Konten dari Pengguna

Apakah Bunuh Diri Bisa Masuk Surga? Ini Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah bunuh diri bisa masuk surga, foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Apakah bunuh diri bisa masuk surga, foto: Unsplash

Apakah bunuh diri bisa masuk surga? Pertanyaan seperti ini kerap dilontarkan masyarakat luas lantaran maraknya kasus bunuh diri yang dipicu oleh banyak faktor.

Bunuh diri adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri hidup. Perilaku ini seringkali disebabkan oleh perasaan depresi, putus asa, stres, kesulitan keuangan, dan mental illness lainnya.

Lalu, bagaimana Islam melihat fenomena ini? Apakah Allah memberikan kasih sayang-Nya sehingga mengizinkan pelaku bunuh diri untuk masuk ke dalam surga? Atau justru Allah akan menghukumnya dengan sesuatu yang perih? Simak penjelasannya di sini.

Apakah Bunuh Diri Bisa Masuk Surga?

Sebelum membahas mengenai hukum bunuh diri, lebih dulu simak penjelasan tentang bunuh diri dari sudut pandang Islam.

Bunuh Diri Menurut Pandangan Islam

Menurut Jurnal Ilmiah yang berjudul Bunuh Diri dalam Al-Qur'an oleh Imam Zarkasyi Mubhar, bunuh diri diartikan sebagai tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Biasanya seseorang memilih jalan instan untuk mengakhiri hidup seperti meminum racun, menggunakan senjata tajam, menggunakan tali, melompat dari tempat yang tinggi, dan menggunakan bahan peledak.

Dalam Islam, nyawa manusia secara hakikatnya adalah milik Allah SWT, kematian dan kehidupan merupakan hak prerogatif Allah SWT. Sehingga, jika seseorang melakukan bunuh diri, artinya ia telah mengambil hak tersebut dari tangan Allah SWT.

Apakah bunuh diri bisa masuk surga, foto: Unsplash

Ibnu al-Mundzir al-Naisaburi menjelaskan dalam tafsirnya mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

"Telah menceritakan kepada kami Ibnu Al-Mutsanna telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Jarir telah mengabarkan kepada kami Ayahku dia berkata; Saya telah mendengar Yahya bin Ayyub menceritakan hadits dari Yazid bin Abi Habib dari Imran bin Abi Anas dari Abdurrahman bin Jubair Al-Misri dari Amru bin Al-'As dia berkata;

Saya pernah bermimpi basah pada suatu malam yang sangat dingin sekali ketika perang Zati al-Salasil. Sehingga saya takut akan binasa jika saya mandi. Lalu saya pun bertayamum kemudian shalat Subuh dengan para sahabatku. Lalu hal itu mereka melaporkan kepada

Nabi saw.,

Maka beliau bersabda: "Wahai Amru, engkau shalat bersama para sahabatmu dalam keadaan junub?" Maka saya katakan kepada beliau tentang apa yang menghalangiku untuk mandi dan saya katakan; Sesungguhnya saya pernah mendengar Allah berfirman: 'Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepada kalian.(QS. Al-Nisâ'; 29), Maka Rasulullah saw tertawa dan tidak mengatakan apa-apa”. (Hadits Riwayat Abu Daud).

Riwayat di atas membuktikan bahwasanya menjauhi atau menghindari perbuatan yang dapat membahayakan diri sendiri merupakan hal yang wajib dilakukan. Sebaliknya harus menjauhi dan menghindari sesuatu perbuatan yang dapat membawa diri kepada kehancuran dan kebinasaan.

Kemudian, para ulama fiqih juga telah bersepakat bahwa bunuh diri adalah tindakan yang diharamkan dalam Islam. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 29-30.

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (Qs. An-Nisa: 29-30)

Maka, apapun alasan dari tindakan bunuh diri, Islam tidak dapat membenarkan pelakunya dan tetap menganggap perbuatan tersebut sebagai tindakan yang keji.

Azab Pelaku Bunuh Diri dalam Islam

Apakah bunuh diri bisa masuk surga, foto: Unsplash

Menurut Quraish Shihab, pelaku bunuh diri tetap akan merasakan pedihnya sakaratul maut. Dalam kematian mendadak seperti bunuh diri, sakaratul maut akan terasa lebih menyakitkan.

Sakaratul maut yang dahsyat ini merupakan balasan pertama yang diberikan kepada Allah atas pelaku bunuh diri. Balasan selanjutnya adalah Allah akan mengekalkan mereka tinggal di dalam neraka.

Para ulama bersepakat bahwa pelaku bunuh diri akan dilaknat oleh Allah SWT serta dijauhkan dari rahmat Allah serta diharamkan surga bagi mereka. Terlepas dari apapun alasan seseorang melakukan tindakan tersebut.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,

"Siapa yang terjun dari gunung untuk bunuh diri, maka ia kelak di neraka Jahannam akan tetap terjun untuk selama-lamanya. Dan siapa yang makan racun untuk bunuh diri, maka racun itu akan tetap berada di tangan dan dijilatinya dalam neraka Jahannam untuk selama-lamanya. Dan siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan senjata besi, maka besi itu akan tetap di tangannya untuk menikam perutnya dalam neraka Jahannam untuk selamanya." (Hadits Riwayat Bukhari)

Lebih lanjut Imam Bukhari menjelaskan hadist tersebut memiliki pengertian bahwa Allah SWT akan membalas pelaku bunuh diri dengan menyiksa mereka di neraka menggunakan alat yang mereka gunakan untuk bunuh diri. Maka, sejatinya bertawakallah kepada Allah atas setiap ujian hidup yang diberikan.

(PHR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu mental illness?
chevron-down

Mental illness adalah gangguan mental atau jiwa yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan baik itu pikiran, perasaan, perilaku, dan suasana hati.

Apa penyebab orang melakukan bunuh diri?
chevron-down

Banyak faktor yang menyebabkan orang melakukan bunuh diri di antaranya depresi, putus asa, stres, hingga kesulitan keuangan.

Apa azab bagi pelaku bunuh diri?
chevron-down

pelaku bunuh diri akan dilaknat oleh Allah SWT serta dijauhkan dari rahmat Allah serta diharamkan surga bagi mereka.