Konten dari Pengguna

Apa yang Dilakukan Agar Tercipta Kerjasama Harmonis antar ke-3 Pusat Pendidikan?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan. Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan. Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO

Cerita Reflektif menjadi salah satu bentuk penilaian dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tugas ini biasanya diberikan setelah peserta mengikuti materi pembelajaran dan mengerjakan Latihan Pemahaman.

Dalam tugas Cerita Reflektif, peserta diminta menjawab pertanyaan secara esai berdasarkan materi yang telah dipelajari. Salah satunya adalah pertanyaan pada Modul 3 Topik 1: "Apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ketiga pusat pendidikan?"

Simak artikel ini untuk mengetahui referensi jawaban dari pertanyaan tersebut!

Apa yang Dapat Dilakukan Agar Tercipta Kerjasama yang Harmonis Antara ke-3 Pusat Pendidikan?

Ilustrasi apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan. Foto: Unsplash

Modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) Topik 1 pada program PPG membahas Filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional. Materi ini juga menekankan penguatan budi pekerti melalui Tri Sentra Pendidikan di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Soal-soal dalam Cerita Reflektif pun dibuat selaras dengan materi tersebut. Mengutip kanal YouTube Catatan Mentor ASN, berikut contoh soal beserta jawabannya:

Pertanyaan Cerita Reflektif:

Setelah membaca tulisan Ki Hadjar Dewantara tentang Sistem Trisentra, mari melakukan refleksi sesuai dengan konteks sekolah masing-masing, (1) Bagaimana pola hubungan antar pusat pendidikan dalam konteks sekolah Bapak/Ibu (2) Bagaimaan memastikan bahwa trisentra pendidikan di sekolah Bapak/Ibu memiliki visi dan misi yang sama? (3) Apa yang dapat dilakukan agar tercipta kerjasama yang harmonis antara ke-3 pusat pendidikan?

Jawaban:

Setelah saya membaca tulisan ki Hadjaar Dewantara tentang Sistem Trisentra, saya menyadari betapa pentingnya peran tiga pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, demi terwujudnya visi dan misi pendidikan.

(1) Pola hubungan antar pusat pendidikan di sekolah saya yakni: Di sekolah tempat saya mengajar, hubungan antar keluarga, sekolah, dan masyarakat terjalin cukup baik. Komunikasi terjadi secara rutin, misalnya melalui pertemuan orang tua, kegiatan parenting, dan laporan belajar siswa.

Masyarakat sekitar juga turut mendukung proses belajar siswa, seperti bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, menjadi narasumber pada kegiatan belajar, menjaga keamanan siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar bukan hanya terjadi di ruang kelas, tapi juga dipengaruhi oleh keluarga dan masyarakat.

(2) Cara memastikan visi dan misi Trisentra sejalan: Saya menyadari pentingnya menyamakan visi dan misi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan melalui pertemuan rutin, diskusi, dan sosialisasi visi dan misi sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat duduk bersama, menyampaikan harapan, visi, dan peran masing-masing demi menccapai tujuan yang sama. Dengan cara ini, visi da misi menjadi milik bersama, bukan hanya visi sekolah, tetapi visi seluruh masyarakat.

(3) Langkah demi terciptanya kerja sama harmonis: Agar kerja sama dapat berjalan harmonis, saya pikir perlu dibentuk sebuah wadah komunikasi, misalnya komite sekolah yang melibatkan perwakilan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Komite inilah yang nantinya dapat menjadi jembatan, menyampaikan kebutuhan, masalah, dan saran dari masing-masing, sehingga terjadi sinergi dan kesepahaman.

Selain itu, kegiatan kolaboratif, seperti kerja bakti, pameran, atau festival, juga dapat menjadi ruang pertemuan dan kerja sama yang kreatif dan konstruktif.

Saya percaya apabila keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat bergandengan tangan, visi Ki Hadjar Dewantara tentang Sistem Trisentra dapat terwujud. Dengan kerja sama yang harmonis, siswa dapat belajar, tumbuh, dan mencapai potensi terbaiknya demi masa depan bangsa.

Baca Juga: Mengapa Penting Mempertimbangkan Kondisi Peserta Didik dalam Pembelajaran?

(NSF)