Apakah Arti Palum? Simak Penjelasan dan Asal Usulnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) baru-baru ini secara resmi menambahkan sebuah kosakata baru, yaitu palum. Istilah ini diperkenalkan sebagai antonim atau lawan kata dari haus, sekaligus memperkaya ragam ekspresi dalam bahasa Indonesia.
Selama ini, kata kenyang telah lama dikenal sebagai padanan yang berlawanan makna dengan lapar. Namun, belum ada istilah yang secara tepat merepresentasikan kondisi saat seseorang tidak lagi merasa haus atau telah cukup mengonsumsi cairan.
Lantas, apa sebenarnya makna dari kata palum yang kini mulai mencuri perhatian publik? Simak penjelasan berikut mengenai arti serta asal usulnya agar pemahaman menjadi lebih mendalam dan kontekstual.
Apakah Arti Palum?
Bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata palum memiliki arti "hilang rasa haus" atau "sudah puas minum". Istilah ini telah resmi diakui sebagai kosakata baru dalam bahasa Indonesia dan dapat digunakan secara luas dalam berbagai konteks.
Sebagai lawan kata dari “haus”, palum berfungsi untuk menyampaikan kondisi tubuh yang tidak membutuhkan asupan minum. Misalnya, ketika seseorang merasa cukup minum, ia bisa dikatakan sudah palum.
Kehadiran kata ini memperkaya ragam kosakata yang bisa digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Penggunaannya pun fleksibel, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga mudah diserap oleh masyarakat luas.
Dengan adanya palum, frasa seperti “tidak haus” atau “sudah minum” bisa digantikan dengan satu kata yang lebih ringkas dan praktis. Hal ini menunjukkan bagaimana bahasa Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi yang lebih efisien.
Contoh Penggunaan Kata Palum
Agar lebih memahami cara penggunaan kata palum, simak beberapa contoh kalimat berikut ini:
“Dia menolak minuman karena sudah palum sejak tadi.”
“Udara panas membuatku cepat haus, tapi kini sudah palum setelah minum air kelapa.”
“Anak-anak diminta untuk minum air terlebih dahulu hingga palum sebelum bermain di luar.”
“Petani itu baru merasa palum setelah meneguk air dari kendi yang dibawanya.”
“Jangan berhenti minum hanya karena haus hilang, pastikan sudah benar-benar palum.”
Asal Usul Kata Palum
Dalam unggahan di laman resmi Instagram Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, disebutkan bahwa kata palum berasal dari bahasa Batak Pakpak. Etnis ini merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mendiami wilayah Sumatra Utara.
Berdasarkan Kamus Bahasa Dairi Pakpak, palum memiliki beberapa makna, di antaranya “sembuh” atau “sembuh dari dahaga”. Selain itu, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan perasaan hati yang senang atau terhibur.
Diketahui bahwa usulan untuk memasukkan palum ke dalam KBBI telah muncul sejak tahun 2024. Setelah melalui proses pertimbangan dan kurasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata ini akhirnya resmi diadopsi pada tahun 2025.
Fenomena masuknya kata palum ke dalam KBBI menjadi contoh nyata bagaimana bahasa Indonesia berkembang melalui akulturasi dengan bahasa daerah. Dalam hal ini, bahasa Batak turut berperan memperkaya kosakata nasional secara dinamis dan bermakna.
Baca Juga: Memahami Arti Big L, Kosa Kata Gaul dalam Bahasa Gen Alpha
(ANB)
