Apakah Mandi Wajib Boleh Ditunda? Inilah Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mandi wajib adalah membersihkan diri dari hadas besar dengan cara mengalirkan air ke seluruh tubuh untuk menghilangkan hadas besar. agar bisa kembali beribadah. Pertanyaannya, apakah mandi wajib boleh ditunda?
Mandi wajib dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar. Sementara bagi berhadas kecil, cukup dengan berwudhu atau tayamum untuk membersihkannya, seperti yang dijelaskan oleh Hadist Riwayat Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi.
Dari Ummu Salamah r.a. berkata, ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ikatan rambutku sangat kuat, apakah aku harus menguraikannya jika hendak mandi junub?” Nabi SAW menjawab, “Cukuplah Engkau menuangkan air ke atasnya sebanyak tiga kali. Setelah itu, hendaklah engkau menyiramkan air ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian, berarti engkau telah suci.”
Seperti apa tata cara dan rukun mandi wajib yang harus dilakukan?
Tata Cara Mandi Wajib
Mengutip buku Studi Fiqh Ibadah oleh Tim Penulis Buku Fiqih Ibadah Lapangan Matagira, mandi wajib berbeda dengan mandi pada umumnya karena ada tata cara tertentu, yakni:
Berniat. Alangkah baiknya jika membaca basmalah sebelum memulai mandi wajib.
Membasuh kedua tangan hingga pergelangan tangan.
Membasuh kemaluan dengan tangan kiri.
Berwudhu sebagaimana hendak sholat.
Memasukkan jari-jari dengan dibasahi air ke pangkal rambut.
Menyiram kepala sebanyak tiga kali diteruskan mandi seperti biasa.
Baca juga: Hukum Puasa Sebelum Mandi Wajib setelah Berhubungan Intim, Muslim Wajib Tahu!
Rukun Mandi Wajib
Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwa rukun mandi wajib harus dilaksanakan karena menjadi syarat sah sebelum menunaikan ibadah. Secara umum, rukun mandi ada dua, yaitu:
1. Niat
Orang yang junub hendaklah mengucapkan niat untuk menghilangkan hadas junubnya. Contohnya, perempuan yang baru selesai haid atau nifas hendaklah berniat menghilangkan hadas kotorannya.
2. Mengalirkan air ke seluruh badan
Pada saat mandi wajib, seluruh tubuh harus terkena air. Mandi wajib dinyatakan tidak sah apabila ada bagian badan yang tidak terkena air.
Apakah Mandi Wajib boleh Ditunda?
Menyadur laman NU, orang yang sedang dalam keadaan berjunub boleh untuk tidak menyegerakan mandi, baik karena alasan udara dingin atau alasan lain. Hal ini dijelaskan dalam hadits Muttafaq Alaih.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ لَقِيَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فِى طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ. فَانْسَلَّ، فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ. فَتَفَقَّدَهُ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم. فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقِيتَنِى وَأَنَا جُنُبٌ، فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ. (متفق عليه
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sungguh Nabi saw bertemu dengannya di salah satu jalan kota Madinah, padahal ia masih dalam kondisi junub. Lalu ia segera pergi menghindar dan segera mandi. Nabi saw pun mencari-carinya. Kemudian saat ia mendatanginya. Nabi saw bersabda, ‘Kamu dari mana wahai Abu Hurairah?’ Ia menjawab, ‘Wahai Rasulullah, tadi Anda menjumpaiku saat itu dalam kondisi junub, maka aku tidak senang untuk duduk-duduk bersamamu sehingga aku mandi dahulu.’ Lalu Rasulullah saw bersabda, ‘Subhanallah, sungguh orang mukmin itu tidak najis,’” (Muttafaqun ‘alaih).
Kendati demikian, menunda mandi wajib juga ada batasannya. Jangan sampai menundanya hingga waktu sholat hampir habis atau bahkan terlewat. Dalam sebuah hadits dijelaskan:
أن الجنب لَهُ تاخير غسل الجنابة ما لَم يضق عليهِ وقت الصلاة
Artinya: “Sungguh orang junub boleh mengakhirkan mandi junubnya selama waktu shalat tidak hampir habis baginya.” (Ibnu Rajab al-Hanbali, Fathul Bari, juz I, halaman 346).
Oleh sebab itu, orang yang baru bangun tidur dalam keadaan berjunub tidak boleh menunda waktu mandi wajib sampai waktu Subuh habis. Mereka diwajibkan untuk menyegerakan mandi wajib, berwudhu, dan sholat subuh secepatnya.
Jika sengaja menundanya, maka ia akan berdosa. Rasulullah SAW bersabda:
لَيْسَ التَّفْرِيطُ فِي النَّوْمِ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ. رواه أحمد. صحيح
Artinya: “Tidak ada kecerobohan saat tidur, kecerobohan itu terjadi saat orang bangun dari tidur.” (HR Ahmad. Shahih)
Baca juga: Pengertian Ihtilam dalam Islam dan Tata Cara Mandi Wajib Karenanya
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud mandi wajib?

Apa yang dimaksud mandi wajib?
Mandi wajib adalah membersihkan diri dengan mengalirkan air ke seluruh tubuh.
Apakah mandi wajib harus memperhatikan rukun-rukunnya?

Apakah mandi wajib harus memperhatikan rukun-rukunnya?
Rukun mandi wajib harus dilaksanakan karena menjadi syarat sah sebelum kembali menunaikan ibadah.
Apa syarat hal utama dalam tata cara mandi wajib?

Apa syarat hal utama dalam tata cara mandi wajib?
Pada saat mandi wajib, seluruh tubuh harus terkena air. Mandi wajib dinyatakan tidak sah apabila ada sebagian badan tidak terkena air.
(ANF)
