Konten dari Pengguna

Arti Bagaikan Air di Daun Talas dan Contoh Peribahasa Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kamus (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kamus (Sumber: Pixabay)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peribahasa adalah sekelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap. Biasanya, peribahasa mengiaskan perihal maksud tertentu seperti bidal (puisi lama), ungkapan, dan perumpamaan.

Peribahasa juga dapat diartikan sebagai suatu ungkapan yang menggunakan kalimat ringkas dan padat. Kalimat tersebut berisi perbandingan, perumpamaan, hingga nasihat.

Fungsi Peribahasa

Ilustrasi kamus (Sumber: Pixabay)

Mengutip jurnal Bentuk dan Makna Peribahasa Bahasa Indonesia yang Terbentuk oleh Unsur Tumbuhan, Jenis-jenis Tumbuhan, dan Hal-hal yang Berkaitan dengan Tumbuhan karya Resa Sindi Harja, peribahasa memiliki fungsi yang menonjol.

Disebutkan bahwa peribahasa berfungsi untuk menasihati si lawan bicara. Nasihat yang diungkapkan dengan ucapan halus akan lebih banyak menimbulkan dampak lebih baik jika dibandingkan dengan berkata terus terang.

Nasihat yang diungkapkan dengan berterus terang terkadang membuat orang lain mudah tersinggung. Itu karena nasihat tersebut akan terdengar lebih kasar dan terkesan menggurui. Berbeda dengan nasihat melalui peribahasa yang terdengar lebih halus.

Baca juga: Arti Peribahasa Berpangku Tangan dan Kumpulan Peribahasa Lainnya

Makna Peribahasa Bagaikan Air di Daun Talas

Di Indonesia, ada banyak jenis peribahasa populer. Salah satu yang sering dibicarakan masyarakat adalah bagaikan air di daun talas. Apa artinya?

Bagaikan air di daun talas artinya seseorang yang tidak berpendirian atau selalu berubah-ubah. Maksudnya, ketika seseorang dihadapkan dengan beberapa pilihan, ia selalu tidak bisa berpendirian teguh terhadap opsi yang dipilih.

Contohnya, ada seorang siswa bernama X yang dengan yakin mendaftar di universitas Y. Namun, setelah mendengar hasutan salah seorang temannya yang mengatakan bahwa universitas tersebut tidak baik, dirinya pun mendaftar ke universitas lain.

Padahal, universitas Y merupakan kampus dambaan X sejak duduk di bangku kelas 10. Namun, karena hasutan temannya itu, ia pun tidak melanjutkan proses pendaftaran di sana.

Contoh Peribahasa di Indonesia dan Artinya

Ilustrasi buku (Sumber: Pixabay)

Selain bagaikan air di daun talas, ada banyak lagi peribahasa populer lainnya di Indonesia. Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia karya Nur Indah Sholikhati, berikut beberapa peribahasa Indonesia yang populer di kalangan masyarakat:

  1. Ada asap pasti ada api: Tak dapat dipisahkan, munculnya suatu kejadian atau akibat pasti ada penyebabnya.

  2. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang: Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta.

  3. Ada udang di balik batu: Ada suatu maksud yang tersembunyi.

  4. Air beriak tanda tak dalam: Orang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya.

  5. Air besar batu bersibak: Persaudaraan akan bercerai berai apabila terjadi perselisihan.

  6. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui: Kepentingan sendiri diabaikan, pekerjaan orang lain diurus.

  7. Anjing menggonggong, kafilah berlalu: Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.

  8. Bagai air di daun talas: Seseorang yang selalu berubah-ubah atau tidak tetap pendiriannya.

  9. Bagai anjing menyalak di ekor gajah: Orang hina atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya.

  10. Bagai api dengan asap: Ikatan yang tidak dapat dipisahkan.

  11. Bagai bumi dan langit: Dua hal berbeda jauh dan bertolak belakang satu sama lain.

  12. Bagai kacang lupa kulitnya: Orang yang tidak tahu diri, lupa akan asalnya.

  13. Bagai katak dalam tempurung: Orang yang wawasannya sedikit, pandangannya pun akan sempit.

  14. Cepat kaki ringan tangan: Orang yang suka tolong-menolong dalam kebaikan.

  15. Datang tidak berjemput pulang tidak berantar: Tidak dipedulikan atau diabaikan.

  16. Di atas langit masih ada langit: Di atas orang hebat/pintar/pandai/kaya, masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.

  17. Dikasih hati malah minta jantung: Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak.

  18. Fajar menyingsing, elang menyongsong: Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih.

  19. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak: Kesalahan atau aib sendiri yang besar tidak tampak, kesalahan aib atau orang lain meskipun sedikit terlihat jelas.

  20. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama: Orang yang baik akan meninggalkan nama baik dan orang jahat akan meninggalkan nama buruk yang tercemar.

Baca juga: Arti Peribahasa Bagai Makan Buah Simalakama dan Contoh Lainnya

Frequently Asked Question Section

Apa itu peribahasa?

chevron-down

Peribahasa adalah sekelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap.

Apa fungsi peribahasa?

chevron-down

Fungsi peribahasa yang paling utama adalah untuk menasihati lawan bicara.

Apa arti anjing menggonggong kafilah berlalu?

chevron-down

Biarpun banyak rintangan dalam usaha kita, kita tidak boleh putus asa.

(ANF)