga data langsung terinput dan terverifikasi secara real-time.
PAPI (Paper Assisted Personal Interviewing): Metode klasik menggunakan kertas sebagai alternatif jika responden belum sempat merespon metode lainnya.
Meskipun berbeda cara pelaksanaannya, ketiga metode ini tetap saling melengkapi agar seluruh responden, baik yang terbiasa dengan teknologi maupun yang belum, dapat terdata dengan baik.
Baca juga: Apa Saja Komponen Utama dalam Kurikulum? Ini Penjelasannya
(FHK)
